PSSI Toba Kembali Aktif setelah Vakum Hampir 20 Tahun, Piala Soeratin Jadi Momentum Kebangkitan
Randy P.F Hutagaol August 13, 2026 04:56 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Setelah hampir 20 tahun vakum, kepengurusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Toba kembali aktif.

Kembalinya PSSI langsung ditandai dengan digelarnya Piala Soeratin tingkat Kabupaten Toba pada 2-3 Agustus 2026.

Plt Ketua PSSI Kabupaten Toba, Koko, mengatakan, turnamen tersebut menjadi langkah awal untuk kembali menggairahkan pembinaan dan kompetisi sepak bola di Kabupaten Toba.

Menurutnya, potensi sepak bola di Toba sebenarnya cukup besar. Namun, vakumnya kepengurusan PSSI selama bertahun-tahun membuat pembinaan dan kompetisi sepak bola tidak berjalan secara maksimal.

“Pesepakbola ini kan banyak di Toba, banyak yang lahir dari sini. Tetapi karena kepengurusan vakum, para pemerhati sepak bola juga menunggu. Saya mendapat mandat dari pengurus PSSI Sumatera Utara untuk menjadi Plt di PSSI Toba,” ujar Koko kepada Tribun Medan. 

Pada pelaksanaan Piala Soeratin Kabupaten Toba tahun ini, terdapat empat tim yang ambil bagian pada masing-masing kelompok usia U-13 dan U-15.

Dari hasil kompetisi tersebut, Soposurung FC keluar sebagai juara kategori U-13, sedangkan Halilintar FC menjadi juara kategori U-15.

Kedua tim tersebut selanjutnya akan menjadi wakil Kabupaten Toba pada Piala Soeratin tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Koko mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap kembalinya PSSI Toba cukup tinggi. Hal itu terlihat dari dukungan orang tua pemain hingga mantan pesepak bola asal Toba yang ikut terlibat dalam proses pembinaan.

“Antusiasnya sangat besar. Sekarang banyak orang tua yang semangat mendampingi anak-anaknya. Bahkan mantan pemain dari Kabupaten Toba juga ikut andil melatih anak-anak dalam persiapan menuju Piala Soeratin provinsi,” katanya.

Menurutnya, para pemain yang berhasil menjadi juara di tingkat kabupaten kini langsung menjalani latihan lebih intensif. Tidak hanya pemain utama, pemain cadangan juga dipersiapkan untuk menghadapi persaingan di tingkat provinsi.

“Anak-anak yang juara kemarin akan kita bawa ke provinsi. Mereka sekarang berlatih lebih keras lagi. Pemain cadangan juga sudah disiapkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, dukungan pemerintah daerah juga menjadi faktor penting dalam kebangkitan sepak bola Toba. Pihaknya telah melakukan audiensi dengan Bupati Toba Effendi Napitupulu untuk menyampaikan berbagai program dan kebutuhan sepak bola di daerah tersebut.

Bahkan, katanya, Bupati Toba telah memberikan dukungan agar kedua wakil Toba tetap diberangkatkan ke tingkat provinsi, terlepas dari hasil yang akan mereka raih.

“Pak Bupati sudah menyampaikan, mereka harus berangkat. Menang atau kalah itu persoalan terakhir. Yang penting sepak bola Toba tahun ini bisa terlihat dulu dan mulai dibangun kembali,” kata Koko.

Dalam persiapan menghadapi Piala Soeratin tingkat provinsi, kedua tim saat ini menjalani latihan di dua lokasi, yakni lapangan Kantor Bupati Toba dan Lapangan Kompi 125.

Namun, Koko mengakui masih banyak persoalan yang harus dibenahi untuk mendukung perkembangan sepak bola di Toba. Salah satu kendala utama adalah minimnya lapangan yang layak digunakan untuk latihan maupun pertandingan.

“Kita dilema karena tidak adanya lapangan atau stadion yang proper. Kita juga sudah bersurat ke Komisi VI DPR RI agar aspirasi terkait banyaknya lapangan yang belum terbenahi bisa ditampung. Jadi masih banyak pekerjaan rumah kita dalam menjalankan PSSI di Kabupaten Toba,” jelasnya.

Meski demikian, ia menilai kondisi tersebut tidak boleh menjadi penghalang bagi pembinaan pemain muda. Menurut Koko, kebangkitan PSSI Toba harus dibarengi dengan pembangunan sistem pembinaan yang berkelanjutan.

Ia berharap pembinaan sepak bola tidak hanya bertumpu pada keberadaan Sekolah Sepak Bola (SSB), tetapi juga memiliki sistem pendidikan dan pembinaan yang jelas.

“Harapan saya, sepak bola yang selama ini vakum dan tidak kelihatan ini bisa berkembang lagi. Anak-anak harus punya pembinaan sepak bola mulai dari usia dini melalui SSB. SSB juga bukan sekadar tempat bermain bola, tetapi harus jelas mutu pendidikannya,” tuturnya.

Selain pembinaan pemain, Koko menilai ketersediaan fasilitas latihan juga harus menjadi perhatian. Lapangan yang layak dinilai penting agar anak-anak memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan sekaligus meningkatkan minat terhadap sepak bola.

Dengan kembali aktifnya kepengurusan PSSI Toba dan keikutsertaan dua wakil pada Piala Soeratin tingkat provinsi, Koko berharap momentum tersebut menjadi awal kebangkitan sepak bola di Kabupaten Toba.

“Potensinya sudah banyak. Sekarang setiap latihan untuk persiapan ke provinsi, orang tua sangat semangat menyaksikan anak-anaknya. Warga juga ikut datang melihat latihan. Ini menunjukkan kerinduan masyarakat terhadap hadirnya kembali PSSI di Toba,” pungkasnya.

(Cr29/tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.