TRIBUNNEWS.COM - Pemahaman mengenai skin microbiome terus berkembang seiring meningkatnya riset mengenai hubungan antara ekosistem mikroorganisme di kulit dengan kesehatan dan ketahanan skin barrier.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, LABORÉ mengembangkan 3X-SYNBIOTICS, sebuah pendekatan teknologi microbiome yang salah satu komponen utamanya menggunakan microbiome active yang dikembangkan berdasarkan lebih dari 25 tahun riset di bidang skin microbiome.
Pendekatan tersebut kemudian diaplikasikan LABORÉ untuk membantu menjaga keseimbangan microbiome dan mendukung fungsi skin barrier, terutama pada kulit sensitif. Dengan landasan riset tersebut, pengembangan teknologi tidak hanya berfokus pada formulasi, tetapi juga pada bagaimana komponen yang digunakan dapat mendukung kebutuhan kulit dalam berbagai kondisi.
3X-SYNBIOTICS memadukan postbiotic, prebiotic, dan paraprobiotic dengan bahan aktif tertentu dalam satu pendekatan formulasi. Kombinasi tersebut dikembangkan untuk mendukung fungsi biologis alami kulit sekaligus membantu menjaga keseimbangan ekosistem microbiome.
Pendekatan ini menjadi bagian dari pengembangan LABORÉ dalam menghadirkan solusi perawatan untuk berbagai kebutuhan kulit sensitif dan kondisi ketika fungsi skin barrier mengalami gangguan.
Lebih dari 25 tahun riset di bidang skin microbiome menjadi salah satu landasan pengembangan microbiome active yang digunakan dalam rangkaian perawatan LABORÉ. Perjalanan riset tersebut dibangun melalui pemahaman yang terus berkembang mengenai ekosistem mikroorganisme kulit serta kaitannya dengan keseimbangan dan fungsi skin barrier.
Pengetahuan yang berkembang dari perjalanan riset tersebut kemudian diaplikasikan dalam pengembangan formulasi LABORÉ. Melalui 3X-SYNBIOTICS, LABORÉ mengombinasikan beberapa komponen yang mendukung microbiome dengan bahan aktif tertentu dalam satu pendekatan untuk membantu menjaga keseimbangan microbiome serta mendukung fungsi skin barrier.
Pendekatan tersebut diterapkan pada berbagai kebutuhan kulit, termasuk kulit sensitif, kering, reaktif, maupun kulit dengan gangguan fungsi skin barrier. Salah satu penerapannya adalah LABORÉ BiomeRepair™ Barrier Revive Cream yang diformulasikan sebagai pelembap harian untuk kulit sensitif pada wajah dan tubuh.
Sementara itu, BiomeRepair™ TopiCalm Cream merupakan pelembap nonsteroid yang ditujukan untuk kulit sangat sensitif, termasuk kulit yang rentan mengalami eksem dan psoriasis serta kulit dengan gangguan fungsi skin barrier. Dengan penerapan yang berbeda sesuai kebutuhan kulit, teknologi tersebut menjadi bagian dari pendekatan LABORÉ dalam mengembangkan rangkaian perawatan berbasis microbiome.
Baca juga: ParagonCorp Kembangkan Riset Multi-Omics untuk Memahami Kulit Masyarakat Indonesia Lebih Mendalam
Pengembangan teknologi microbiome tersebut kemudian diterapkan dan dievaluasi melalui penelitian klinis bersama dermatolog serta institusi ilmiah. Pada IT XXI PERDOSKI 2026 di Yogyakarta pada Jumat (7/8/2026), LABORÉ mempresentasikan tiga evaluasi klinis yang mengkaji penerapan pendekatan berbasis microbiome pada atopic dermatitis, psoriasis vulgaris, serta pemulihan kulit setelah tindakan fractional Er laser.
Penelitian tersebut melibatkan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, RSUD Dr. Soetomo, dan Dermalogia. Keterlibatan berbagai institusi tersebut menjadi bagian dari upaya mengevaluasi penerapan pendekatan berbasis microbiome pada kebutuhan kulit yang berbeda.
Rangkaian penelitian tersebut menjadi salah satu contoh penerapan pendekatan berbasis microbiome dalam berbagai kebutuhan perawatan kulit. Dalam studi psoriasis, misalnya, BiomeRepair™ TopiCalm Cream menunjukkan peningkatan hidrasi kulit secara progresif hingga 5,26 kali setelah 28 hari dalam evaluasi yang dilakukan.
Sementara itu, pada studi pascatindakan laser, penelitian mencatat penurunan eritema sebesar 90 persen setelah tujuh hari. Hasil tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap potensi pendekatan berbasis microbiome dalam mendukung proses pemulihan kulit setelah tindakan dermatologi.
Temuan dari berbagai evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya untuk memahami lebih lanjut bagaimana pendekatan berbasis microbiome dapat mendukung kebutuhan kulit dalam kondisi yang berbeda. Bagi LABORÉ, evaluasi klinis juga menjadi bagian penting dalam menerjemahkan perkembangan riset menjadi formulasi yang relevan dengan kebutuhan kulit sensitif.
Bagi LABORÉ, pengembangan 3X-SYNBIOTICS merupakan bagian dari perjalanan untuk menerjemahkan perkembangan ilmu mengenai skin microbiome ke dalam inovasi perawatan kulit. Pendekatan tersebut menggabungkan landasan riset, pengembangan formulasi, serta evaluasi klinis untuk mengeksplorasi bagaimana komponen pendukung microbiome dapat diaplikasikan dalam perawatan kulit.
Melalui kemitraan dengan dermatolog, peneliti, dan institusi ilmiah di tingkat nasional maupun global, LABORÉ terus memperkuat pendekatan berbasis riset dalam pengembangan produknya. Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas pemahaman mengenai hubungan antara microbiome, skin barrier, dan kebutuhan kulit sensitif, sekaligus menghadirkan inovasi yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
Dengan perjalanan riset yang menjadi landasan pengembangan microbiome active serta penerapannya dalam 3X-SYNBIOTICS, LABORÉ terus mengeksplorasi potensi teknologi microbiome sebagai bagian dari pendekatan perawatan kulit yang mendukung keseimbangan microbiome dan fungsi skin barrier.
Baca juga: Hari Lingkungan Hidup Sedunia: Paragon Perkuat Inovasi Produk Berkelanjutan