TRIBUNNEWS.COM - Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun kembali menjadi sorotan setelah meraih gelar doktor S3 Hubungan Internasional (HI) dari Universitas Padjadjaran (Unpad).
Mantan Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) tersebut menyelesaikan pendidikan doktoralnya dengan judul disertasi "Kebijakan Keamanan Siber Indonesia yang Mandiri Guna Menjaga Kedaulatan data di Era Digitalisasi".
Ucapan selamat datang dari akun media sosial Instagram milik Program Pascasarjana Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Unpad.
"Program Studi Doktor Hubungan Internasional mengucapkan selamat dan sukses kepada Dharma Pongrekun yang telah menyelesaikan studi sebagai lulusan Doktor Hubungan Internasional ke-140," tulis akun tersebut, dikutip Tribunnews, Kamis (13/8/2026).
Selain itu, warganet tanah air juga menyampaikan ucapan selamat kepada Dharma Pongrekun atas gelar S3 tersebut.
"My Komjen Dharma Pongrekun. Sang patriot bangsa, sang pejuang kemanusiaan. Hormat," kata netizen.
"Selamat pak atas promosi Doktornya, semoga terus memberikan pencerahan kepada masyarakat," timpal warganet lainnya.
Baca juga: Sosok Kombes Gatot Hendro Hartono, Suami Kapolres Kendal AKBP Ratna Quratul Ainy
Lantas, seperti apakah sosok Dharma Pongrekun? Berikut ini informasinya.
Dharma Pongrekun adalah purnawirawan perwira tinggi (pati) Polri.
Ia resmi pensiun dari Polri pada tahun 2024 dengan jabatan terakhir yakni Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri.
Dharma Pongrekun juga pernah menduduki posisi strategis sebagai Wakil Kepala BSSN.
Ia tercatat aktif menjabat sebagai Wakil Kepala BSSN pada Juli 2019 hingga Oktober 2021.
Dharma lahir di Palu, Sulawesi Tengah, pada tanggal 12 Januari 1966.
Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988.
Nama lengkap berikut dengan gelarnya yakni Komjen. Pol. (Purn.) Dr. (H.C.) Dharma Pongrekun, S.I.K., M.M., M.Hum.
Karier Dharma Pongrekun telah malang melintang di dalam kepolisian Tanah Air.
Sepanjang kariernya di Korps Bhayangkara, berbagai jabatan strategis sudah pernah ia emban.
Jenderal yang berpengalaman di bidang reserse ini mengawali kariernya sebagai Pamen Polda Bengkulu.
Ia tercatat pernah mengemban jabatan sebagai Kasat II Dit Narkoba Polda Bengkulu, Wadirreskrimum Polda Metro Jaya, Kasubbag Anevopswil Bag Anev Robinops Bareskrim Polri, Kabagkerma Robinops Bareskrim Polri, dan Dosen Utama STIK Lemdikpol.
Selain itu, Dharma pernah menduduki posisi sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang STIK Lemdikpol (2014), Wadirtipidum Bareskrim Polri (2015), Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri (2016), Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri (2016), dan Karorenmin Bareskrim Polri (2016).
Pada 2018, Dharma lalu dimutasi menjadi Pati Bareskrim Polri dalam rangka penugasan di BSSN.
Di sana, dia menjabat sebagai Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi BSSN.
Pada 2019, Dharma Pongrekun diutus untuk menduduki posisi sebagai Wakil Kepala BSSN.
Setelah itu, ia dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri pada 2021.
Pada 2024, ia dimutasi sebagai Pati Lemdiklat Polri dalam rangka pensiun.
Setelah pensiun, Dharma Pongrekun mengikuti kontestasi Pilgub Jakarta 2024.
Ia maju independen sebagai calon Gubernur Jakarta didampingi Kun Wardana.
Akan tetapi, Dharma gagal menjadi Gubernur Jakarta setelah hanya memperoleh 459.230 suara.
Dikutip dari LHKPN KPK, Dharma Pongrekun tercatat memiliki total harta sebesar Rp10,9 miliar.
Ia terakhir kali melaporkan hartanya di LHKPN KPK pada 24 Agustus 2025.
Berikut daftar lengkap rincian harta kekayaan milik Dharma Pongrekun.
I. DATA HARTA
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 10.280.245.000
1. Tanah dan Bangunan Seluas 400 m2/150 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HIBAH DENGAN AKTA Rp. 3.598.000.000
2. Tanah Seluas 180 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 1.401.900.000
3. Tanah Seluas 64 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HIBAH DENGAN AKTA Rp. 490.120.000
4. Tanah Seluas 495 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HIBAH DENGAN AKTA Rp. 3.790.225.000
5. Tanah dan Bangunan Seluas 91 m2/80 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , LAINNYA Rp. 1.000.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 569.500.000
1. MOTOR, HONDA CB150 Tahun 2016, HASIL SENDIRI Rp. 9.500.000
2. MOBIL, AVANZA MINIBUS Tahun 2018, HASIL SENDIRI Rp. 160.000.000
3. MOBIL, FORTUNER VRZ JEEP Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp. 400.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. ----
D. SURAT BERHARGA Rp. ----
E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 56.000.000
F. HARTA LAINNYA Rp. ----
Sub Total Rp. 10.905.745.000
II. HUTANG Rp. ----
III. TOTAL HARTA KEKAYAAN (I-III) Rp. 10.905.745.000
(Tribunnews.com/Rakli)