Jenazah di Halte SP Plaza Batam Murni Sakit, Polisi: Sudah Diserahkan ke Keluarga dan Dimakamkan
Septyan Mulia Rohman August 13, 2026 05:29 PM


TRIBUNBATAM.id, BATAM
- Jenazah Pria yang ditemukan meninggal dibawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) SP Plaza, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Selasa (11/8/2026) pagi, sudah dijemput keluarga untuk dimakamkan, Kamis (13/8/2026).

Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar melalui Kanitreskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris mengatakan, jenazah pria yang ditemukan meninggal di JPO SP plaza sudah dijemput oleh keluarganya dari rumah sakit Bhayangkara Polda Kepri.

Aris mengatakan sesuai dengan hasil pemeriksaan dokter rumah sakit, pria yang sebelumnya ditemukan meninggal SP Plaza yang diketahui bernama Yusran Meire (43), murni karena sakit.

Aris mengatakan jenazah diserahkan kepada keluarga pada Kamis (13/8/2026) untuk dimakamkan."Jadi informasi dari keluarga akan dimakamkan di Batam," kata Aris.

Aris juga mengatakan dari hasil pemeriksaan kasat mata tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Selain itu dari hasil pemeriksaan dokter pria tersebut meninggal dalam kurang waktu kurang dari 12 jam sebelum ditemukan.

Kondisi pria itu diketahui warga sekira pukul 05.30 WIB. 

Saat ditemukan, tubuh pria itu berada di halte dengan posisi meringkuk dan mulut mengeluarkan cairan berwarna kuning.

Di samping tubuh pria dengab kaos biru gelap tersebut terdapat tiga bungkus nasi. 

Dari identitas yang ditemukan, pria tersebut bernama Yusran Meire (43), warga Bitung Barat, Sulawesi Utara.

Warga kawasan SP Plaza, Hasoloan Siburian, mengatakan keberadaan pria tersebut di halte sudah terlihat beberapa hari terakhir.

"Kalau dia mungkin beberapa hari ini, ada tiga hari belakangan lah," kata Hasoloan.

Ia menyebut Yusran masih terlihat duduk-duduk di halte tersebut pada Senin (10/8/2026).

"Kemarin itu saya lihat masih duduk-duduk di situ," tambahnya.  

Menurut Hasoloan, Yusran selama berada di halte tersebut terlihat menggunakan pakaian yang sama.

"Kalau makannya mungkin dari orang-orang ya, bajunya juga itu-itu saja," katanya.

Hasoloan mengatakan halte di kawasan tersebut memang kerap digunakan warga yang tak memiliki tempat tinggal untuk beristirahat atau tidur pada malam hari.

"Kebetulan memang banyak yang tiduran di situ," tambahnya.

Saat Yusran ditemukan tidak bergerak, warga bersama petugas keamanan kawasan kemudian melakukan pengecekan.

Setelah diketahui telah meninggal dunia, kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Sagulung. (TribunBatam.id/Pertanian Sitanggang)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.