Sosok Pengantin Pria yang Serahkan Alat Berat Ekskavator untuk Mahar Pernikahannya, Ini Pekerjaannya
Putra Dewangga Candra Seta August 13, 2026 05:32 PM

 

SURYA.co.id – Pernikahan Laela Nur Fadhillah dan Rico Putra Roberto Syah di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menjadi sorotan setelah video iring-iringan seserahan mewah beredar luas di media sosial.

Bukan hanya karena kemeriahan prosesi adat Jawa, sosok pengantin pria bernama Rico Roberto Syah ikut menjadi perhatian publik.

Pria asal Teguhan, Purwodadi, itu diketahui memberikan sejumlah barang bernilai tinggi sebagai mahar dan hantaran untuk perempuan yang dipersuntingnya.

Deretan kendaraan yang dibawa menuju rumah Laela di Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung, Grobogan, bahkan menjadi bagian paling mencolok dalam video yang beredar.

Iring-iringan tersebut terdiri atas mobil towing yang mengangkut ekskavator, GWM Tank 300, Honda Brio, Vespa matik, sepeda motor trail, hingga Jeep Wrangler Rubicon.

Pemandangan tersebut membuat warganet penasaran dengan sosok pria di balik pernikahan viral itu.

Rico ternyata bukan pengusaha yang tiba-tiba memiliki usaha alat berat.

Ia mengaku sudah menekuni bisnis penyewaan alat berat sejak 2022, setelah menyelesaikan pendidikan kuliahnya.

Rico dan Awal Mula Bisnis Alat Berat

Perjalanan Rico di dunia alat berat bermula dari usaha sederhana. Setelah lulus kuliah, ia mengaku sempat menyewa alat milik temannya untuk kemudian disewakan kembali kepada pihak lain.

“Lulus kuliah itu selang setahun itu terus saya main alat berat, tapi masih punya teman. Pinjam punya teman tak rentalke (sewakan) dapat untung sehari ya Rp200-Rp250 ribu kayak gitu.”

Pengalaman tersebut kemudian membuat Rico memiliki keinginan untuk mempunyai alat berat sendiri.

“Terus dari situ lama-kelamaan saya punya pikiran buat beli sendiri,” katanya, dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.

Keinginan tersebut akhirnya mendapat dukungan dari sang ayah. Rico kemudian memperoleh suntikan modal untuk membeli ekskavator.

Alat berat yang awalnya menjadi bagian dari modal usaha itu kemudian memiliki cerita berbeda. Ekskavator tersebut dipersembahkan Rico sebagai bagian dari mahar untuk Laela.

Rico mengatakan, alat berat itu tidak hanya dipandang sebagai hadiah pernikahan. Ia juga memiliki rencana agar ekskavator tersebut tetap produktif setelah pernikahan.

“Pastinya untuk kerja lagi nanti buat kerja penghasilan buat istri,” tegasnya.

Rico Disebut Berasal dari Keluarga Berada

Latar belakang keluarga Rico juga menjadi perhatian setelah pernikahannya viral.

Kepala Desa Ketro, Suwarsih, membenarkan pernikahan Rico dan Laela yang berlangsung pada Sabtu (8/8/2026).

Menurut Suwarsih, Laela merupakan warga Desa Ketro yang bekerja di Jakarta. Sementara Rico disebut berasal dari keluarga terpandang.

Rico diketahui merupakan putra Kepala Desa Karangrejo, Kecamatan Grobogan, Dwi Sri Astutik.

“Kalau warga saya yang menikah bekerja di Jakarta cuma saya gak tahu apa kerjaannya,” kata Suwarsih, dikutip dari TribunJateng.com, Selasa (11/8/2026).

Keterangan mengenai kondisi ekonomi keluarga Rico juga disampaikan Kapolsek Karangrayung AKP Sunarto.

“Pihak laki-laki memang sudah kaya dari dulu. Kita doakan saja semoga sakinah mawaddah warahmah,” katanya.

Meski demikian, perjalanan Rico membangun bisnis alat berat juga menunjukkan bahwa usaha tersebut kemudian dikembangkan secara mandiri dengan dukungan modal dari keluarga.

Mahar Ekskavator hingga Mobil Mewah

Pernikahan Rico dan Laela semakin menarik perhatian karena deretan mahar dan hantaran yang dibawa menuju kediaman pengantin perempuan.

Selain ekskavator, terdapat Jeep Wrangler Rubicon berwarna hitam, Honda Brio, Vespa matik, Kawasaki KLX, serta sejumlah perlengkapan rumah tangga.

Kendaraan dan alat berat tersebut diangkut menggunakan armada towing. Iring-iringannya juga mendapat pengawalan kepolisian sehingga semakin menarik perhatian warga dan pengguna media sosial.

Nilai keseluruhan hantaran kemudian ramai diperkirakan warganet mencapai Rp4 miliar hingga Rp6 miliar.

Namun, angka tersebut bukan nilai resmi yang disampaikan Rico maupun keluarga. Perkiraan itu berasal dari perhitungan harga sejumlah kendaraan dan alat berat yang beredar di media sosial.

Salah satu akun, @aventra_fx08, menuliskan perkiraan harga sejumlah barang tersebut.

“Kurang lebih kendaraan udah tembus 4-6M an. Excavator mungkin kelas 0,8 ton ± 100jt an, class 1 ton ±225jt, class 1-3 ton ±400jt, Rubicon 2,251M - 2,5M an, Brio ±200jt an, Vesmet ±50 jt an,” tulisnya di kolom komentar.

Reaksi Laela Mendapat Mahar Tak Biasa

Bagi Laela, pemberian ekskavator sebagai bagian dari mahar tentu menjadi pengalaman yang tidak biasa.

Laela mengaku sempat terkejut karena mahar yang diberikan Rico berbeda dari kebanyakan pasangan.

“Rada kaget sih ya, karena beda gitu ya dari yang lain. Tapi, perasaannya pasti senang ya.”

“Semua orang kalau diusahakan juga pasti senang kan. Saya senang bahagia juga,” katanya, dikutip dari kanal YouTube KompasTV.

Dalam prosesi akad nikah, Rico mengucapkan ijab kabul dengan lancar di hadapan wali dan para saksi.

Pernikahan kemudian dilanjutkan dengan rangkaian adat Jawa. Laela mengenakan kebaya putih dengan riasan pengantin Jawa Solo Putri, sementara Rico tampil mengenakan beskap.

Pada prosesi panggih, pasangan tersebut kembali tampil dengan busana adat yang berbeda. Momen foto keluarga pun menjadi unik karena armada hantaran berupa Rubicon dan ekskavator ikut menjadi latar belakang.

Bukan Sekadar Pernikahan Mewah

Viralnya pernikahan Rico dan Laela memang tidak terlepas dari nilai serta bentuk hantaran yang tidak biasa.

Namun, jika melihat dari sisi pengantin pria, kisah Rico juga memperlihatkan perjalanan seseorang yang membangun bisnis alat berat dari pengalaman menyewakan unit milik orang lain hingga akhirnya memiliki alat sendiri.

Ekskavator yang diberikan kepada Laela juga menarik karena tetap direncanakan untuk menjadi aset produktif.

Dengan demikian, sorotan terhadap pernikahan ini tidak hanya berhenti pada kemewahan mahar. Ada cerita tentang usaha, dukungan keluarga, dan cara Rico memandang aset yang diberikan kepada istrinya sebagai sesuatu yang tetap bisa menghasilkan pendapatan.

Pernikahan Rico dan Laela menunjukkan bagaimana sebuah momen pribadi dapat berubah menjadi fenomena publik ketika memiliki unsur visual yang kuat dan tidak biasa.

Ekskavator, Rubicon, serta iring-iringan kendaraan menjadi daya tarik utama yang membuat video pernikahan mudah menyebar di media sosial. Namun, nilai Rp4 miliar hingga Rp6 miliar sebaiknya tetap dipahami sebagai perkiraan, bukan angka resmi, selama belum ada rincian harga atau pernyataan dari pihak keluarga.

Di sisi lain, kisah Rico memberikan sudut pandang berbeda. Di balik kemewahan hantaran, terdapat cerita tentang usaha penyewaan alat berat yang mulai ia tekuni setelah kuliah. Keputusan untuk tetap menggunakan ekskavator sebagai aset usaha setelah diberikan kepada istrinya juga menunjukkan bahwa sebagian hantaran tersebut tidak semata-mata diposisikan sebagai simbol kemewahan, tetapi juga sebagai aset yang diharapkan menghasilkan nilai ekonomi bagi keluarga baru mereka.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.