SURYA.co.id, SURABAYA - Berawal dari kebiasaan sederhana bersama sang ayah, Mutiara Hikmah Subroto berhasil menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Surabaya 2026.
Belajar disiplin dari kegiatan tersebut, siswi SMAN 3 Surabaya itu kini bermimpi menjadi akuntan profesional.
Sejak kecil, Mutiara bersama sang ayah kerap menyaksikan prosesi pengibaran bendera melalui televisi.
Bagi Mutiara, prosesi tersebut terlihat indah ketika Sang Merah Putih dikibarkan dengan penuh ketepatan dan disiplin.
"Karena dari dulu saat saya kecil, saya selalu menonton TV pengibaran di pusat (Istana Negara) itu dengan ayah saya. Jadi, dari kecil saya ingin menjadi salah satu dari mereka," kata Mutiara ketika ditemui belum lama ini.
Baca juga: Anggota Paskibra Kabupaten Pasuruan Dikukuhan, Ini Pesan Wabup Shobih Asrori
Keinginan itu kemudian diwujudkannya saat duduk di bangku SMP.
Mutiara mengikuti ekstrakurikuler Paskibra dan terus menekuninya hingga SMA.
Kini, siswi kelas XI IPA 3 itu berhasil lolos seleksi Paskibraka Kota Surabaya.
Saat ini, dia mengikuti rangkaian pemusatan pelatihan bersama peserta lainnya untuk mempersiapkan tugas pengibaran bendera di Balai Kota Surabaya pada 17 Agustus 2026.
Bagi Mutiara, Paskibra bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler. Dari aktivitas tersebut, ia belajar disiplin, tanggung jawab, serta menjaga sikap dalam keseharian.
"Kalau di Paskibra memang dilatih kedisiplinan. Selalu disiplin dan selalu menerapkan attitude yang sangat baik," ujarnya.
Pengalaman tersebut juga membentuk kemampuan Mutiara dalam mengatur waktu. Sebab, aktivitas Paskibra harus berjalan beriringan dengan kewajibannya sebagai pelajar.
Menurutnya, kunci menjalani keduanya adalah manajemen waktu.
Saat kegiatan sekolah dan latihan berlangsung sejak pagi hingga sore, ia memanfaatkan waktu malam untuk mengerjakan tugas.
"Kalau menurut saya, terpenting manajemen waktu. Jadi, pintar-pintar membagi waktu saja," katanya.
Saat mengikuti seleksi Paskibraka Kota Surabaya, salah satu tahapan yang paling berat baginya adalah tes kesamaptaan.
Tes tersebut meliputi sejumlah latihan fisik, seperti lari, push-up, sit-up, dan back-up.
"Lari saya agak kurang. Jadi, persiapannya dengan memperbanyak latihan," ujarnya.
Mutiara menilai pengalaman di Paskibra akan menjadi bekal ketika menekuni profesi sebagai akuntan.
Disiplin, ketelitian, dan fokus yang dibentuk selama mengikuti Paskibra dinilai relevan dengan dunia akuntansi.
"Kalau di akuntan saya bisa lebih disiplin dan lebih teliti dan fokus juga," tuturnya.
Mutiara mendapat dukungan penuh dari sekolah dan keluarganya. Sang ibu, Minarti, mengaku awalnya sempat khawatir aktivitas Paskibra mengganggu pendidikan putrinya.
"Saya dulu pernah melarang karena takut pelajarannya terganggu. Saya bilang, kalau nilaimu jelek, keluar dari Paskib," ujar Minarti.
Namun, kekhawatiran tersebut justru terjawab dengan perkembangan akademik Mutiara. Saat SMP, nilai-nilainya justru meningkat ketika ia aktif di Paskibra.
Bahkan, Mutiara dipercaya menjadi ketua umum Paskibra di SMPN 58 Surabaya.
"Dia menunjukkan tambah lebih bagus lagi nilainya. Sekolah tidak pernah ketinggalan, Paskib juga jalan. Berarti dia sudah amanah, sudah tanggung jawab dengan keputusannya," kata Minarti.
Minarti mengatakan, putrinya yang merupakan bungsu dari tiga bersaudara memang telah menyukai kegiatan baris-berbaris sejak SMP. Ia juga kerap mengikuti berbagai perlombaan Paskibra.
Menurut Minarti, aktivitas tersebut menjadi cara Mutiara menyalurkan hobinya ke kegiatan yang positif.
"Yang penting positif. Bisa menyalurkan hobi yang positif daripada ke mana-mana. Kalau di situ dia sudah positif ikut Paskib, sudah capek, tidak ke mana-mana," ujarnya.
Setelah dinyatakan lolos seleksi Paskibraka Kota Surabaya, Mutiara menjadi orang pertama yang menyampaikan kabar tersebut kepada ibunya.
"Alhamdulillah, impian tercapai," kata Minarti mengenang reaksi dirinya saat mengetahui putrinya lolos.
Sementara itu, Panitia Seleksi sekaligus Staf Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Surabaya, Mustain, mengatakan peserta yang lolos seleksi tingkat kota akan mengikuti rangkaian pelatihan.
Pada Juli 2026, peserta terlebih dahulu mengikuti pra-pelatihan selama sekitar empat hari untuk mengenalkan dasar-dasar Paskibraka.
Selanjutnya, pemusatan pelatihan dimulai ketika memasuki Agustus 2026. Dalam pemusatan pelatihan, peserta menjalani kegiatan secara terstruktur sejak pagi.
Mereka mengawali hari dengan ibadah, dilanjutkan olahraga atau aerobik bersama, kemudian latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) hingga sore.
"Setelah itu mereka kembali ke tempat penginapan, melanjutkan pembersihan diri. Malamnya mereka mendengarkan materi dari narasumber berbagai instansi sebagai bekal mereka," kata Mustain.
Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut memperkuat karakter disiplin para peserta.
"Selain soal kecakapan baris-berbaris, para peserta memang juga diajarkan soal kedisiplinan hingga tanggung jawab. Karenanya, kegiatan ini juga melibatkan pelatih dari lintas instansi, termasuk dari TNI," kata Mustain.