Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) - Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Pekerja Migran Indonesia Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Abri Danar Prabawa menyatakan Jawa Timur memiliki modal besar sebagai salah satu pusat penyiapan pekerja migran Indonesia (PMI) berkualitas dengan SMK Go Global.
"Jawa Timur memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat penyiapan pekerja migran berkualitas. Jumlah lembaga vokasi dan SMK yang besar menjadi kekuatan yang perlu dioptimalkan," katanya dalam keterangan di Surabaya, Kamis.
Abri menuturkan jumlah lembaga vokasi dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang besar di Jatim yakni lebih dari 2.000 lembaga harus dioptimalkan untuk menjadi pusat pengembangan PMI yang memiliki kualitas tinggi.
Dalam hal ini, kata dia, program SMK Go Global merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing dan terserap di pasar kerja internasional.
Abri mengatakan program tersebut tidak dapat berjalan sendiri karena pemerintah pusat perlu bersinergi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga vokasi, SMK dan LPK untuk membangun ekosistem yang terintegrasi mulai dari pemetaan calon tenaga kerja, pelatihan hingga sertifikasi.
Terlebih untuk Jawa Timur, ia menyebutkan masih ada sejumlah aspek yang perlu diperkuat terutama kompetensi spesifik, sertifikasi, dan kemampuan bahasa asing yang bisa semakin mendukung pekerja migran mampu naik kelas menjadi tenaga profesional dengan kompetensi yang diakui di negara tujuan.
“Kita harus membangun ekosistem yang satu. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kita perlu bekerja bersama untuk menyiapkan SDM yang kompetensinya sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global,” ujarnya.
Oleh sebab itu, lanjut Abri, pemetaan kompetensi akan diarahkan untuk mengetahui jumlah masyarakat yang berminat bekerja ke luar negeri, bidang pekerjaan yang diminati, serta kompetensi yang telah dimiliki.
"Data tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan pelatihan dan peningkatan kompetensi," katanya.
Melalui SMK Go Global, Jawa Timur diharapkan tidak hanya menjadi daerah pemasok pekerja migran tetapi berkembang sebagai pusat penyiapan tenaga kerja terampil yang mampu memenuhi kebutuhan industri internasional.
"Sinergi pendidikan vokasi, lembaga pelatihan, sertifikasi, pemerintah dan dunia usaha menjadi fondasi untuk memastikan tenaga kerja yang dikirim benar-benar kompeten, legal, dan siap bersaing di pasar global," kata Abri.





