Jakarta (ANTARA) - Kehadiran jembatan di Desa Ridomanah mempermudah aktivitas warga, terutama petani untuk membawa hasil panen, yang sebelumnya harus menggunakan rakit hingga berenang untuk menyeberangi sungai menuju sawah dan ladang.
"Petani-petani sebelum ada jembatan kan suka nyebrang-nyebrang pakai galon-galon atau bikin sendiri, inisiatif buat nyebrang bawa padi warga sini. Tapi alhamdulillah sekarang mah bisa dilalui motor, jadi lebih gampang, praktis," kata warga Desa Ridomanah, Evi Sri Rahayu, dikutip dari keterangan pers BPMI Sekretariat Presiden di Jakarta, Kamis.
Evi mengatakan jembatan tersebut membuat perjalanan warga menjadi lebih singkat dan juga mempermudah pergerakan hasil pertanian dan membuka peluang bagi peningkatan perekonomian masyarakat.
"Harapan ke depannya bisa lebih maju perekonomian warga bisa lebih gampang lagi, bisa dilalui dengan motor. Kemarin-kemarin kan nyebrang lewat jalur bawah, tapi sekarang alhamdulillah," ujarnya.
Warga Desa Ridogalih, Maryati, juga merasakan perubahan setelah jembatan dibangun. Ia mengenang ketika warga harus menggunakan eretan atau rakit bambu sederhana untuk mencapai wilayah di seberang sungai.
"Untuk Bapak Presiden, kami selaku warga desa sini mengucapkan banyak terima kasih atas jembatan diresmikannya untuk fasilitas warga ke sawah, ke ladang gitu kan, sangat membantu sekali. Terima kasih," ucap Maryati.
Bagi petani Desa Ridomanah, Iman, keberadaan jembatan mengakhiri kesulitan yang selama bertahun-tahun dihadapi warga ketika hendak menyeberangi sungai, terutama saat banjir.
"Dulu waktu belum ada jembatan kadang-kadang pakai getek pak, rakit. Kadang-kadang kalau lagi musim banjir itu rakit lepas dari ini. Jadi, masyarakat itu kalau nyebrang kadang-kadang renang sendiri pak. Sulitlah," katanya.
Iman mengatakan jembatan tersebut kini membuat warga dapat menyeberangi sungai dengan lebih mudah dan aman setelah sebelumnya sungai menjadi hambatan dalam aktivitas mereka.
"Sekarang alhamdulillah adanya jembatan ini saya sangat bersyukur sekali. Alhamdulillah," katanya.
Perubahan yang dirasakan warga Desa Ridomanah dan Desa Ridogalih tersebut menjadi bagian dari manfaat pembangunan 3.395 jembatan TNI-Polri yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto secara hibrida melalui konferensi video, Kamis.
Bagi warga, keberadaan jembatan menjadi akses penghubung antarkawasan serta mendukung aktivitas pertanian dan mobilitas masyarakat yang sebelumnya bergantung pada rakit sederhana untuk menyeberangi sungai.





