Rakor Penanganan Karhutla di Banjarbaru, Wali Kota Lisa Halaby Tekankan Koordinasi Lintas Instansi
Ratino Taufik August 13, 2026 07:51 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banjarbaru 2026 di Hotel Roditha, Kamis (13/8/2026).

Rakor digelar dengan fokus pembahasan deteksi dini penanganan darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kekeringan.

Selain itu, rakor bersama forkopimda ini juga membahas antisipasi potensi konflik sosial serta pengawalan program prioritas visi misi daerah.

Selaim Wali Kota, kegiatan ini juga dihadiri Ketua DPRD Banjarbaru, Muhammad Syahrial, Kapolres Banjarbaru, AKBP Pius X Febry Aceng Loda, Komandan Kodim 1006/Banjar, Letkol Inf B.P Prabujaya.

Hadir juga Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarbaru, Tariwondo, Kepala Pengadilan Negeri (PN) Banjarbaru, Agus Safuan Amijaya, serta sejumlah kepala dinas dan pihak terkait lainnya.

Wali Kota Lisa Halaby mengatakan cukup banyak pembahasan terkait berbagai isu yang berkembang dan permasalahan di kota Banjarbaru.

Salah satu dan yang paling krusial adalah permasalahan karhutla yang belakangan sering terjadi di Banjarbaru saat memasuki musim kemarau 2026.

"Hari ini kita membahas banyak isu-isu, persoalan-persoalan yang ada di Banjarbaru. Yang paling terpenting adalah kita membahas karhutla yang ada di Banjarbaru," kata Lisa.

Rakor Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banjarbaru 2026 01
Rakor Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banjarbaru 2026 di Hotel Roditha, Kamis (13/8/2026)

Ia mengatakan, langkah penanganan bencana karhutla yang dilakukan mencakup koordinasi lintas instansi serta pelaksanaan patroli rutin di lapangan.

"Saat ini kabupaten sebelah juga sama, dan masyarakat juga banyak yang terdampak apa, saluran-saluran air terhambat, tapi kita tetap melakukan penanganan di lapangan," ujar Wali Kota.

Di sisi lain, Kepala BPBD Banjarbaru, Zaini mengatakan per tanggal 13 Agustus 2026, telah terjadi 130 kali kejadian karhutla di wilayah Banjarbaru sejak awal tahun 2026.

Akibat dari karhutla itu, luas lahan yang terbakar di ibu kota provinsi Kalimantan Selatan ini trlah mencapai 700 hekatre lebih.

“Kami tiap hari update karena setiap hari kejadian terus, jadi sesuai yang disampaikan tadi luasanya 705 hekatre dari 130 kejadian (karhutla). Itu didominasi di kecamatan Landasan Ulin,” katanya.

Zaini mengatakan, sesuai arahan dari Wali Kota, BPBD Banjarbaru bersama relawan dan stekholder terkait untuk melakukan patroli di wilayah yang rawan karhutla. (AOL)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.