Hanya 76 Hewan Divaksin di Desa Gunaksa Bali, Bupati Klungkung Dorong Vaksinasi Rabies Diperluas
Putu Dewi Adi Damayanthi August 13, 2026 08:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Upaya mencegah penyebaran rabies di Kabupaten Klungkung dinilai perlu dilakukan secara konsisten, bukan hanya saat layanan vaksinasi digelar. 

Pemerintah daerah mendorong agar vaksinasi hewan penular rabies (HPR), terutama anjing dan kucing, menjangkau lebih banyak desa.

Hal itu disampaikan Bupati Klungkung, I Made Satria, saat meninjau layanan sterilisasi dan vaksinasi gratis HPR di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Bali, Kamis 13 Agustus 2026.

Menurut Satria, keterlibatan pemilik hewan menjadi salah satu faktor penting dalam pencegahan rabies. 

Baca juga: Gianyar Bali Kejar Target Bebas Rabies 2028, Kini Vaksinasi Anjing Sudah Tembus 93,48 Persen

Vaksinasi perlu dilakukan secara rutin karena risiko penularan tidak hanya bergantung pada penanganan saat terjadi kasus gigitan.

Ia meminta layanan serupa tidak terpusat di satu wilayah, tetapi dilaksanakan secara berkelanjutan hingga tingkat desa dan kelurahan.

“Mari bersama-sama mengikuti vaksinasi sebagai langkah utama mencegah rabies. Ke depan, kegiatan ini agar terus berlanjut dan rutin dilaksanakan di setiap desa dan kelurahan di Kabupaten Klungkung,” kata Satria.

Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, Ni Luh Made Ariyati, menyebut pelaksanaan vaksinasi di Gunaksa sekaligus menjadi upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan peliharaan.

Namun, jumlah hewan yang mengikuti vaksinasi masih relatif rendah dibandingkan dengan kuota yang disediakan.

Di Balai Desa Gunaksa, dari sekitar 300 dosis vaksin yang tersedia, baru 76 hewan yang telah divaksin. 

Sementara itu, terdapat 25 hewan yang didaftarkan untuk mengikuti sterilisasi.

Kondisi serupa terjadi di Banjar Babung, Desa Gunaksa. 

Dari kuota sekitar 300 dosis, baru 15 hewan yang mendapatkan vaksinasi dan delapan hewan didaftarkan untuk sterilisasi.

Ariyati mengatakan masih tersedianya kuota tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk membawa hewan peliharaan mereka mendapatkan vaksinasi.

Selain vaksinasi, pemerintah juga mendorong sterilisasi sebagai bagian dari pengendalian populasi hewan penular rabies. 

Edukasi kepada pemilik hewan turut diperlukan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat ketika terjadi gigitan.

"Kami berharap masyarakat tidak menunggu sampai muncul kasus rabies untuk mulai memperhatikan kesehatan hewan peliharaan," tegasnya. (mit)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.