Laporan Wartawan TribunJatim.com, Galih Lintartika
TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN – Upaya meredakan ketegangan antarsuporter klub sepak bola dilakukan Polda Jawa Timur bersama Polres Pasuruan dengan mempertemukan keduanya dalam forum silaturahmi dan dialog.
Pertemuan digelar di RM Sri Istana Ayam Goreng, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (12/8/2026) malam.
25 perwakilan dari kelompok suporter pertama dan 30 perwakilan kelompok suporter lainnya hadir dalam pertemuan tersebut.
Forum ini menjadi ruang untuk membangun komunikasi setelah terjadi kerusuhan saat perayaan HUT salah satu kelompok suporter di wilayah Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.
Dirintelkam Polda Jatim Kombes Pol Bondan Witjaksono mengatakan, pertemuan tersebut diharapkan jadi langkah awal membangun hubungan yang lebih baik antarkelompok suporter.
Ia mengajak seluruh elemen suporter bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas Jawa Timur, terlebih menjelang berbagai agenda besar yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar.
“Jogo Jawa Timur. Kami berharap seluruh elemen suporter ikut menjaga situasi tetap kondusif,” ujar Bondan.
Baca juga: Ada Klaim Relawan Sound Horeg Dukung Gibran di Pilpres 2029, Pengusaha Pasuruan Tegas Tak Berpolitik
Bondan juga mengingatkan besarnya pengaruh media sosial terhadap dinamika kelompok suporter.
Informasi yang belum terverifikasi maupun provokasi dapat menyebar dengan cepat dan memicu emosi massa.
Karena itu, tokoh dan komunitas suporter diminta aktif memberikan pemahaman kepada anggotanya agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang beredar.
Pesan serupa disampaikan Kapolresta Malang Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi Sukarno.
Ia menilai seluruh kelompok suporter merupakan bagian dari masyarakat Jawa Timur yang memiliki tanggung jawab bersama menjaga keamanan daerah.
Baca juga: Jalur Bangil–Sukorejo Kini Lebih Terang, Pemkab Pasuruan Pasang 385 PJU Smart System
Menurutnya, komunikasi harus terus dibangun agar konflik tidak berkembang dan tidak diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono menjelaskan, kepolisian sebelumnya sudah melakukan pengamanan terhadap pergerakan rombongan suporter sebelum terjadi insiden Sukorejo.
Namun, gesekan di lapangan tetap terjadi hingga mengakibatkan kerusakan terhadap kendaraan dinas kepolisian.
Salah satu kendaraan bahkan terbakar dalam insiden tersebut.
Harto memastikan proses hukum terhadap dugaan tindak pidana yang terjadi tetap berjalan.
Penegakan hukum akan diarahkan kepada individu yang terbukti melakukan pelanggaran, bukan kepada kelompok suporter secara keseluruhan.
“Yang melakukan tindak pidana akan kami proses secara profesional,” tegasnya.
Momentum itu, kata dia, menjadi penegasan bahwa perbedaan dukungan dalam sepak bola tidak seharusnya berkembang menjadi permusuhan di luar lapangan.
Sikap tersebut mendapat dukungan dari perwakilan kedua kelompok suporter.
Mereka sama-sama mendorong agar komunikasi di tingkat akar rumput diperkuat untuk mencegah terjadinya gesekan serupa.
Tokoh dari salah satu kelompok suporter, Tedi Kresna, menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong perdamaian.
Sementara perwakilan kelompok lainnya, Reza, mengaku prihatin atas insiden yang terjadi di Sukorejo.
Ia berharap komunikasi antarsuporter dapat terus dilakukan, tidak hanya ketika terjadi persoalan.
Sebagai langkah antisipasi, Polda Jatim bersama Polres jajaran juga menyiapkan pola pengamanan terhadap kegiatan yang melibatkan massa suporter.
Pengaturan jalur pergerakan dan pengawalan rombongan akan diperketat untuk mencegah terjadinya gesekan.