TRIBUNJATIM.COM - Kabar mengenai rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 masih belum menemukan kepastian.
Pemerintah hingga kini belum menetapkan kapan seleksi CPNS tahun ini akan mulai dibuka.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Rini Widyantini meminta masyarakat yang menantikan pembukaan seleksi untuk bersabar.
Pemerintah masih melakukan pemetaan kebutuhan aparatur di berbagai instansi sebelum memutuskan adanya rekrutmen baru.
Hal tersebut disampaikan Rini saat ditemui Tribun Jabar di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (12/8/2026).
Menurut Rini, pembukaan seleksi CPNS tidak dapat dilakukan secara terburu-buru.
Pemerintah perlu memastikan jumlah aparatur yang benar-benar dibutuhkan setiap instansi sekaligus menyesuaikannya dengan kemampuan anggaran negara.
Selain jumlah formasi, kebutuhan kompetensi juga menjadi pertimbangan penting.
Pemerintah harus melihat jenis keahlian yang diperlukan agar pegawai yang nantinya direkrut benar-benar sesuai dengan kebutuhan masing-masing instansi.
Dengan demikian, masyarakat diminta tidak terburu-buru mempercayai informasi mengenai jadwal maupun formasi CPNS 2026 sebelum ada pengumuman resmi dari pemerintah.
Sampai saat ini, pemerintah masih menyelesaikan proses pemetaan tersebut sebelum menentukan langkah selanjutnya terkait kemungkinan pembukaan rekrutmen CPNS 2026.
"Pemetaan potensi, kalau membuka CPNS itu tidak ujug-ujug membuka, tapi melihat kekuatan fiskal dan pemetaan kompetensinya yang dibutuhkan, jadi mohon waktu," kata Rini, melansir Tribun Jabar.
Baca juga: Soal Rekrutmen CPNS dan PPPK 2026 di Sampang, BKPSDM: Jadi Kewenangan Pusat
Baca juga: Kapan CPNS 2026 Dibuka? ini Penjelasan BKN soal Jadwal dan Bocoran 160 Ribu Formasi
Dengan demikian, meskipun peluang rekrutmen CPNS 2026 masih terbuka, pemerintah belum memberikan kepastian mengenai waktu pendaftarannya.
Menurut berbagai sumber, sebelumnya, Rini juga menyampaikan bahwa Kementerian PANRB telah melakukan pemetaan kebutuhan kompetensi jabatan dari instansi pemerintah sebagai salah satu dasar penyusunan formasi CPNS 2026.
Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait perhitungan anggaran dan kesiapan fiskal untuk rekrutmen tersebut.
Tahapan tersebut menjadi penting karena pembukaan seleksi CPNS harus disesuaikan dengan kebutuhan riil aparatur dan kemampuan keuangan negara.
Baca juga: Daftar 29 Sekolah Kedinasan Gratis yang Setelah Lulus Bisa Jadi CPNS, dari STIP hingga IPDN
Sebelumnya wacana pembukaan seleksi CPNS 2026 sebenarnya telah mencuat sejak awal tahun.
Pemerintah bahkan sempat memberi sinyal akan membuka sekitar 160.000 formasi pada tahun ini.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengatakan bahwa jumlah tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pengisian posisi aparatur sipil negara (ASN) yang pensiun sepanjang 2025.
"Mudah-mudahan, mudah-mudahan," ujar Rini saat ditanya mengenai peluang pembukaan sekitar 160.000 formasi CPNS di Gedung Kementerian PANRB, Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Rini menjelaskan, pemerintah telah memetakan kebutuhan ASN berdasarkan data pegawai yang memasuki masa pensiun.
"Kami sudah ada datanya, sekitar 160 ribu, begitu ya," katanya.
Saat itu, Rini juga mengungkapkan bahwa Kementerian PANRB telah mengajukan kebutuhan anggaran kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mendukung pelaksanaan seleksi CPNS 2026.
Meski demikian, hingga akhir Juli 2026 pemerintah belum mengumumkan secara resmi jadwal maupun jumlah formasi yang akan dibuka.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Tribunjatim.com