TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memiliki dua bus listrik baru. Dua bus listrik tersebut merupakan hasil kolaborasi UNY dengan PT. VKTR Teknologi Mobilitas, Tbk.
Direktur Direktorat Prasarana Sarana dan Aset UNY Prof. Slamet Widodo mengatakan penggunaan bus listrik merupakan bagian dari upaya UNY menciptakan lingkungan kampus yang lebih hijau dan meningkatkan kenyamanan mobilitas sivitas akademika.
Pemanfaatan bus listrik ini sekaligus memperkuat komitmen UNY dalam mewujudkan kampus yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Bus listrik ini memang merupakan salah satu program prioritas sebagai sarana mobilitas civitas akademika kampus yaitu dengan peremajaan shuttle bus, sekaligus berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan” katanya, Kamis (13/8/2026).
Bus yang bertenaga listrik 210 KwH tersebut memiliki kapasitas hingga 30 penumpang. Dalam satu kali pengisian daya penuh, bus tersebut dapat melaju sejauh 350 kilometer.
Kehadiran bus ini diharapkan mendukung mobilitas sivitas akademika sekaligus menjadi sarana edukasi penerapan teknologi transportasi ramah lingkungan.
"Penggunaan bus listrik VKTR ini sekaligus memberikan pengalaman mobilitas yang lebih nyaman bagi sivitas akademika. Tentunya juga menjadi upaya UNY dalam mendukung penggunaan produk dalam negeri karena TKDN-nya sudah 40 persen, dan tidak kalah dari produk luar," terangnya.
Ia pun berharap pengadaan bus listrik ini dapat berlanjut pada kolaborasi selanjutnya, seperti riset pengembangan produk. Hal ini juga sejalan dengan komitmen UNY untuk mendorong penerapan teknologi ramah lingkungan serta mendukung transisi energi, pengurangan emisi, dan pencapaian pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, A. Ardiansyah Bakrie menambahkan kolaborasi dengan UNY menunjukkan produk manufaktur dalam negeri mampu menjawab kebutuhan mobilitas institusi dengan solusi yang efisien, andal, dan berkelanjutan.
“Kami berharap kehadiran bus listrik ini tidak hanya mendukung operasional kampus, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia," imbuhnya. (maw)