SURYA.CO.ID, KEDIRI - Penantian panjang masyarakat pedesaan di Kabupaten Kediri untuk menikmati fasilitas infrastruktur penyeberangan yang layak akhirnya berbuah manis.
Sinergi kuat antara TNI Angkatan Darat, pemerintah daerah, dan warga setempat sukses memotong keterisolasian akses jalan antarwilayah yang selama ini menyulitkan mobilitas harian.
Peresmian fasilitas penyeberangan baru itu tidak sekadar menyambungkan rute darat, melainkan menjadi angin segar bagi kebangkitan ekonomi sektor pertanian.
Warga kini dapat mengangkut hasil panen secara lebih efisien dan aman tanpa harus menempuh rute memutar yang menyita banyak waktu serta biaya.
Baca juga: Kisah Marvel Bocah SD yang Rawat Ibu Lumpuh Seorang Diri Sambil Tetap Sekolah, Kini Didukung Bupati
Sebanyak sembilan dari 14 titik pembangunan jembatan perintis di wilayah Kodim 0809 Kediri telah rampung 100 persen dan resmi dapat dimanfaatkan masyarakat.
Infrastruktur itu diharapkan membuka akses antardesa sekaligus memperkuat aktivitas perekonomian warga.
Salah satu jembatan yang kini resmi digunakan adalah Jembatan Perintis Garuda Merah Putih yang menghubungkan Desa Pandantoyo dengan Desa Ngancar di Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri.
Jembatan itu diresmikan pada Kamis (13/8/2026) siang pukul 14.00 WIB, bersamaan dengan peresmian serentak sejumlah jembatan yang dilakukan Presiden.
Di Kabupaten Kediri sendiri terdapat dua titik yang turut diresmikan, yakni di Kecamatan Kandangan dan Kecamatan Ngancar.
Komandan Kodim (Dandim) 0809 Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah mengatakan, dari total 14 titik pembangunan jembatan di wilayah Kodim 0809 Kediri, sembilan jembatan telah selesai sepenuhnya.
"Sembilan titik sudah selesai 100 persen dan sudah bisa dimanfaatkan oleh warga masyarakat sekitar," jelas Dhavid.
Sembilan jembatan itu terdiri atas empat jembatan beton, tiga jembatan perintis atau jembatan gantung, serta dua jembatan Aramco.
Menurut Dhavid, pembangunan jembatan akan terus dilakukan sepanjang masih terdapat kebutuhan masyarakat terhadap akses penghubung, baik antardesa maupun antarkecamatan.
Program itu merupakan bagian dari upaya TNI Angkatan Darat membantu masyarakat dalam penyediaan infrastruktur.
Pembangunan dilakukan secara swakelola dan padat karya dengan melibatkan warga di sekitar lokasi.
Dhavid menjelaskan, pembangunan jembatan itu merupakan program yang diperintahkan Presiden dan dilaksanakan melalui sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah serta masyarakat.
Secara nasional, terdapat 3.395 jembatan yang diresmikan.
Jumlah itu terdiri dari 3.000 jembatan yang dibangun Angkatan Darat dan 395 jembatan yang dibangun Kepolisian.
"Program jembatan ini bukan proyek pemerintah, tapi ini merupakan pekerjaan kita atas perintah Presiden yang diberikan kepada kita dan warga masyarakat secara swakelola, padat karya. Jadi kita antara TNI dengan masyarakat," tegasnya.
Dhavid menyebut pembangunan infrastruktur itu menggunakan pendekatan dari bawah ke atas atau bottom-up.
Artinya, laporan dan usulan dari masyarakat menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan pembangunan jembatan di suatu wilayah.
Baca juga: Buka Sekolah Prameswati, Wali Kota Kediri Dorong Remaja Putri Percaya Diri
Karena itu, keberadaan jembatan diharapkan tidak sekadar menjadi akses fisik, tetapi mampu memberikan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat, mulai dari memperlancar mobilitas hingga mendukung kegiatan ekonomi desa.
Selain pembangunan jembatan, Dhavid mengatakan TNI Angkatan Darat juga memiliki sejumlah program yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Salah satunya penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor maupun sistem pompa hidram.
"Air adalah sumber kehidupan, sehingga multiplier effect-nya ke depan kebutuhan air bisa untuk MCK, bisa untuk pertanian, perkebunan, itu berawal dari air," tuturnya.
Khusus Jembatan Garuda Merah Putih, Dhavid berharap infrastruktur itu dapat memberikan dampak positif bagi sekitar 11 ribu warga di wilayah Desa Ngancar dan Pandantoyo, terutama dalam memperlancar hubungan sosial dan kegiatan perekonomian.
"Jembatan ini sudah ditunggu selama kurang lebih empat tahun. Kami berharap jembatan ini bermanfaat dan bisa dimanfaatkan untuk warga masyarakat. Tolong dijaga, ini milik warga masyarakat sekitar Ngancar," pungkasnya.
Baca juga: Ribetnya Pembersihan Cat Vandalisme Cikar Mbah Gleyor di Kediri, Tak Sembarangan Tangani Kayu 1 Abad
Sementara itu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito mengatakan, keberadaan Jembatan Garuda Merah Putih menjadi akses penting bagi masyarakat Desa Pandantoyo dan Desa Ngancar, terutama untuk mendukung aktivitas usaha tani.
"Alhamdulillah hari ini diresmikan Jembatan Garuda Merah Putih yang menghubungkan antara Desa Pandantoyo dengan Desa Ngancar. Ini jembatan yang digunakan untuk usaha tani," kata Mas Dhito.
Menurutnya, jembatan itu tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga diharapkan dapat memberikan dampak terhadap aktivitas perekonomian masyarakat.
Terlebih, akses itu telah lama dinantikan warga.
Mas Dhito juga menyampaikan adanya usulan perbaikan ruas jalan sepanjang kurang lebih 450 meter yang disampaikan kepala desa.
Pemkab Kediri akan membantu perbaikan itu melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK).
"Semoga jalan, jembatan yang sudah diresmikan ini bermanfaat. Dan tadi ada ruas kurang lebih 450 meter yang diminta oleh Bu Kades untuk diperbaiki, diperkuat. Kita akan berikan nanti, kita bantu, BKK sifatnya," ucapnya.