Liputan6.com, Jakarta - Penerbit stablecoin Tether mengumumkan telah menyelesaikan audit keuangan penuh pertamanya. Firma akuntansi global KPMG yang termasuk kelompok Big Four disebut memberikan opini wajar tanpa modifikasi atas hasil audit tersebut.
Dikutip dari CoinMarketCap, Jumat (14/8/2026), Tether menyebut pencapaian ini sebagai audit keuangan perdana terbesar dalam sejarah dan menilainya sebagai tonggak penting dalam upaya jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan transparansi.
Audit ini merupakan kelanjutan dari langkah Tether sebelumnya yang menunjuk firma Big Four untuk melakukan pemeriksaan independen. Saat itu perusahaan menyatakan keterlibatan KPMG akan membantu menetapkan standar kualitas baru bagi ekonomi aset digital.
Dengan selesainya audit tersebut, Tether menyatakan telah memenuhi komitmen yang sebelumnya diumumkan kepada publik. Audit itu juga mencakup penandatanganan laporan keuangan Tether tahun 2025 oleh KPMG.
Dalam praktik akuntansi, opini wajar tanpa modifikasi atau clean opinion menunjukkan auditor menilai laporan keuangan telah disajikan secara wajar dan sesuai dengan kerangka pelaporan yang berlaku.
Namun, opini tersebut tidak berarti auditor memberikan dukungan menyeluruh terhadap model bisnis perusahaan atau seluruh aset yang dimilikinya di luar ruang lingkup laporan keuangan yang diperiksa.
Pembaca perlu memandang opini ini sebagai penilaian auditor terhadap laporan keuangan yang diaudit, bukan sebagai jaminan atas kinerja perusahaan di masa depan.

Pencapaian ini dinilai penting karena Tether selama bertahun-tahun menghadapi sorotan terkait cadangan aset yang menopang stablecoin USDT.
Selesainya audit penuh yang disertai opini wajar tanpa modifikasi dinilai menjawab sebagian pertanyaan mengenai tingkat transparansi dan kredibilitas perusahaan dalam mengelola cadangan tersebut.
Audit ini mencakup kondisi keuangan yang mendukung stablecoin USDT dengan nilai sekitar US$ 180 miliar.
Tonggak baru tersebut hadir di tengah ekspansi bisnis Tether ke berbagai produk baru. Salah satu langkah terbaru perusahaan adalah memperoleh sertifikasi syariah untuk token berbasis emas yang diterbitkannya.
Bagi pelaku pasar yang mengikuti perkembangan stablecoin, audit penuh pertama dari firma Big Four seperti KPMG dapat menjadi indikator penting untuk menilai praktik keterbukaan informasi dan pelaporan keuangan penerbit stablecoin.
Langkah ini juga berpotensi meningkatkan kepercayaan investor institusional maupun regulator terhadap standar pengungkapan yang diterapkan dalam industri aset digital yang terus berkembang pesat.