TRIBUNNEWS.COM - Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi, India, memiliki satu modal menarik yang bisa menjadi gambaran persaingan dari hasil India Open 2026 yang digelar di venue yang sama.
India Open 2026 berlangsung pada Januari lalu di Indira Gandhi Sports Complex yang kini jadi panggung pertarungan para elite dunia dalam Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Terlepas dari sejumlah kontroversi soal kondisi venue, pengalaman tampil di arena tersebut dapat menjadi keuntungan bagi para pemain yang sudah mengenal karakter lapangan.
Salah satu pemain yang menarik perhatian adalah tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, yang berhasil ke final India Open 2026 meski akhirnya harus puas menjadi runner-up.
Hasil tersebut setidaknya menjadi catatan positif bagi Jonatan menuju Kejuaraan Dunia karena ia memiliki pengalaman bertanding di arena yang sama beberapa bulan sebelumnya.
Selain Jojo, sektor ganda campuran dan ganda putra menyimpan cerita menarik karena finalis India Open 2026 menghadirkan sejumlah nama yang berpotensi kembali membuat kejutan di Kejuaraan Dunia.
Baca juga: Kejuaraan Dunia BWF 2026: Mental Jadi Pembeda, Statistik Saja Tak Cukup untuk Jadi Juara
Persaingan ganda campuran di India Open 2026 menarik perhatian karena tidak ada satu pun wakil China yang menghiasi daftar finalis turnamen Super 750 tersebut.
Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran dari Thailand akhirnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan pasangan veteran Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje.
Kondisi tersebut menjadi sorotan karena dua pasangan China yang selama ini menjadi kekuatan utama, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping dan Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, gagal ke final.
Feng/Huang dikalahkan oleh Dechapol/Supissara sedangkan Mathias/Boje sukses membungkam Jiang/Wei di babak semifimal India Open 2026 lalu.
Jika hasil tersebut dijadikan gambaran awal, absennya dominasi China dapat menjadi peluang bagi delegasi negara lain untuk berburu gelar Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Terlebih, China menjadi juara dunia ganda campuran pada edisi 2025 melalui Guo Xin Wa/Chen Fang Hui. Praktis persaingan tahun ini berpotensi menghadirkan tantangan berbeda.
Selain itu, Dechapol/Supissara dan Mathias/Boje memiliki modal tambahan berupa pengalaman tampil di venue yang sama jika kembali melangkah jauh di Kejuaraan Dunia.
Sementara itu, sektor ganda putra menghadirkan catatan berbeda karena pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, kala itu tak ikut serta.
Kim/Seo sebenarnya telah mendaftarkan diri untuk turnamen tersebut, tetapi memilih mundur setelah Seo mengalami cedera bah sebagaimana mengutip laporan Yonhap.
Hal itu yang membuat final India Open 2026 ganda putra mempertemukan pasangan China, Liang Wei Keng/Wang Chang, dengan wakil Jepang, Hiroki Midorikawa/Kyohei Yamashita.
Liang/Wang berhasil keluar sebagai juara, sedangkan Midorikawa/Yamashita harus puas menjadi runner-up setelah melesat hingga partai puncak.
Capaian tersebut tentu bisa menjadi modal psikologis bagi Midorikawa/Yamashita jika mereka mampu kembali tampil di level yang sama dalam Kejuaraan Dunia BWF 2026.
Meski tidak tampil di India Open, Kim/Seo tetap menjadi ancaman serius karena pasangan Korea berstatus sebagai juara bertahan Kejuaraan Dunia.
Di sisi lain, Fajar Alfian/Shohibul Fikri yang mampu menaklukkan Kim/Seo dalam dua turnamen terakhir juga tidak ambil bagian di India Open 2026.
Dengan demikian, hasil India Open 2026 memang tidak bisa menjadi patokan mutlak, tetapi pengalaman para finalis di venue yang sama dapat menjadi modal berharga.
(Tribunnews.com/Niken)