Presiden Prabowo Subianto Diingatkan Salat Jumat Saat Pidato Kenegaraan : PKS Sudah Ngelirik-Lirik
Ardhi Sanjaya August 14, 2026 03:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan di acara Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat pada Jumat (14/8/2026). Di sela pidatonya, Prabowo dikejar waktu untuk salat Jumat.

Ia beberapa kali diingatkan soal waktu adzan yang akan segera berkumandang.

Presiden Prabowo Subianto mulai pidato pukul 09.50 WIB.

Dalam pidatonya, Prabowo mengklaim pemerintahannya sudah menjalankan 132 kebijakan transformatif dalam kurun waktu 21 bulan sejak dilantik Oktober 2024 lalu.

Ia memaparkan soal proyek makan bergizi gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, hingga perekonomian.

Prabowo mengatakan kebijakan yang dibuat sebagai perwujudan kerja keras pemerintahannya di Kabinet Merah Putih.

Saat membahas soal digitalisasi program Bantuan Sosial, ia sempat salah sebut.

"Perlindungan sosial kita sadari harus semakin tetap sasaran, mudah, dan berartabat. Per hari ini digitalasi pendaftaran Bantuan Sosial untuk bantuan PHK," katanya.

Namun Prabowo Subianto langsung meralatnya.

"PKH, tadi saya bilang ? Minta maaf, minta maaf, izin minum kopi lagi," katanya.

Setelah meminum kopi, Presiden Prabowo Subianto menyinggung tentang waktu salat Jumat.

"Sembahyang jumat yah ?" katanya.

"PKS udah ngelirik-ngelirik. Sebentar. 7 menit," katanya.

Baca juga: Profil Citra Siswi Sekolah Rakyat Dikagumi Presiden, Prabowo Ucap Pesan: 10 Tahun Lagi Boleh Pacaran

Presiden Prabowo Subianto kembali melanjutkan pidatonya.

Di sela penjelasannya, Prabowo kembali menyinggung waktu salat Jumat.

"Iya saya mengerti, saya juga sudah diingatkan. saat ini 11.40, adzan jumatan 12.00, sebentar lagi," katanya.

Sampai kemudian Presiden Prabowo Subianto menutup pidatonya pukul.11.45 WIB.

"Jam saya 12 kurang 15. Terima kasih, selesai," katanya.

Baca juga: Segera Diresmikan Prabowo, Mensesneg Sebut Perpres Ojol Sudah Tahap Finalisasi

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan soal digitalisas Bantuan Sosial.

Berikut pidato lengkapnya :

"Perlindungan sosial harus semakin tepat sasaran, mudah, dan bermartabat. Per hari ini, digitalisasi pendaftaran bantuan sosial telah berjalan di 143 kabupaten dan kota pada 26 provinsi. Lebih dari 1 juta keluarga telah terdaftar menuju target 12,5 juta keluarga.

Sebelumnya, keluarga tidak mampu dapat mengeluarkan sekitar 150.000 Rupiah untuk perjalanan, dokumen, fotokopi, dan waktu kerja yang hilang. Sekarang pendaftaran dapat dilakukan tanpa biaya, gratis.

Pemeriksaan kelayakan yang sebelumnya dapat memakan waktu 75 sampai 200 hari kini dapat kita selesaikan dalam hitungan menit atau jam. 

Rakyat tidak mampu tidak boleh membayar untuk membuktikan bahwa ia tidak mampu. Rakyat juga tidak boleh berkali-kali menyerahkan data yang sebenarnya sudah dimiliki negara.

Hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan upah sekitar 700 Rupiah per kilogram.

Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya.

Hadir pula Ibu Margarelitha Rohi dari Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sejak kecil ia hidup dalam kesulitan dan tidak pernah mengenyam pendidikan.

Pada usia 38 tahun, ia masih berdagang serta merawat tantenya yang berusia 80 tahun. Bantuan Sosial ATENSI berupa beras dan minyak menjadi penopang keluarganya."

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.