TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang perempuan bernama Florine Gretha mengungkap pengalaman tidak menyenangkan yang dialaminya di Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat.
Florine mengaku direkam diam-diam oleh seorang pria saat berada di area stasiun pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Pengalaman tersebut kemudian dibagikan Florine melalui akun Threads miliknya dan mendapat perhatian publik.
Dalam unggahannya, ia meminta perhatian PT KAI untuk meningkatkan keamanan di transportasi umum agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Ia menceritakan, dirinya bersama dua teman perempuan lainnya baru saja berada di Stasiun Sudirman ketika menyadari ada seorang pria yang diduga merekam salah satu dari mereka.
Saat ditegur, pria tersebut disebut sempat hendak melarikan diri.
Beruntung, teman korban langsung berteriak meminta bantuan petugas keamanan yang berada di pintu tap out.
Mereka kemudian meminta pria tersebut menunjukkan ponselnya untuk memastikan dugaan perekaman tersebut.
Setelah diperiksa, mereka mengaku menemukan video yang merekam temannya.
Pengguna Threads tersebut kemudian menyoroti respons petugas keamanan yang dinilai belum cukup tegas menangani kejadian tersebut.
"'Please hati-hati buat cewek-cewek di transportasi umum dan mohon perhatiannya buat@kai121_ buat ditingkatkan keamanannya supaya hal kayak gini enggak kejadian lagi,” tulisnya di akun threads-nya.
Ia juga mengungkapkan kepanikan yang dirasakan mereka setelah mengetahui adanya dugaan perekaman.
"Miris banget ya jujur kejadian kayak gini di saat kita cewek-cewek bertiga juga panik karena tahu divideokan, satpam @kai121_ juga kok enggak setegas itu buat hadapi hal kayak gini?" tulisnya.
TribunJakarta.com kemudian mengonfirmasi kepada korban terkait dugaan kasus pelecehan tersebut.
Florine menceritakan dirinya saat itu bersama dua orang temannya berjalan menuju pintu tap out.
Saat berjalan, Florine mengaku merasa ada seseorang yang memperhatikannya dari belakang.
Ia kemudian menoleh dan melihat seorang pria sudah memegang ponsel di depan dada.
"Saya bertiga dengan teman saya dan perempuan semua. Pas kami jalan ke arah pintu tap out, saya ngerasa ada yang ngeliatin dari belakang. Kebetulan saya langsung nengok dan pelaku udah stand by dengan hpnya di depan dada," ujar Florine kepada TribunJakarta.com.
Florine kemudian meneriaki pria tersebut karena menduga dirinya sedang direkam.
Pria tersebut disebut sempat mengelak.
Teman Florine kemudian ikut meminta bantuan petugas keamanan di pintu tap out untuk mencegat pria tersebut.
Florine dan teman-temannya kemudian meminta pria tersebut membuka ponselnya untuk memastikan apakah terdapat rekaman mereka.
Setelah diperiksa, mereka akhirnya menemukan video yang diduga merekam Florine dan teman-temannya.
Video tersebut kemudian dihapus.
"Pada akhirnya kami memaksa untuk buka hp si pelaku dan mencari bukti bahwa dia benar-benar memvideokan kami. Akhirnya video tersebut ketemu dan langsung kami hapus," ungkap Florine.
Namun, persoalan tersebut tidak berhenti di situ.
Florine mengaku kecewa dengan respons petugas keamanan di lokasi.
Menurutnya, petugas tidak mengambil tindakan tegas terhadap pria tersebut.
Florine mengatakan dirinya pernah mengetahui adanya kebijakan terkait penanganan pelecehan seksual di layanan KRL.
Karena itu, ia berharap tindakan terhadap pria tersebut lebih tegas.
"Namun dari pengalaman yang saya dan teman-teman saya rasakan tadi, kami merasa bahwa satpam disitu bahkan tidak menindak tegas si pelaku," tulisnya.
Florine juga menyoroti ucapan petugas keamanan yang disebut mengancam akan membawa pria tersebut ke BKO.
"Satpam cuma mengancam 'ente mau dibawa ke bko apa gimana?'," ungkap Florine.
Ia mengaku kecewa karena sebagai perempuan, kejadian tersebut membuat dirinya dan teman-temannya merasa takut dan sedih.
Menurut Florine, pria tersebut pada akhirnya hanya diminta meminta maaf dan kemudian dilepaskan.
"Jujur saya kecewa karena kami sebagai perempuan pasti takut dan sedih pada kejadian itu. Pelaku hanya disuruh untuk minta maaf dan dilepaskan begitu saja," ujarnya.
Pengalaman Florine tersebut kemudian menjadi sorotan setelah dibagikan di media sosial.
Ia berharap kejadian serupa dapat ditangani dengan lebih tegas sehingga penumpang, khususnya perempuan, merasa aman saat berada di area stasiun.