TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Di balik sosoknya yang dikenal sebagai “Rina Imut”, tersimpan perjalanan panjang yang membuat Rina mampu bertahan hingga menyelesaikan pendidikan sarjananya.
Rina sempat viral saat menjadi mahasiswa baru Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari pada 2022.
Sosoknya yang memiliki postur tubuh yang mungil, membuatnya pun menjadi perhatian publik.
Namun, popularitas tersebut bukan satu-satunya cerita dalam perjalanan Rina.
Jauh sebelum dikenal banyak orang, ia pernah menerima perkataan yang meragukan kemampuan dirinya.
Saat duduk di bangku SMP, Rina pernah mendapat ejekan dari orang lain karena tubuhnya yang pendek dan kecil.
Ia bahkan pernah dikatakan tidak akan memiliki pendidikan tinggi dan diragukan bisa meraih kesuksesan.
Pengalaman tersebut sempat membuatnya menangis ketika pulang ke rumah.
Alih-alih menjadikan perkataan tersebut sebagai alasan untuk menyerah, Rina justru terus melangkah.
Salah satu kekuatan yang membentuk kepercayaan dirinya berasal dari lingkungan sekolah.
Baca juga: Kisah Rina Imut Lewati Beragam Tantangan Raih Gelar Sarjana Sastra di UHO Kendari Sulawesi Tenggara
Sejak SD, Rina terbiasa memberanikan diri tampil di depan kelas.
Ketika diminta membaca puisi atau maju ke depan, ia memilih mengambil kesempatan tersebut untuk melatih keberanian.
Menurutnya, rasa percaya diri yang dimilikinya saat ini tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi dibangun perlahan sejak kecil.
“Kalau bisa percaya diri, kenapa harus malu?” menjadi prinsip yang menggambarkan cara Rina memandang dirinya, tuturnya dalam Saksi Kata.
Ia memilih tidak menjadikan keterbatasan fisik sebagai alasan untuk merasa rendah diri, tuturnya dalam Saksi Kata.
Selain itu, Rina juga pernah mendapat bullyan saat masih Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Waktu SMP, saya pernah diejek karena tubuh saya pendek dan kecil. Saya bahkan pernah dibilang tidak akan bisa menempuh pendidikan tinggi dan diragukan bisa sukses. Saat itu saya lebih banyak diam, tetapi setelah sampai di rumah saya menangis," jelasnya.
"Namun, saya tidak mau menjadikan perkataan itu sebagai alasan untuk menyerah.”
Bahkan dirinya sempat diragukan bisa sukses karena tubuh saya pendek dan kecil.
"Tapi saya tidak mau menyerah," jelasnya.
Perjalanan kuliahnya pun tidak selalu mudah. Rina menghadapi tantangan ketika menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN), beradaptasi dengan lingkungan baru, hingga menyelesaikan skripsi yang mengharuskannya mengumpulkan data dari komentar di media sosial.
Skripsi tersebut bahkan sempat membuatnya ingin menangis.
Data penelitian yang berasal dari komentar TikTok harus diamankan dengan tangkapan layar karena konten maupun komentar dapat sewaktu-waktu dihapus.
Di tengah berbagai tantangan itu, dukungan keluarga, teman, dosen, dan staf kampus menjadi salah satu alasan Rina mampu bertahan.
Ia mengaku pernah berada di titik ingin menyerah, tetapi dukungan orang-orang di sekitarnya membuat perasaan tersebut kembali hilang.
Kepercayaan dari lingkungan kampus juga membuat Rina semakin berkembang.
Ia dipercaya menjadi ketua tingkat di kelasnya, sebuah pengalaman yang sebelumnya tidak pernah ia dapatkan ketika masih bersekolah.
Kepercayaan tersebut kemudian membuatnya menyadari bahwa dirinya mampu memimpin dan mengatur teman-temannya.
Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil. Rina berhasil menyelesaikan pendidikan di UHO dalam waktu 3 tahun 10 bulan dengan IPK 3,85 dan meraih gelar Sarjana Sastra.
Ia diwisuda bersama 731 lulusan lainnya di Auditorium Mokodompit UHO Kendari pada 5 Agustus 2026.
Kini, di usia 26 tahun, Rina masih menyimpan sejumlah mimpi.
Ia berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dan memiliki ketertarikan untuk menjadi pengajar.
Dukungan orang tua juga menjadi modal penting baginya untuk melanjutkan perjalanan tersebut.
Dari sosok yang dulu diremehkan karena tubuhnya yang mungil, Rina kini justru membuktikan bahwa ukuran fisik bukanlah ukuran keberhasilan seseorang.
Rina Imut boleh bertubuh kecil, tetapi mimpi, keberanian, dan perjuangannya jauh lebih besar. (*)
(TribunnewsSultra.com)