Antrean Panjang BBM Muncul Lagi di Palangka Raya, Warga Dorong Ada Penanganan Segera
Sri Mariati August 14, 2026 05:06 PM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Antrean panjang kendaraan kembali terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), di Kota Palangka Raya dalam beberapa hari terakhir. 

Berdasarkan pantauan Tribunkalteng.com di SPBU Jalan Imam Bonjol dan Jalan S. Parman pada Jumat (14/8/2026) siang, antrean kendaraan tampak mengular hingga ke badan jalan.  

Warga terlihat rela menunggu di bawah terik matahari demi mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan. 

Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di SPBU Jalan Soekarno dan RTA Milono yang tampak lebih lengang.  Namun, sepinya antrean bukan karena pasokan BBM tersedia dengan aman, melainkan karena sejumlah jenis BBM belum tersedia. 

Di lokasi tersebut, stok Pertalite, Pertamax, dan Dexlite diketahui masih dalam proses pengiriman sehingga belum dapat dilayani kepada masyarakat. 

Kondisi tersebut kembali mengingatkan masyarakat pada situasi antrean panjang BBM yang sempat terjadi di Palangka Raya pada Mei 2026 lalu. 

Di tengah cuaca panas akibat musim kemarau, warga tetap bertahan dalam antrean.  

Bahkan, sebagian memilih datang sejak pagi hari agar tidak terlalu lama terpapar panas saat menunggu giliran pengisian. 

Salah seorang warga yang mengantre, Tama (34) mengatakan, kondisi antrean BBM saat ini cukup berdampak terhadap aktivitasnya sehari-hari. 

Menurutnya, jika kondisi normal, pengisian BBM biasanya hanya membutuhkan waktu beberapa menit.  

Namun, saat antrean panjang terjadi, waktu yang diperlukan bisa jauh lebih lama. 

“Kalau terdampak sih pasti. Biasanya ngisi bensin itu paling lima menit, sudah dilayani dan bisa jalan lagi. Ini sekarang bisa sampai 30 menit bahkan lebih,” kata Tama saat ditemui Tribunkalteng.com, Jumat (14/8/2026). 

Ia mengaku harus mengatur ulang waktu keberangkatan, terutama saat hendak pergi bekerja, karena harus memperhitungkan waktu untuk mengantre BBM. 

“Kalau mau berangkat kerja jadi harus lebih cepat bangun, antre bensin dulu,” ujarnya 

Selain waktu, kondisi cuaca juga menjadi kendala tersendiri bagi warga yang harus mengantre pada siang hari. 

“Kalau ngisi siang takut kepanasan. Pakai jaket pun tetap kepanasan. Malam juga sudah capek kerja, jadi akhirnya mau tidak mau pagi sebelum berangkat kerja,” ungkapnya. 

Ia mengatakan, kondisi antrean yang mulai kembali memanjang dirasakan sejak sekitar dua hingga tiga minggu terakhir. 

“Dari dua minggu, tiga minggu yang lalu kalau tidak salah,” jelasnya. 

Baca juga: Harga Pertamax dan Pertamax Turbo Turun Mulai 1 Agustus 2026, Ini Daftar BBM Terbaru di Kalteng

Baca juga: Larangan Beli BBM Kendaraan Mati Pajak, Bapenda: Menarik, tapi di Palangka Raya Belum Diterapkan

Dengan kondisi tersebut, Tama berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat segera mencari solusi agar antrean panjang tidak kembali terjadi seperti beberapa bulan sebelumnya. 

“Saya tidak tahu penyebabnya apa, tapi kalau bisa bagaimana caranya supaya tidak antre. Di beberapa SPBU dekat kantor maupun dekat rumah juga sama, semua antre. Mau jam berapa datang pasti antre,” ujarnya. 

Ia berharap kejadian antrean panjang yang pernah terjadi sebelumnya tidak kembali terulang. 

“Jangan sampai kejadian beberapa bulan lalu terjadi lagi,” pungkasnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.