Cirebon (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menggencarkan distribusi bantuan air bersih ke sejumlah titik pada beberapa desa yang mulai terdampak kekeringan akibat musim kemarau.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Samsul Huda di Cirebon, Jumat, mengatakan distribusi dilakukan sebagai langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami keterbatasan sumber air.
Ia menyebutkan sekitar 24.000 liter air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat, yang diangkut menggunakan armada tangki berkapasitas sekitar 4.000 liter.
“Bantuan air bersih telah disalurkan ke Desa Sibubut, Kecamatan Gegesik, Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Desa Sampiran, Kecamatan Talun, dan Desa Panongan Lor, Kecamatan Sedong,” katanya.
Samsul mengatakan distribusi akan disesuaikan dengan laporan dan kondisi wilayah, yang mengalami kekurangan air selama musim kemarau.
Berdasarkan pemetaan dan evaluasi kejadian dalam tiga tahun terakhir, BPBD Cirebon mengidentifikasi lima kecamatan yang berpotensi tinggi mengalami krisis air bersih.
Menurut dia, distribusi air melalui armada tangki merupakan penanganan cepat sehingga perlu diikuti penyediaan sumber air alternatif untuk mengantisipasi kemarau yang berlangsung lebih panjang.
Pihaknya pun berkoordinasi dengan pemerintah pusat, untuk mengusulkan pembangunan 10 titik sumur bor di wilayah yang membutuhkan sumber air berkelanjutan.
"Sumur bor menjadi salah satu solusi yang dipandang efektif karena dapat menyediakan sumber air yang lebih berkelanjutan dibandingkan hanya mengandalkan distribusi tangki," ujarnya.
Selain sumur bor, kata dia, pemerintah daerah menyiapkan normalisasi embung untuk meningkatkan kapasitas tampungan air sebagai cadangan menghadapi musim kemarau.
Selain itu, pihaknya mengusulkan penambahan armada tangki air agar distribusi dapat diperluas dan dipercepat apabila wilayah terdampak kekeringan bertambah.
Samsul mengatakan potensi dampak kekeringan berdasarkan pemetaan dapat menjangkau sekitar 563.000 jiwa, sehingga kesiapan sumber air dan sarana distribusi perlu terus diperkuat.
"Penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan ketika warga sudah mulai kesulitan mendapatkan air, tetapi juga dipersiapkan jauh sebelum musim kemarau kembali datang," katanya.





