Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Sudin Nakertransgi) Jakarta Pusat (Jakpus) melatih 100 warga menjadi wirausaha mandiri melalui Pelatihan Tenaga Kerja Mandiri Aneka Kuliner di dua Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).
Kepala Sudin Nakertransgi Jakarta Pusat Qomari Noorrizki mengatakan pelatihan angkatan kedua tersebut digelar selama lima hari secara serentak di RPTRA Petojo dan RPTRA Tanah Abang 3, masing-masing diikuti 50 peserta.
"Jadi, sebelum dilatih memasak, mereka dilatih dulu mengenai teori kewirausahaan, pemasaran, dan legalitas usaha, seperti sertifikat halal. Masak-masak dimulai hari kedua hingga penutupan," kata Qomari di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan pelatihan itu menyasar warga pemegang KTP Jakarta Pusat dari delapan kecamatan. Para peserta dibekali dengan keterampilan sekaligus pengetahuan yang dibutuhkan dalam memulai usaha.
Materi praktik, kata dia, meliputi pembuatan sejumlah makanan, di antaranya olahan ayam, siomay, dan tumpeng.
Pada hari pertama pelatihan, peserta mendapatkan materi teori bisnis, strategi pemasaran, kewirausahaan, serta pengurusan legalitas usaha, termasuk sertifikasi halal.
Selain warga umum, Sudin Nakertransgi Jakarta Pusat turut melibatkan dua klien pemasyarakatan yang mengikuti pelatihan di RPTRA Tanah Abang 3.
Qomari mengatakan kedua klien tersebut merupakan warga binaan yang telah memperoleh pembebasan bersyarat dan telah kembali berada di tengah masyarakat.
"Mereka yang diikutsertakan adalah warga binaan yang sudah bebas bersyarat dan benar-benar sudah ada di tengah masyarakat," ujar Qomari.
Menurut dia, keterlibatan klien pemasyarakatan dalam pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan keterampilan yang dapat digunakan untuk membangun usaha secara mandiri setelah kembali ke masyarakat.
Sudin Nakertransgi Jakarta Pusat juga menyiapkan pendampingan lanjutan bagi peserta yang konsisten mengembangkan usaha setelah mengikuti pelatihan.
Peserta yang melanjutkan usahanya akan dihubungkan dengan program kewirausahaan daerah Jakpreneur sehingga keterampilan yang diperoleh tidak berhenti setelah pelatihan selesai.
"Bagi peserta yang konsisten melanjutkan usahanya, mereka akan dihubungkan dan diintegrasikan ke dalam program kewirausahaan daerah, Jakpreneur," tutur Qomari.
Sepanjang 2026, Sudin Nakertransgi Jakarta Pusat menargetkan sebanyak 400 peserta mengikuti pelatihan tenaga kerja mandiri yang terdiri atas dua angkatan pelatihan aneka kue dengan target 200 peserta dan dua angkatan pelatihan aneka kuliner dengan target 200 peserta.
Sementara itu, pelatihan teknis dengan durasi lebih panjang, seperti montir pendingin udara dan pembuatan surat izin mengemudi (SIM), dialihkan melalui unit Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD).





