TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Rika Rasita br Barus, sontak kaget begitu melihat adanya kabar tentang peristiwa keracunan yang dialami ratusan pelajar di SMAN 1 Berastagi, Kamis (13/8/2026) kemarin.
Bagaimana tidak, ketika melihat informasi ini dari media sosial facebook Rika mengaku langsung teringat dengan sang anak yang memegang merupakan salah satu siswa di sekolah unggulan di Berastagi ini.
Ditemui di RSUD Kabanjahe, Rika mengaku saat itu ia awalnya sedang menghadiri pesta kerabatnya.
Namun, ketika mendengar adanya kabar keracunan massal ini ia mengaku langsung pulang dan mendatangi sekolah sang anak yang tak jauh dari rumahnya itu.
"Pertama aku tau dari facebook, langsung ke sana (sekolah) anakku. Langsung ku cari di mana anakku," ujar Rika, Jumat (14/8/2026).
Setibanya di sekolah, dengan rasa was-was mengingat keadaan buah hatinya Rika justru dikagetkan dengan situasi sekolah yang awalnya tertib berubah jadi tak terkendali.
Namun, wanita yang sejak awal diselimuti kekhawatiran ini mengaku langsung sedikit lega karena melihat anaknya yang ternyata sedang membantu mengevakuasi temannya.
"Pas ku cari mana anakku, dia rupanya dia lagi bantui kawannya. Tapi di situ langsung ku ajak pulang aja, ayo pulang nakku ku bilang," ucapnya.
Saat itu, ia juga memastikan kondisi anaknya yang mengaku mengalami gatal di bagian mulutnya. Meskipun anaknya mengaku sudah minum obat, karena masih was-was ia langsung membawa anaknya ke mini market untuk membeli susu steril.
"Karena enggak percaya aku, langsung ku bawa beli susu terus dimininumnya satu kaleng langsung pulang kami," katanya.
Ketika tiba di rumah, dirinya mengaku sang anak mengaku ingin tidur untuk beristirahat setelah apa yang dialaminya sebelumnya.
Namun, setelah beberapa jam berselang ia dikagetkan dengan anaknya yang mengeluhkan sakit perut hebat.
"Sekitar setengah 6 sampai jam 6 lah, ngeluh dia mak kok lemas, perutku kok sakit, gitu," katanya.
Tak ingin terjadi sesuatu kepada anaknya, ia langsung membawa anaknya ke RSUD Kabanjahe untuk mendapatkan penanganan medis.
Ia mengaku langsung memilih RSUD Kabanjahe karena sudah mengetahui dua rumah sakit yang dekat dengan rumahnya pasti penuh diisi ratusan siswa yang terdampak keracunan.
Saat dievakuasi, Rika menceritakan kondisi anaknya yang sudah tak sadarkan diri bahkan anaknya sempat sudah tak merespon ucapannya.
Setibanya di RSUD Kabanjahe, ia mengaku langsung teriak meminta tolong kepada petugas medis untuk segera menangani anaknya.
Ditanya tanggapannya terkait kejadian ini, Rika meminta kepada pemerintah agar segera melakukan evaluasi agar kejadian serupa tak terulang lagi.
Bahkan, ia berharap agar program besutan Presiden Prabowo Subianto ini segera dihentikan karena mengingat korban yang timbul sudah cukup banyak.
(mns/tribun-medan.com)