TRAUMANYA Siswa SMAN 1 Berastagi Usai Alami Keracunan, Ogah Santap MBG Lagi: Bontot Aja Nanti
Septrina Ayu Simanjorang August 14, 2026 09:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Traumanya siswa SMAN 1 Berastagi usai alami keracunan.

Ia pun mengaku ogah santap MBG lagi.

Baca juga: Tangis Ayah Sopir Taksi Online yang Tewas di Hamparan Perak, Sempat Melarang Anak Kerja Tengah Malam

Keracunan ini, diduga terjadi usai para pelajar dari SMAN 1 Berastagi dan Perguruan Swasta Bersama ini menyantap menu MBG. 

Salah satu pelajar yang menjadi korban keracunan ini, yakni Aldi Prayoga yang merupakan pelajar dari SMAN 1 Berastagi.

Ditemui saat menjalani perawatan di RSUD Kabanjahe, Aldi mengaku masih mengalami trauma akibat kondisi kesehatannya yang memburuk pasca menyantap menu MBG. 

Baca juga: Pengakuan Siswa Korban Keracunan MBG di Berastagi, Ikan Dencis dan Sayur Terasa Asam

"Trauma bang," ujar Aldi, Jumat (14/8/2026). 

Bahkan, ia mengaku nantinya setelah sehat dan bisa kembali bersekolah dirinya sudah enggan kembali menyantap menu makanan dari MBG.

Katanya, ke depan ia berencana akan membawa bekal dari rumah untuk santap siang di sekolah ataupun membeli makanan di sekolah agar tetap bisa memenuhi tenaganya yang bersekolah hingga sore. 

"Enggak mau lagi (makan MBG), bontot aja nanti paling," ungkapnya. 

Baca juga: Setelah Alami Keracunan, Siswa SMAN 1 Berastagi Aldi Mengaku Trauma dan Enggan Makan MBG Lagi

Dari kejadian kemarin, diketahui sekitar 250 siswa SMAN 1 Berastagi menjadi korban keracunan yang diduga dari menu MBG. Khusus untuk kelas Aldi, diketahui dari 36 orang siswa sebanyak 12 orang menjadi korban keracunan ini. 

Dijelaskan Aldi, saat di sekolah ia awalnya mengalami gatal di bagian dalam leher, selanjutnya menjalar hingga merasakan mual dan pusing. Tak sampai di situ, dirinya mengaku juga mengalami sakit di bagian perut namun saat di sekolah masih bisa tertahankan.

Baca juga: Pengakuan Siswa Berastagi Keracuan Setelah Makan MBG, Rasakan Asam di Ikan & Sayur Lalu Sakit Perut

Bahkan, ia masih sempat membantu mengevakuasi temannya yang mengalami kondisi lebih parah. 

"Pas di sekolah itu masih bisa tertahan, tapi sudah di rumah sekitar beberapa jam sakit lagi perut kaya ditekan. Karena enggak tahan, makanya dibawa langsung ke rumah sakit," pungkasnya.

Ratusan Siswa SMAN 1 Berastagi Masih Dirawat

Pasca peristiwa keracunan massal yang dialami ratusan pelajar di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, kini semua pelajar yang terdampak masih menjalani perawatan.

Untuk diketahui, dari kejadian ini dialami ratusan pelajar dari dua sekolah yakni SMAN 1 Berastagi dan Perguruan Swasta Bersama Berastagi. 

Khusus untuk pelajar dari SMAN 1 Berastagi, diketahui hingga saat ini pihak sekolah mencatat jumlah siswa yang terpapar keracunan mencapai 250 orang.

Hal ini, diungkapkan oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Berastagi, Normawati Martiana br Ginting, Jumat (14/8/2026). 

"Sampai hari ini total siswa kita yang dirawat 247 orang, tapi tadi ada tiga orang yang berangkat karena sedikit agak lemas badannya," ujar Normawati. 

Ketika ditanya langkah lebih lanjut yang dilak dilakukan oleh pihak sekolah terhadap pada siswanya ini, Normawati mengungkapkan jika pihaknya telah menempatkan guru ke seluruh rumah sakit tempat siswa dirawat.

Diketahui, seluruh pelajar yang terdampak keracunan sedang menjalani perawatan di RS Amanda Berastagi, RS Efarina Berastagi, RSU Kabanjahe, dan RS Mina Kabanjahe. 

"Untuk sementara, saya sudah menugaskan semua guru-guru dibagi ke semua rumah sakit untuk mendampingi siswa kita," katanya. 

Dikatakan Normawati, pendampingan yang dilakukan oleh seluruh guru dikatakannya sudah dilakukan sejak kemarin hingga kondisi seluruh pelajar membaik. 

Amatan www.tribun-medan.com, di sekolah yang terletak di Jalan Jamin Ginting Berastagi ini tampak tak terlihat adanya aktivitas yang berarti.

Dimana, aktivitas belajar mengajar hari ini ditiadakan sementara sembari dilakukan pemulihan siswa. 

Tak hanya itu, tampak beberapa orang guru dan juga pelajar terlihat berada di sekolah untuk membereskan sisa kepanikan yang terjadi kemarin.

Seperti menyusun ompreng yang masih berserakan, serta mengamankan barang siswa yang tertinggal di sekolah akibat terpaksa dievakuasi ke rumah sakit.

(mns/tribun-medan.com) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.