Pencarian Hari Kedua Remaja Hanyut di Batang Arau Padang Masih Nihil, Dilanjutkan Besok
Rezi Azwar August 15, 2026 11:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pencarian hari kedua terhadap Josua Perkasa (15), remaja yang dilaporkan hanyut di Sungai Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), masih belum membuahkan hasil.

Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian sejak Sabtu (15/8/2026) pagi hingga sore hari belum menemukan keberadaan korban.

Salah seorang anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hariza Riko, mengatakan pencarian terhadap Josua akan kembali dilanjutkan pada Minggu (16/8/2026).

"Untuk sementara masih nihil ditemukan, pencarian akan dilanjutkan besok," kata Hariza saat dikonfirmasi.

Baca juga: Pencarian Anak Hanyut di Air Tawar, Tim SAR: Kita Juga Pakai Jaring Ikan, Hasilnya Masih Nihil

Tim Gabungan Sisir Batang Arau hingga Pintu Muaro

ORANG HANYUT - Situasi Sungai Batang Arau di sekitar titik awal hilangnya remaja yang terseret arus, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sabtu (15/8/2026). Tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan.
ORANG HANYUT - Situasi Sungai Batang Arau di sekitar titik awal hilangnya remaja yang terseret arus, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sabtu (15/8/2026). Tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan. (TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman)

Pantauan TribunPadang.com, Sabtu sekitar pukul 13.00 WIB hingga 17.30 WIB, tim gabungan terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Batang Arau.

Sejumlah unsur terlibat dalam pencarian, di antaranya BPBD Kota Padang, Basarnas, Polairud hingga Brimob Polda Sumbar.

Pencarian dilakukan menggunakan perahu karet. Tim secara bergantian menyisir aliran sungai mulai dari titik awal korban dilaporkan hilang hingga menuju kawasan pintu Muaro Padang.

Baca juga: Hasil Pencarian Hari Pertama Bocah 11 Tahun Hanyut di Sungai Air Tawar Padang Nihil

Sesekali, tim melakukan manuver dengan perahu karet dan membentuk pola melingkar di sejumlah titik aliran sungai untuk membantu mencari kemungkinan keberadaan korban.

Namun hingga pencarian dihentikan pada sore hari, Josua belum berhasil ditemukan.

Pencarian Hari Kedua Dibagi Tiga SRU

Sebelumnya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Padang, Abdul Malik, mengatakan operasi SAR hari kedua dimulai sejak Sabtu pagi sekitar pukul 07.30 WIB.

Tim membagi personel menjadi tiga search and rescue unit (SRU) untuk memperluas area pencarian.

"Untuk hari kedua, pencarian kita lanjutkan mulai pukul 07.30 WIB. Kita membagi tim menjadi tiga search and rescue unit (SRU)," kata Abdul Malik.

Baca juga: Gempa M6,4 Guncang Sumut, Dirasakan hingga Padang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan perahu karet atau LCR dari lokasi kejadian menuju titik A dengan jarak sekitar satu kilometer.

Kemudian, SRU 2 melanjutkan penyisiran menggunakan LCR dari titik A menuju titik B dengan jarak sekitar satu kilometer.

Sementara itu, SRU 3 melakukan penyisiran di sisi kiri dan kanan aliran Sungai Batang Arau, mulai dari lokasi kejadian hingga ke arah muara dengan radius pencarian sekitar dua kilometer.

"Jadi kita bagi pencarian, ada yang menggunakan LCR dan ada juga yang melakukan penyisiran di kiri dan kanan sungai sampai ke muara," jelasnya.

Empat Remaja Terseret Arus, Tiga Berhasil Diselamatkan

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

Saat itu, empat remaja bersama teman-temannya mandi-mandi di Sungai Batang Arau setelah pulang sekolah.

Keempatnya kemudian dilaporkan terseret arus sungai.

Warga yang berada di sekitar lokasi langsung memberikan pertolongan. Tiga remaja berhasil diselamatkan, sedangkan Josua Perkasa masih dalam pencarian.

Tiga korban yang berhasil selamat yakni Orlen Ananta Purnama Gulo (12), Rivaldo Laia (13), dan Mai Putra Jaya Zega (13).

Ketiganya merupakan warga Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang.

Sementara Josua Perkasa (15) yang juga berdomisili di Kecamatan Padang Selatan masih belum ditemukan.

Baca juga: Dampak Mentawai Fast Kandas di Muara Padang: Operasional Diberhentikan, Penumpang "Refund" Tiket

Air Sungai Keruh Jadi Kendala

Dalam proses pencarian, tim SAR gabungan menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya kondisi air Sungai Batang Arau yang keruh.

Kondisi tersebut menyulitkan tim ketika melakukan pencarian di dalam air.

"Kondisinya air sungai keruh, itu menjadi salah satu faktor penghambat dalam pencarian," ujar Abdul Malik.

Meski demikian, tim tetap melakukan penyisiran dengan berbagai peralatan pendukung, seperti rescue car double cabin, LCR beserta motor tempel, peralatan SAR air, peralatan medis, peralatan komunikasi dan perlengkapan SAR lainnya.

Libatkan Puluhan Personel Gabungan

Operasi pencarian Josua melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur.

Kantor SAR Padang menurunkan lima personel. Selain itu, terdapat lima personel Polairud Polda Sumbar, delapan personel BPBD Kota Padang, lima personel Damkar Kota Padang dan empat personel PMI.

Pencarian juga mendapat bantuan sekitar 20 orang masyarakat.

Seluruh personel terus memperluas penyisiran di sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.

Pantauan di Lokasi

Pantauan TribunPadang.com sekitar pukul 11.30 WIB di lokasi yang diduga menjadi titik awal korban terseret arus, tidak terlihat adanya tim gabungan yang melakukan pencarian secara langsung di sekitar lokasi tersebut.

TribunPadang.com kemudian menelusuri aliran Sungai Batang Arau hingga kawasan pintu Muaro Padang. Namun, tim pencarian juga tidak terlihat di sepanjang lokasi tersebut.

Sementara itu, di bawah Jembatan Siti Nurbaya, sejumlah anggota Kelompok Siaga Bencana (KSB) terlihat melakukan pemantauan sekaligus menyisir aliran sungai.

Baca juga: Detik-detik Menegangkan Kapal Mentawai Fast Kandas, Reza: Mesin Mati, Ada WNA yang Sempat Mau Loncat

Seorang warga sekitar, Burhan, mengatakan sebelumnya sempat terlihat sejumlah tim melakukan pencarian di kawasan tersebut.

"Tadi ada kelihatan beberapa tim pencarian, tapi sepertinya arahnya agak ke tengah laut, jadi mungkin tidak ada lagi kelihatan. Nanti mungkin putar balik lagi ke sini, tunggu saja dulu," katanya.

Hingga Sabtu sore, pencarian terhadap Josua Perkasa masih belum membuahkan hasil.

Tim SAR gabungan kemudian menghentikan sementara pencarian dan akan kembali melanjutkan operasi pada Minggu (16/8/2026).

Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berawan. Tim akan kembali menyisir sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.