Pencarian Anak Hanyut di Air Tawar, Tim SAR: Kita Juga Pakai Jaring Ikan, Hasilnya Masih Nihil
Rezi Azwar August 15, 2026 11:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Tim SAR gabungan mengerahkan berbagai metode, termasuk memanfaatkan jaring ikan, untuk mencari Zaher (11), bocah yang diduga hanyut di aliran sungai kawasan Air Tawar Barat, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (15/8/2026).

Meski telah melakukan penyisiran menggunakan jaring ikan, kapal perahu, hingga teknik penyelaman, upaya pencarian pada hari pertama tersebut masih belum membuahkan hasil.

Jaring Ikan Hingga Penyelaman Dikerahkan

PENCARIAN ANAK HANYUT- Dantim Kantor SAR Padang, Riko Likardo, memberikan keterangan terkait proses pencarian Zaher (11), bocah yang diduga hanyut di Sungai Air Tawar Barat, Kota Padang, Sabtu (15/8/2026). Pencarian terkendala kondisi air keruh, lumpur, serta banyak kayu di dalam sungai.
PENCARIAN ANAK HANYUT- Dantim Kantor SAR Padang, Riko Likardo, memberikan keterangan terkait proses pencarian Zaher (11), bocah yang diduga hanyut di Sungai Air Tawar Barat, Kota Padang, Sabtu (15/8/2026). Pencarian terkendala kondisi air keruh, lumpur, serta banyak kayu di dalam sungai. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Dantim Kantor SAR Padang, Riko Likardo, menyampaikan bahwa pencarian di sekitar lokasi kejadian (LKP) telah dimaksimalkan dengan berbagai peralatan SAR air dan perahu nelayan.

"Selain itu, kita melakukan penyelaman di sekitar LKP korban. Tapi hasil juga masih nihil. Kita juga melakukan pencarian menggunakan jaring ikan, namun hasilnya nihil," kata Riko saat diwawancarai TribunPadang.com, Sabtu (15/8/2026).

Penyisiran menggunakan jaring ikan tersebut dilakukan bersamaan dengan upaya menyisir aliran sungai mulai dari lokasi korban tenggelam hingga ke kawasan pintu muara.

Baca juga: Hasil Pencarian Hari Pertama Bocah 11 Tahun Hanyut di Sungai Air Tawar Padang Nihil

Kerahkan 5 Perahu Menyisir hingga ke Pintu Muara

Dalam operasi ini, tim gabungan mengerahkan armada perahu karet serta mendapat bantuan dari nelayan setempat untuk memperluas jangkauan pencarian.

"Untuk pencarian hari pertama ini masih nihil. Kita sudah mengerahkan tiga kapal LCR atau Landing Craft Rubber dari Basarnas, Brimob dan Damkar dan ditambah dua kapal nelayan," ujar Riko.

Terkendala Lumpur, Kayu, dan Air Keruh

Proses pencarian di dasar sungai menghadapi rintangan berat di lapangan. Kondisi air yang keruh serta banyaknya tumpukan material lumpur dan kayu menyulitkan pergerakan tim penyelam.

"Kendalanya hari ini, airnya keruh, terus adanya lumpur serta kayu di dasar sungai dalam air. Tapi kita sudah melakukan pencarian di dasar melalui penyelaman. Namun pencarian belum membuahkan hasil," jelasnya.

Baca juga: Gempa M6,4 Guncang Sumut, Dirasakan hingga Padang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Pencarian Hari Pertama Dihentikan Sementara

Pencarian hari pertama ini melibatkan sekitar 60 personel gabungan dari berbagai unsur SAR yang dibantu oleh masyarakat sekitar lokasi kejadian.

Karena kondisi yang mulai gelap, Riko memaparkan bahwa operasi penyisiran dihentikan sementara pada sore hari pukul 18.00 WIB.

"Sementara pencarian hari ini kita hentikan hingga pukul 18.00 WIB dan dilanjutkan besok pagi pukul 08.00 WIB," pungkasnya.

Kesaksian Yodial Lihat Bocah 11 Tahun Tenggelam di Air Tawar

Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap Zaher (11), bocah yang diduga hanyut saat mandi di Sungai Air Tawar Barat, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (15/8/2026).

Sejumlah warga turut membantu proses pencarian korban. Hingga pukul 15.55 WIB, Zaher belum berhasil ditemukan.

Salah seorang saksi yang melihat detik-detik korban tenggelam, Yodial (56), mengungkapkan bahwa Zaher awalnya datang ke sungai untuk mandi bersama saudara kembarnya dan seorang temannya.

"Korban mandi bertiga. Di sana ada kembaran korban dan satu orang temannya. Dia mandi setelah salat Zuhur saat itu," kata Yodial saat ditemui TribunPadang.com di lokasi.

Yodial mengatakan, saat itu dirinya sedang duduk di sebuah warung yang tidak jauh dari lokasi kejadian. 

Dari tempat tersebut, ia melihat ketiga anak tersebut sedang mandi di sungai.

Namun, beberapa saat kemudian, Yodial melihat salah seorang teman Zaher berpura-pura tenggelam.

"Di sana saya melihat mereka saat mandi pura-pura tenggelam. Karena setelah dilempar kayu, temannya langsung berdiri," ujarnya.

Tak lama berselang, Yodial melihat Zaher justru benar-benar tenggelam. Saat itu, posisi Zaher berada di bagian tengah di antara kedua temannya.

"Korban yang berada di belakang temannya itu saya lihat tenggelam. Sementara warga yang berada di seberang muara juga berteriak," katanya.

Baca juga: Warga dan Nelayan Bantu Tim SAR Cari Bocah 11 Tahun Hanyut di Air Tawar Padang

Aksi Warga Kejar Korban ke Air

PENCARIAN ANAK HANYUT- Warga memadati lokasi anak hanyut di sungai kawasan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sabtu (15/8/2026). Dantim Kantor SAR Padang, Riko Likardo mengatakan, pencarian dilakukan dengan berbagai metode, termasuk teknik penyelaman.
PENCARIAN ANAK HANYUT- Warga memadati lokasi anak hanyut di sungai kawasan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sabtu (15/8/2026). Dantim Kantor SAR Padang, Riko Likardo mengatakan, pencarian dilakukan dengan berbagai metode, termasuk teknik penyelaman. (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Melihat kejadian tersebut, Yodial langsung berlari menuju muara untuk berusaha menyelamatkan Zaher.

Ia mengaku sempat melepas pakaiannya dan mengejar korban ke dalam air. 

Namun, Zaher dengan cepat menghilang ke dalam air sehingga tidak berhasil ditarik ke tepi.

"Saat korban tenggelam itu, saya langsung buka baju dan berlari mengejar korban. Namun korban langsung hilang tenggelam dan tidak berhasil saya dapatkan," jelasnya.

Menurut Yodial, kondisi air di sekitar muara saat itu cukup deras. Selain itu, dasar muara juga dipenuhi lumpur yang cukup tebal sehingga menyulitkan upaya penyelamatan.

"Saya sudah mencoba mengejar korban. Namun saat itu air cukup deras dan lumpur cukup tebal. Saat itu saya hampir tenggelam juga. Karena tidak sanggup, saya langsung menepi," ungkapnya.

Yodial menambahkan, tiga warga lainnya yang melihat kejadian tersebut juga berupaya membantu mencari Zaher. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

"Tiga warga yang lain melihat juga mencoba membantu korban. Namun juga tidak berhasil membantu korban," ujarnya.

Personel SAR Gabungan Bertambah

Sementara itu, berdasarkan pantauan TribunPadang.com hingga pukul 15.55 WIB, Zaher belum ditemukan.

Jumlah personel yang terlibat dalam pencarian juga terus bertambah. Tim SAR gabungan melibatkan unsur Basarnas, pemadam kebakaran, Polri, BPBD, TNI serta warga sekitar.

Pencarian masih dilakukan di sekitar lokasi korban terakhir terlihat hingga kawasan muara Sungai Air Tawar Barat.

Baca juga: 5 Daerah Penghasil Sayuran Terbesar di Sumbar, Ada yang Produksinya Jutaan Kuintal

Kerahkan Perahu dan Penyelam

Sebelumnya, tim gabungan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang dan Polairud telah dikerahkan untuk mencari Zaher.

Pantauan TribunPadang.com di lokasi, petugas melakukan pencarian dengan berbagai cara. Salah satunya menggunakan kapal untuk membuat gelombang di kawasan muara.

Selain petugas, sejumlah warga juga ikut membantu menggunakan kapal nelayan. Mereka menyisir kawasan perairan di sekitar muara Sungai Air Tawar Barat.

Dua petugas gabungan juga terlihat melakukan pencarian dengan cara menyelam di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik Zaher tenggelam.

Warga lainnya turut melakukan pencarian secara mandiri dengan menyusuri aliran sungai. Sejumlah warga bahkan menggunakan ban untuk berenang dan mencari keberadaan korban.

Puluhan warga terlihat berkumpul di sekitar lokasi untuk menyaksikan proses pencarian.

Baca juga: Pencarian Remaja Hanyut di Batang Arau Padang, Tim SAR Sisir Sungai hingga Muara

Kronologi dan Pengerahan Peralatan

Sebelumnya, Zaher dilaporkan tenggelam saat mandi bersama teman-temannya di Sungai Air Tawar Barat sekitar pukul 13.15 WIB.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik mengatakan, informasi kejadian tersebut diterima Basarnas Padang sekitar pukul 13.30 WIB dari seorang warga Air Tawar Barat.

"Pada pukul 13.00 WIB, survivor bersama teman-temannya mandi-mandi di Sungai Air Tawar Barat. Kemudian sekitar pukul 13.15 WIB, survivor tenggelam," kata Abdul Malik kepada wartawan, Sabtu (15/8/2026).

Setelah menerima laporan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang memberangkatkan lima personel menuju lokasi sekitar pukul 13.45 WIB.

Tim SAR membawa sejumlah peralatan untuk mendukung pencarian, di antaranya rescue truck, LCR dan motor tempel, peralatan SAR air, peralatan medis, peralatan komunikasi serta perlengkapan pendukung lainnya.

Baca juga: Niat Hati Irul Jumpa Keluarga di Siberut Batal Imbas Mentawai Fast Hentikan Operasional

Lokasi kejadian diperkirakan berjarak sekitar 14,4 kilometer melalui jalur darat dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Kondisi cuaca di sekitar lokasi dilaporkan berawan dengan kecepatan angin sekitar 4 knot.

Hingga pukul 15.50 WIB, Zaher masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan bersama warga masih melanjutkan pencarian di sekitar aliran Sungai Air Tawar Barat hingga kawasan muara.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.