Baca juga: Kebakaran Lahan Melanda Tiga Titik di Ogan Ilir, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api
SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan mengerahkan sebanyak 354 personel untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah. Pasukan tersebut terdiri atas 197 personel Polda Sumsel dan 157 personel dari polres jajaran.
Ratusan personel ini akan ditempatkan di lima wilayah prioritas, yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Direktur Samapta Polda Sumsel, Kombes Pol. Ridwan, menegaskan bahwa penanggulangan karhutla harus dilakukan secara cepat dan terpadu dengan mengedepankan deteksi dini serta pemadaman sedini mungkin sebelum api meluas.
"Deteksi sedini mungkin dan lakukan pemadaman secepatnya. Keberhasilan operasi bukan hanya diukur dari kemampuan memadamkan api, tetapi juga dari sejauh mana kita mampu mencegah dan meminimalkan dampaknya," ujar Ridwan saat memimpin apel Pergeseran Pasukan Operasi Aman Nusa II Tahun 2026 di Mako Brimob Polda Sumsel, Sabtu (15/8/2026).
Pengerahan pasukan ini dilakukan menyusul tingginya jumlah titik panas (hotspot) yang terdeteksi pada awal Agustus 2026, di mana pada 10 Agustus lalu tercatat 251 titik api—tertinggi sepanjang tahun ini—dengan konsentrasi terbanyak di Kabupaten OKI dan Muba.
Operasi Aman Nusa II 2026 sendiri berlangsung sejak 7 Agustus hingga 30 September 2026.
Para personel yang ditugaskan dengan sistem Bawah Kendali Operasi (BKO) tidak hanya bertugas memadamkan api, tetapi juga menggencarkan patroli pencegahan bersama TNI, BPBD, dan pemerintah daerah setempat.
Baca juga: Dukung Ketahanan Pangan dan Kamtibmas Nasional, Polda Sumsel Raih Tiga Penghargaan di Jakarta