TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Berikut 15 contoh puisi keindahan daerahku Kalimantan Timur menggunakan majas untuk kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 4 halaman 134 soal Menulis menceritakan keindahan daerahku dalam bentuk puisi Bab 6 Satu Titik dalam buku paket Kurikulum Merdeka terbitan Kemendibudristek edisi revisi 2023 .
Baca juga: 15 Contoh Puisi Keindahan Daerahku Kalimantan Barat, Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4
Bab 6 Satu Titik
Soal :
Menulis
Dapatkah kamu membayangkan Raja Ampat seperti yang digambarkan pengarang puisi tersebut? Sekarang bayangkan suatu tempat di daerahmu. Ceritakan keindahannya dalam bentuk puisi.
Tahap yang dapat kamu lakukan adalah sebagai berikut.
buatkan temanya
1. Tentukan tema puisimu.
2. Buat daftar kata yang sesuai untuk tempat tersebut.
Contoh: jernih, gemericik, dan sejuk --> puisi tentang air terjun
3. Carilah perumpamaan atau majas untuk menggambarkan tempat itu atau suasananya.
Contoh: bunyi empasan ombak --> seperti alunan musik
4. Tulislah puisimu di buku tulis.
5. Bacalah puisi tulisanmu dengan nyaring. Rasakan keindahannya.
Jika ada kata-kata yang terasa janggal atau belum sesuai, kamu dapat mengubahnya lagi.
Kunci jawaban :
Berikut 15 contoh puisi keindahan daerahku Kalimantan Timur menggunakan perumpamaan atau majas :
1. Mahakam yang Mengalir Agung
Tema: Keagungan Sungai Terpanjang di Kalimantan
Sungai Mahakam membentang jauh bagai pita perak yang tak berujung,
Membelah hutan hijau yang rimbun bagai karpet zamrud terbentang luas.
Perahu-perahu meluncur tenang di atas air bagai burung melayang,
Membawa harapan dan berkah dari hulu hingga ke muara samudra.
Pohon-pohon di tepian berdiri tegap bagai barisan penjaga setia,
Menjaga kesucian air yang menjadi nadi kehidupan tanah ini.
Sinar matahari pagi menari di permukaan bagai berlian berkilauan,
Menyebarkan cahaya hangat yang memeluk setiap jengkal tepian sungai.
Pulau-pulau kecil tersembunyi di tengah bagai permata yang terhampar,
Dihiasi pohon kelapa yang melambai bagai menyapa setiap tamu.
Angin berhembus lembut membawa aroma tanah basah dan bunga liar,
Membuat hati yang lelah menjadi tenang bagai air yang tenang dan jernih.
Saat senja datang, langit berwarna jingga bagai kain sutra yang dilukis,
Terpantul di air bagai cermin raksasa memantulkan keindahan langit.
Sungai Mahakam tetap mengalir tenang bagai kasih yang tak pernah putus,
Menjadi saksi bisu kebesaran Tuhan di tanah Kalimantan Timur tercinta.
Penulis: Pitos Punjadi
2. Hutan Hujan Khatulistiwa
Tema: Kekayaan dan Keasrian Hutan Belantara
Hutan Kalimantan Timur berdiri bagai benteng hijau yang tak tembus pandang,
Pohon-pohon raksasa menjulang tinggi menembus awan bagai jari raksasa.
Sinar matahari menembus celah daun bagai benang emas yang turun perlahan,
Menyinari tanah subur yang menyimpan jutaan kehidupan di dalamnya.
Suara alam terdengar merdu bagai irama musik ciptaan Tuhan Yang Maha Agung,
Kicauan burung, desis daun, dan gemericik air menyatu dalam harmoni.
Angin berhembus sejuk menyapu wajah bagai pelukan ibu yang penuh kasih,
Membawa kesegaran yang menyucikan jiwa dari segala debu dan kepenatan.
Di dalam hutan tersimpan kekayaan bagai peti harta karun yang terbuka,
Bunga-bunga eksotis mekar berwarna-warni bagai pelangi turun ke bumi.
Satwa liar berjalan bebas bagai penguasa sejati di rumah mereka sendiri,
Menjaga keseimbangan alam yang terjaga sejak zaman nenek moyang dulu.
Hutan ini adalah paru-paru dunia yang bernapas dengan tenang dan damai,
Menghirup udara kotor dan mengembalikannya bagai permata yang murni bercahaya.
Jangan biarkan tangan jahil merusak keindahan yang tiada tara ini,
Agar anak cucu kelak tetap menikmati keasrian yang abadi selamanya.
Penulis: Pitos Punjadi
3. Keindahan Danau Melintang
Tema: Kejernihan dan Ketenangan Danau Alami
Danau Melintang terbentang luas bagai cermin raksasa di tengah hutan,
Memantulkan langit biru dan awan putih dengan sangat sempurna dan indah.
Airnya jernih bagai kaca bening memperlihatkan batu di dasar danau,
Ikan-ikan berenang bebas bagai perak yang berkilau terkena sinar matahari.
Pohon-pohon tumbuh rimbun di tepian bagai dinding istana yang hijau,
Bayangan mereka jatuh ke air bagai lukisan yang dilukis tangan mahir.
Saat angin berhembus pelan, riak air menyebar bagai senyum yang merekah,
Menghapus pantulan awan lalu membiarkannya kembali tampak sempurna.
Burung-burung air hinggap di sela ranting bagai perhiasan berwarna-warni,
Mencari makan dengan tenang tanpa rasa takut akan gangguan siapa pun.
Embun pagi menempel di daun bagai butiran intan yang berkilau cemerlang,
Bergoyang pelan jatuh ke air menciptakan lingkaran yang perlahan melebar.
Danau ini adalah surga kecil yang tersembunyi bagai mutiara di cangkang,
Menyimpan kedamaian yang hanya dirasakan oleh hati yang tulus dan suci.
Mari kita jaga kejernihannya bagai menjaga mata di dalam kepala sendiri,
Agar tetap murni dan indah sepanjang masa untuk anak cucu kelak.
Penulis: Pitos Punjadi
4. Pegunungan yang Menjulang Tinggi
Tema: Keagungan dan Keperkasaan Pegunungan
Pegunungan Kalimantan Timur berdiri bagai raksasa yang tertidur tenang,
Puncaknya menyentuh awan bagai jari-jari raksasa menunjuk ke langit.
Pohon hijau menutupi tubuhnya bagai selimut zamrud yang paling indah,
Menyembunyikan rahasia alam yang tak terhitung jumlahnya oleh siapa pun.
Kabut pagi melingkar di lereng bagai selendang putih yang lembut dan tipis,
Menyembunyikan separuh wajah gunung bagai gadis yang malu-malu tampil.
Saat matahari naik tinggi, kabut perlahan hilang bagai asap yang lenyap,
Memperlihatkan keagungan gunung yang tampak gagah, perkasa, dan teguh.
Air terjun mengalir dari ketinggian bagai benang perak yang terurai indah,
Jatuh ke sungai di bawah dengan suara gemuruh bagai nyanyian alam.
Angin berhembus kencang di puncak bagai pesan dari langit yang menyapa,
Bahwa ciptaan Tuhan sungguh agung dan patut dipuja sepanjang masa.
Pegunungan ini adalah penjaga tanah yang berdiri teguh sejak dulu kala,
Tak tergoyahkan oleh waktu bagai keyakinan yang tak pernah pudar sedikit pun.
Keindahannya memukau hati siapa saja yang berani mendakinya,
Menyadarkan kita betapa kecilnya manusia di hadapan ciptaan Tuhan.
Penulis: Pitos Punjadi
5. Air Terjun Berlian yang Menawan
Tema: Kemegahan dan Kesegaran Air Terjun
Air terjun jatuh dari ketinggian bagai tirai putih yang lebar dan luas,
Terurai indah membelah bebatuan keras bagai pisau yang tajam dan lincah.
Airnya jatuh ke kolam di bawah bagai butiran berlian yang berjatuhan,
Menimbulkan buih putih yang berputar bagai tarian penari yang cantik.
Suara gemuruh air terdengar dari jauh bagai dentuman guntur yang halus,
Namun tetap terdengar merdu bagai alunan lagu yang menenangkan jiwa.
Embun air terbang ke sekeliling bagai butiran intan yang berkilauan,
Saat terkena sinar matahari membentuk pelangi bagai jembatan warna-warni.
Di sekeliling tumbuh tumbuhan hijau yang rimbun bagai dinding istana hijau,
Menjaga kesegaran udara yang terasa sejuk bagai pelukan pagi hari.
Burung-burung datang minum di tepian bagai tamu yang dijamu dengan ramah,
Berbagi ketenangan yang tercipta di tengah keagungan air terjun ini.
Air terjun ini adalah permata yang tersembunyi di balik rimbunnya hutan,
Menawarkan kesegaran yang membasahi jiwa yang kering dan lelah.
Mari kita jaga keasriannya bagai menjaga sumber kehidupan sendiri,
Agar senantiasa mengalir jernih dan menyejukkan hati siapa pun yang datang.
Penulis: Pitos Punjadi
6. Hutan Bakau di Pesisir Timur
Tema: Ketangguhan dan Keindahan Hutan Bakau
Hutan bakau tumbuh berjejer rapi di tepi pantai bagai barisan prajurit,
Akar-akarnya mencengkeram tanah dan air bagai jari kuat mencengkeram.
Menahan deburan ombak yang datang bagai perisai yang tak mudah hancur,
Melindungi daratan dari amarah laut yang kadang murka dan ganas sekali.
Daun-daun hijau berkilau terkena sinar matahari bagai lempengan zamrud,
Menyerap garam dan menyaring air bagai penyaring yang paling teliti.
Burung-burung pantai hinggap di sela dahan bagai pelaut yang beristirahat,
Mencari perlindungan di sela akar yang berkelok bagai jalan berliku.
Saat air laut surut, akar-akar tampak bagai jaring yang terhampar luas,
Menjadi rumah bagi ikan dan udang bagai tempat berlindung yang aman.
Angin laut berhembus membawa aroma garam dan kesegaran samudra,
Menyapu wajah dengan lembut bagai sapaan hangat dari alam semesta.
Hutan bakau adalah benteng kehidupan yang berdiri teguh di perbatasan,
Menjaga keseimbangan antara darat dan laut bagai jembatan penghubung.
Keindahannya tampak sederhana namun menyimpan kekuatan yang luar biasa,
Patut kita jaga dan lestarikan bagai menjaga nyawa kita sendiri.
Penulis: Pitos Punjadi
7. Senja di Teluk Balikpapan
Tema: Keindahan Langit dan Laut Saat Matahari Terbenam
Matahari mulai turun perlahan bagai raksasa yang hendak beristirahat,
Menyentuh permukaan laut bagai menyentuh cermin yang berkilau indah.
Langit berubah warna menjadi jingga, merah, dan ungu bagai lukisan Tuhan,
Dilukis dengan kuas lembut menyebar warna ke segenap penjuru langit.
Cahaya senja jatuh ke air bagai jalan emas yang membentang jauh ke ufuk,
Menuju ke arah matahari yang perlahan hilang di balik cakrawala samar.
Perahu nelayan pulang beriringan bagai burung yang terbang berkelompok,
Membawa hasil tangkapan dan cerita hari yang telah dilalui dengan jaya.
Angin sore berhembus sejuk membelai wajah bagai pelukan hangat kasih,
Membawa pesan damai dari kejauhan yang menenangkan hati yang lelah.
Ombak kecil berkejaran ke tepi bagai anak-anak yang bermain riang gembira,
Menyambut datangnya malam yang membawa kedamaian dan ketenangan jiwa.
Senja di Teluk Balikpapan bagai perpisahan yang penuh keindahan abadi,
Meskipun matahari hilang, cahayanya masih tertinggal di air dan di hati.
Keindahan ini mengajarkan kita bahwa perpisahan pun bisa indah,
Seperti senja yang berkilauan sebelum malam datang menyelimuti bumi.
Penulis: Pitos Punjadi
8. Kebun Sawit yang Hijau Luas
Tema: Kesuburan Tanah dan Kekayaan Hasil Bumi
Pohon kelapa sawit berjejer rapi bagai barisan prajurit yang gagah perkasa,
Daunnya membentang hijau bagai payung besar yang meneduhkan bumi.
Buahnya bergerombol merah bagai permata yang tersimpan di pelukan,
Menjadi berkah yang mengalir membawa kemakmuran bagi tanah ini.
Di sela-sela pohon tumbuh rumput hijau yang segar bagai karpet zamrud,
Embun pagi masih menempel bagai butiran mutiara yang berkilau cemerlang.
Angin berhembus mendatangkan aroma tanah dan dedaunan yang segar,
Membuat siapa pun yang melintas merasa tenang dan segar di hatinya.
Burung-burung berkicau riang di sela dahan bagai menyanyikan lagu syukur,
Menyambut pagi yang datang membawa sinar matahari yang hangat menyentuh.
Pekerja berjalan di antara barisan pohon bagai pelindung kekayaan alam,
Merawat dengan penuh kasih agar berkah ini terus mengalir tiada henti.
Perkebunan ini bagai lautan hijau yang melambai ditiup angin sepoi-sepoi,
Menunjukkan bahwa tanah Kalimantan Timur sungguh subur dan kaya raya.
Mari kita jaga kesuburannya bagai menjaga harta peninggalan leluhur,
Agar tetap hijau dan memberi manfaat bagi anak cucu di masa datang.
Penulis: Pitos Punjadi
9. Pulau-Pulau di Laut Timur
Tema: Keindahan Pulau dan Laut yang Jernih
Pulau-pulau kecil tersebar di perairan bagai butiran zamrud di atas kain biru,
Dikelilingi laut yang jernih bagai kaca bening memantulkan cahaya matahari.
Pasir putih di tepiannya halus bagai tepung yang paling lembut di dunia,
Menyambut ombak yang datang berkejaran bagai anak-anak yang bermain riang.
Pohon kelapa berdiri miring memandang ke laut bagai penjaga setia pantai,
Daunnya melambai ditiup angin bagai menyapa setiap tamu yang datang berkunjung.
Ikan-ikan berwarna-warni berenang di bawah air bagai bunga yang berenang,
Menambah keindahan laut yang menyimpan kekayaan tak ternilai harganya.
Saat matahari bersinar terang, laut berkilau bagai taburan berlian murni,
Menyilaukan mata namun tetap memukau hati siapa saja yang melihatnya.
Angin laut berhembus sejuk membawa aroma garam dan kesegaran samudra,
Membuat hati yang gundah menjadi tenang bagai air yang tenang dan jernih.
Pulau-pulau kecil ini bagai mutiara yang tersimpan di perbatasan timur,
Menjadi penanda bahwa tanah ini kaya raya dengan keindahan alamnya.
Jangan biarkan keindahannya rusak oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab,
Agar tetap bersih dan indah bagai permata yang selalu bersinar terang benderang.
Penulis: Pitos Punjadi
10. Hutan Penyangga yang Lestari
Tema: Pentingnya Hutan bagi Kehidupan
Hutan penyangga membentang hijau bagai selimut yang menutupi bumi,
Pohon-pohon tumbuh rapat saling berpelukan bagai saudara yang tak berpisah.
Sinar matahari sulit menembus rimbunnya daun bagai di balik tirai tebal,
Menciptakan suasana sejuk dan teduh bagai di dalam istana yang sejuk.
Tanah hutan yang lembap menyerap air hujan bagai spons yang menyerap air,
Menyimpannya lalu melepaskannya perlahan ke sungai dan mata air.
Mencegah banjir saat hujan dan menjaga air tetap mengalir saat kemarau,
Seperti ibu yang menyimpan makanan lalu memberikannya kepada anaknya.
Suara burung dan serangga terdengar saling bersahutan bagai musik alam,
Mengiringi langkah siapa saja yang berjalan di dalam kedalaman hutan.
Angin berhembus pelan membawa aroma dedaunan dan tanah yang segar,
Menyegarkan tubuh dan pikiran yang lelah oleh hiruk-pikuk dunia.
Hutan penyangga adalah benteng kehidupan yang menjaga keseimbangan alam,
Tanpanya air dan udara akan tercemar dan bumi menjadi panas dan gersang.
Mari kita jaga hutan ini agar tetap hijau dan lestari selamanya,
Agar air tetap jernih, udara tetap segar, dan bumi tetap sejuk nyaman.
Penulis: Pitos Punjadi
11. Sungai Berau yang Menawan Hati
Tema: Keindahan dan Peran Sungai bagi Masyarakat
Sungai Berau mengalir tenang bagai benang perak yang membelah bumi,
Airnya jernih memperlihatkan batu-batu di dasar bagai permata tersusun.
Ikan-ikan berenang bebas bagai perak yang berkilau terkena cahaya,
Tak takut pada siapa pun karena airnya bersih dan tempatnya aman tenteram.
Tepian sungai ditumbuhi pohon-pohon hijau bagai dinding yang rindang teduh,
Bayangan mereka jatuh ke air bagai lukisan yang tergambar sempurna.
Warga mengambil air dan mencuci dengan tenang bagai berterima kasih,
Menghormati sungai yang memberi kehidupan sejak zaman nenek moyang dulu.
Perahu bambu meluncur di atas air bagai daun yang hanyut terbawa arus,
Membawa orang melintas dari satu tepian ke tepian lain dengan tenang.
Angin berhembus membawa suara tawa anak-anak yang bermain di tepi,
Menyatu dengan suara gemericik air bagai musik alam yang menyenangkan.
Sungai Berau bagai ibu yang mengalirkan kasih kepada anak-anaknya,
Selalu memberi tanpa pamrih dan tetap jernih meski waktu terus berlalu.
Jangan biarkan kotoran merusak kejernihannya bagai menjaga mata sendiri,
Agar tetap mengalir bening dan memberi kehidupan bagi generasi mendatang.
Penulis: Pitos Punjadi
12. Kebun Buah Tropis yang Berbuah Lebat
Tema: Kesuburan Tanah dan Kekayaan Buah-Buahan
Kebun buah tropis membentang hijau bagai taman surga di bumi Kalimantan,
Pohon durian, manggis, rambutan, dan langsat tumbuh subur berderet rapi.
Buahnya bergantungan lebat bagai permata yang tersimpan di balik daun,
Menandakan bahwa tanah ini subur dan penuh berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
Saat musim berbuah tiba, aroma harum menyebar ke mana-mana bagai wewangian,
Mengundang siapa saja untuk datang dan menikmati manisnya buah tanah ini.
Daging buah durian lembut dan manis bagai madu yang berlebihan manisnya,
Manggis kulit ungu menyimpan daging putih bagai salju yang lembut sejuk.
Pohon-pohon berdiri tegak menaungi tanah yang subur bagai payung luas,
Daun-daunnya menari ditiup angin bagai menyambut kedatangan musim panen.
Petani tersenyum bahagia memetik buah bagai memetik bintang di langit,
Mengetahui bahwa kerja keras mereka berbuah manis bagai janji ditepati.
Tanah Kalimantan Timur sungguh dermawan bagai ibu yang tak pelit memberi,
Menghasilkan buah-buahan lezat yang menjadi kebanggaan daerah ini.
Mari kita jaga kesuburannya dengan penuh kasih dan tanggung jawab,
Agar senantiasa berbuah lebat dan memberi manfaat bagi kita semua.
Penulis: Pitos Punjadi
13. Langit Pagi yang Cerah Berseri
Tema: Keindahan Langit dan Udara Pagi yang Segar
Saat fajar menyingsing, langit berwarna merah muda bagai pipi gadis malu,
Perlahan berubah menjadi biru cerah bagai kain sutra bersih dan halus.
Awan putih berarak perlahan bagai domba yang berjalan santai tenang,
Diiringi sinar matahari yang muncul perlahan bagai emas bersinar terang.
Udara pagi terasa sejuk dan segar bagai air dari mata air pegunungan,
Menembus paru-paru memberi semangat baru bagi tubuh yang lelah.
Embun masih menempel di ujung daun bagai butiran intan berkilau cemerlang,
Bergoyang lembut saat angin berhembus pelan bagai menari menyambut pagi.
Burung-burung terbang tinggi membelah langit bagai pesawat meluncur bebas,
Berkicau riang menyambut hari yang baru bagai menyanyikan lagu syukur.
Pohon-pohon terlihat segar dan hijau bagai baru saja mandi embun pagi,
Menampilkan keindahan yang murni alami tanpa campur tangan manusia.
Langit pagi di Kalimantan Timur bagai kanvas dilukis penuh warna indah,
Menunjukkan kebesaran Tuhan yang menciptakan segalanya dengan sempurna.
Mari kita jaga kebersihan udara agar tetap segar dan langit tetap biru,
Agar anak cucu kelak tetap menikmati keindahan pagi yang sama indahnya.
Penulis: Pitos Punjadi
14. Lembah Hijau yang Tersembunyi Indah
Tema: Keindahan Lembah dan Kesuburan Tanah
Lembah hijau tersembunyi di antara bukit bagai mangkuk berisi zamrud,
Dikelilingi perbukitan hijau yang berdiri bagai raksasa yang menjaganya.
Rumput hijau tumbuh subur menutupi tanah bagai karpet yang paling indah,
Dihiasi bunga-bunga liar berwarna-warni bagai permata tersebar di sana.
Sungai kecil mengalir membelah lembah bagai pita perak melilit indah,
Airnya jernih mengalir tenang membawa kesegaran ke segenap penjuru.
Angin berhembus lembut menyapu lembah bagai tangan membelai rambut,
Membuat daun-daun dan bunga ikut menari bagai menyambut kedatangan tamu.
Kabut tipis melayang di pagi hari bagai selendang putih menutupi lembah,
Perlahan hilang saat matahari naik bagai kain ditarik perlahan pelan.
Memperlihatkan keindahan lembah yang asri dan tenang bagai surga kecil,
Tempat di mana kedamaian berdiam dan hati merasa tenteram damai.
Lembah hijau ini bagai harta karun dijaga oleh alam sendiri dengan setia,
Menunjukkan betapa indahnya ciptaan Tuhan yang belum tersentuh tangan manusia.
Jangan biarkan keindahannya rusak karena keserakahan dan kelalaian,
Mari kita jaga agar tetap asri menjadi warisan bagi masa depan.
Penulis: Pitos Punjadi
15. Kalimantan Timur Tanah Kelahiranku
Tema: Cinta dan Kebanggaan Terhadap Tanah Kelahiran
Kalimantan Timur, tanah kelahiranku yang kaya raya indah permai,
Sungai Mahakam, hutan hijau, dan laut biru menyatu bagai lukisan abadi.
Setiap jengkal tanahnya menyimpan berkah bagai ladang amal tak habis,
Menjadi tempat kami tumbuh, berkembang, dan hidup penuh kasih sayang.
Gunung-gunung berdiri tegap menjadi penjaga yang tak pernah tidur lelap,
Hutan-hutan hijau menjadi paru-paru memberi napas kehidupan terus.
Sungai dan laut memberi makan bagi kami semua dengan penuh kasih,
Tanah subur menghasilkan berkah yang mengalir tiada henti selamanya.
Keindahan alammu bagai mutiara berkilau di lautan luas biru,
Semakin dilihat semakin terang menunjukkan kemuliaan Tuhan Yang Maha Agung.
Kami bangga menjadi anak-anakmu lahir dan tumbuh di dadamu yang subur,
Berjanji menjagamu bagai menjaga mata di dalam kepala sendiri selalu.
Kalimantan Timur, tanah pertiwi yang kami cintai sepenuh jiwa raga,
Keindahanmu abadi bagai cinta yang tak akan pernah pudar oleh waktu.
Kami akan menjagamu agar tetap indah, hijau, dan kaya raya terus,
Agar namamu tetap harum dan dikenal sepanjang masa oleh seluruh dunia.
Penulis: Pitos Punjadi
Demikian 15 contoh puisi keindahan daerahku Kalimantan Timur menggunakan majas untuk kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 4 halaman 134 soal Menulis menceritakan keindahan daerahku dalam bentuk puisi Bab 6 Satu Titik dalam buku paket Kurikulum Merdeka terbitan Kemendibudristek edisi revisi 2023 .
( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )