Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet
TRIBUNPALU.COM, MOROWALI – Anggota DPRD Morowali, Putra Bonewa, menyoroti sejumlah kebijakan pembangunan Pemerintah Kabupaten Morowali dinilai perlu lebih mengutamakan kebutuhan masyarakat.
Hal itu disampaikan Putra saat rapat paripurna DPRD Morowali, Jumat (14/8/2026) Malam.
Ia mengaku banyak menerima laporan dari masyarakat terkait berbagai persoalan pembangunan di daerah.
Baca juga: Blak-blakan soal Aliran Uang Ridwan Kamil, Lisa Mariana Kesal Terus Disorot Media: Yang Lain Banyak
Salah satu yang disorot yakni pembongkaran sebuah tugu yang menurutnya masih berkaitan dengan penghargaan Adipura diterima Morowali pada 2023.
“Saya mau sampaikan kepada Saudara Bupati, kalau saya mau anu ini kuping saya sudah penuh ini semua laporannya orang. Kenapakah tugu itu dibongkar,” kata Putra.
Menurutnya, tugu tersebut masih memiliki kaitan dengan penghargaan Adipura diraih Kabupaten Morowali pada 2023, saat pemerintahan sebelumnya.
“2023 masih melekat di situ ada Adipura yang kita dapatkan. 2023 zamannya Pak Ramansah,” ujarnya.
Putra mengatakan, persoalan pembangunan di Morowali bukan hanya terkait tugu.
Ia menyebut masih banyak fasilitas yang menurutnya perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.
Di antaranya pembangunan gedung sekolah, pagar sekolah, jalan tani hingga paving block di lingkungan sekolah.
“Ini saya lihat masih banyak hal-hal yang lain seperti gedung sekolah, pagar, jalan tani, paving block di sekolah-sekolah dan lain-lain yang mesti harus jadi prioritas,” tegasnya.
Ia pun meminta Bupati Morowali, agar menjalankan pemerintahan dengan sebaik mungkin dan mengarahkan anggaran pada kebutuhan masyarakat.
“Sehingga saya minta kepada Pak Bupati untuk menjalankan pemerintahan ini sebaik mungkin, dijalankan dengan baik untuk kebutuhan masyarakat,” katanya.
Putra juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan di Morowali.
Ia mempertanyakan pembangunan yang dinilainya belum maksimal dalam dua tahun terakhir.
Baca juga: Berani Cup Sigi 2026 Bergulir, Kapolres Sigi Siap Kawal Keamanan Pertandingan
“Bayangkan Pak Bupati, ini dua tahun saya lihat tidak ada pengaspalan. Dua tahun tidak ada jalan tani yang dibuat,” ujarnya.
Menurut Putra, kondisi tersebut patut dipertanyakan mengingat Morowali memiliki kemampuan anggaran yang cukup besar.
“Bagaimana kira-kira pemerintahan hari ini, sementara kita punya uang, punya uang,” katanya.
Putra berharap pemerintah daerah dapat mengevaluasi kembali skala prioritas pembangunan agar anggaran yang tersedia benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Morowali.(*)