TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Deretan lini belakang PSIS Semarang menjadi sorotan jelang kompetisi Liga 2 Championship 2026/2027.
Kendati tak ada pemain asing di lini pertahanan, bergabungnya sejumlah pemain dengan CV mentereng, tak bisa dipandang enteng.
Apalagi, setelah kedatangan bek senior Fabiano Beltrame.
Selain Fabiano Beltrame, nama lain di lini belakang Mahesa Jenar di antaranya Andi Setyo, Komang Tri, Agus Nova, dan Akbar Arjunsyah.
Pelatih PSIS Semarang Widodo Cahyono Putro menyebut, kehadiran Fabiano menjadi bagian dari upaya PSIS memperkuat kedalaman skuad, terutama di sektor pertahanan.
Baca juga: Manfaatkan Laga Uji Coba, Winger PSIS Lorensius Sabda Antusias Berebut Posisi Utama di Tim
Widodo C Putro mengatakan, PSIS sebenarnya sudah memiliki lini belakang yang cukup solid.
Namun, padatnya kompetisi membuat tim membutuhkan lebih banyak opsi, termasuk pemain yang memiliki pengalaman panjang di level kompetisi profesional.
"Kita memang sudah solid di belakang, tetapi saya ingin kedalaman tim dengan adanya satu pemain yang berpengalaman," ujarnya saat dihubungi, Minggu (16/8/2026).
Meski demikian, Widodo C Putro menegaskan, kedatangan Fabiano bukan berarti pemain tersebut otomatis menjadi pilihan utama di setiap pertandingan.
Di antara bek tengah lain PSIS, Fabiano memang yang paling berpengalaman.
Bukan hanya karena usia yang sudah menginjak 42 tahun, tapi pemain berdarah Brasil itu dinilai sangat mengenal sepak bola Tanah Air.
Pelatih kelahiran Cilacap itu akan menerapkan sistem rotasi pemain agar kondisi fisik skuad tetap terjaga sepanjang kompetisi.
"Tapi, bukan berarti nanti Fabiano main terus. Sistem saya di sini adalah rotasi pemain," jelasnya.
Baca juga: Pelatih PSIS Semarang Masih Bidik Dua Pemain Lagi, Incar U-20 Berkualitas
Menurut dia, rotasi menjadi semakin penting karena kompetisi akan berlangsung dengan jadwal yang padat.
PSIS harus menyiapkan pemain pengganti yang memiliki kemampuan menjaga kualitas permainan ketika pemain utama mengalami cedera atau terkena akumulasi kartu.
"Karena kompetisinya seminggu dua kali, kondisi pemain juga perlu diperhatikan."
"Mungkin nanti ada yang cedera atau terkena akumulasi kartu, sehingga perlu ada pemain di posisi yang sama," katanya.
Widodo C Putro bahkan berharap kualitas antara pemain utama dan pemain pelapis di PSIS tidak terlalu timpang.
Ia ingin, pemain yang masuk dari bangku cadangan mampu memberikan perubahan terhadap jalannya pertandingan.
"Saya justru ingin pemainnya setara. Pemain pengganti harus bisa mengubah situasi."
"Misalnya, pertandingan masih 0-0, kemudian pemain pengganti masuk dan bisa mengubah permainan hingga mencetak gol," tutur Widodo.
Baca juga: Bek Anyar Komang Tri Ambisi Bawa PSIS Semarang ke Superleague
Fabiano pun diharapkan tidak hanya memberikan tambahan pilihan secara teknis, tetapi juga pengalaman bagi skuad PSIS yang tengah dipersiapkan menghadapi kompetisi musim baru.
Dengan kedatangan pemain senior tersebut, Widodo memiliki opsi lebih banyak untuk menentukan komposisi lini belakang sesuai karakter lawan dan kebutuhan pertandingan.
Di bagian lain, PSIS terus memantapkan latihan taktikal jelang kompetisi bergulir.
Pada Minggu (16/8/2026) ini, PSIS sebetulnya sempat bersepakat dengan Timnas Indonesia U-20 untuk beruji coba, namun batal terlaksana.
"Ternyata, Timnas ada agenda lain sehingga kami ganti dengan internal game Sabtu kemarin," katanya. (*)