HPV itu selain sumber utama penyakit kanker serviks pada anak perempuan, juga menjadi penyebab kanker anus, kanker penis, kanker orofaring, dan kutil pada alat kelamin laki-laki...

Denpasar (ANTARA) - Provinsi Bali sebagai daerah percontohan bersama DKI Jakarta dan Yogyakarta mengawali program imunisasi HPV atau pemberian vaksin mencegah infeksi Human PapillomaVirus (HPV) secara gratis bagi anak laki-laki.

“Bali diberi kehormatan untuk mengawali imunisasi untuk anak laki-laki, ini adalah penugasan langsung dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk melaksanakan imunisasi HPV pas di bulan Agustus, berbarengan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS),” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bali I Nyoman Gede Anom di Denpasar, Minggu.

Anom menjelaskan sebagai satu-satunya daerah di luar Pulau Jawa yang mendapat penugasan ini mereka telah memetakan sasaran penerima vaksin.

Hingga saat ini ada 29 ribu anak yang berhak menerima suntikan yaitu mereka yang berusia 11 tahun atau kelas 5 SD.

Dinkes Bali juga sudah mengantongi vaksin sejumlah 70.000 vial untuk anak laki-laki.

Anom melihat kesempatan awal bagi Bali dilandasi oleh prestasi daerah dalam penyaluran imunisasi HPV bagi anak perempuan yang sudah mencapai 110 persen pada tahun 2025, begitu juga di 13 program imunisasi lainnya dimana Bali selalu jadi yang teratas atau setidaknya masuk tiga besar secara nasional.

Untuk itu Pemprov Bali meminta masyarakat tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, mengingat biaya imunisasi HPV umumnya mencapai Rp2 juta, sementara kali ini gratis.

Selain perihal biaya, Anom juga mengingatkan pentingnya pemberian vaksin untuk mencegah virus Human Papilloma, karena selama ini kerap masyarakat menilai virus ini hanya menyerang perempuan, padahal penting pula bagi laki-laki.

“HPV itu selain sumber utama penyakit kanker serviks pada anak perempuan, juga menjadi penyebab kanker anus, kanker penis, kanker orofaring, dan kutil pada alat kelamin laki-laki, manfaatnya ke depan ini sebagai perlindungan untuk anak-anak, misalnya saat dewasa dia ada terinfeksi ini akan selamat, tidak akan sampai kepada kanker,” ujarnya.

Dengan suntikan ini, lanjutnya, tubuh anak akan mendapat kekebalan sehingga melindungi mereka terutama setelah menginjak remaja.

Dinkes Bali mengajak orang tua dan masyarakat mendukung program pemerintah ini dan sosialisasi terus dilakukan sehingga ketika nantinya tim nakes turun ke sekolah-sekolah anak-anak sudah siap.