PWI Solo Dukung Udin Jadi Pahlawan Nasional, Simbol Kebebasan Pers
Putradi Pamungkas August 16, 2026 10:16 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ketua PWI Surakarta Jawa Tengah, Sri Hartanto mendukung penuh pengusulan Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin menjadi Pahlawan Nasional. 

Ia menjadi simbol kebebasan pers di Indonesia.

“Kami PWI Surakarta mendukung penuh upaya kawan-kawan PWI DIY yang mengusulkan Udin sebagai Pahlawan Nasional. Nafas kebebasan pers berhembus melalui sosoknya yang melakukan perlawanan terhadap pengekangan kebebasan pers,” ungkapnya saat dihubungi Minggu (16/8/2026).

Wacana ini sudah dihembuskan sejak bulan Februari 2026 lalu saat bertepatan dengan Hari Pers Nasional 2026.

Apalagi menginjak tahun ke-30 kasus mengenai pembunuhannya tak juga menemui titik terang.

Ketua PWI Surakarta yang akrab disapa Tanto Gondes ini berpendapat pengusulan ini justru cukup urgent untuk dipertimbangkan mengingat sejumlah peristiwa yang bertolak belakang dengan kebebasan.

Sejumlah pejabat yang mendiskreditkan peran jurnalis membuat kebebasan pers harus terus digaungkan.

“Kita tahu sebutan-sebutan Londo Ireng, Pemain Sirkus, hingga nggak punya otak ini mencerminkan pejabat-pejabat kita belum memahami peran penting pers dalam demokrasi,” ungkapnya.

Baca juga: Sekda Jateng Sumarno Ajak PWI Persatuan Wartawan Indonesia Turut Ciptakan Kondusivitas Wilayah

Soroti Sikap Pemerintah

Di sisi lain, sikap pemerintah juga akan menentukan bagaimana keberpihakannya untuk menjaga agar pilar keempat demokrasi tetap tegak berdiri.

Jika pengusulan ini disetujui, setidaknya ada komitmen pemerintah dalam menjaga iklim kebebasan pers di Indonesia.

“Jika memang pemerintah memiliki komitmen untuk menjaga kebebasan pers di Indonesia, usulan untuk menjadikan Udin sebagai Pahlawan Nasional layak untuk dipertimbangkan,” jelasnya.

Ia juga berharap kasus yang menggantung berpuluh tahun dapat menemui keadilan. 

Tak hanya Udin, rentetan tokoh-tokoh yang menjadi korban pelanggaran HAM berat satu demi satu dapat menemui keadilan.

“Selama para korban belum menemui keadilan, maka selama itu pula narasi-narasi harus terus direproduksi. Salah satunya dengan pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional ini,” ungkapnya.

PWI DIY secara resmi membentuk Panitia/Tim Ad Hoc Pengusulan Udin sebagai Pahlawan Nasional.

Tim Ad Hoc juga telah melakukan koordinasi dan menyiapkan proses pengusulan, dengan melibatkan tokoh pers, akademisi, advokat/pakar hukum, serta sejumlah pemimpin media.

(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.