TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG -- Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan angkat bicara menanggapi isu keresahan para wali murid terkait pesan berantai di grup WhatsApp sekolah mengenai dugaan rencana tawuran besar-besaran antar pelajar SMKN 2 Palembang, Minggu (16/8/2026).
Kekhawatiran para orang tua meningkat lantaran isu tersebut menyebutkan bahwa aksi tawuran akan digelar pada Senin (17/8/2026) besok, tepatnya seusai pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Isu tawuran massal ini mencuat pasca-insiden kejar-kejaran sejumlah sepeda motor yang diduga melibatkan antarpelajar di Jalan Mesuji 1, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Peristiwa yang terjadi tepat di seberang SMKN 2 Palembang itu juga diduga diwarnai aksi penganiayaan.
Menindaklanjuti keresahan warga dan orang tua murid, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan memastikan bahwa pihak kepolisian bergerak cepat melakukan langkah mitigasi serta pencegahan agar bentrokan tidak terjadi.
"Polrestabes Palembang hingga kini sudah melakukan upaya mitigasi dan pencegahan agar tidak terjadi tawuran ini," tegas Sonny saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan bahwa Polrestabes Palembang bersama Polsek jajaran telah berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, mulai dari Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru, hingga petugas keamanan sekolah.
"Kami sudah berkoordinasi dengan semua pihak untuk mencegah terjadinya tawuran dan akan melaksanakan pengamanan di sekolah-sekolah besok," lanjutnya.
Tak hanya mengandalkan pengamanan dari kepolisian dan pihak sekolah, Kapolrestabes juga menekankan pentingnya peran aktif orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka, baik saat berangkat maupun pulang sekolah.
"Pentingnya peran orang tua di sini untuk mengawasi anaknya saat pergi dan pulang sekolah. Jika tidak ikut upacara, anak dilarang untuk bepergian," imbaunya dengan tegas
(*)