BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Tanahlaut (Tala) tidak berhenti ketika upacara selesai, Senin (17/8/2026) pagi.
Justru, suasana paling cair terlihat saat Bupati Tala H Rahmat Trianto turun dari tribun dan berbaur langsung peserta upacara. Terutama di barisan kalangan pelajar.
Tanpa sekat protokoler, H Rahmat bersama Ketua TP PKK Tala Hj Dian Rahmat berjalan ke tengah lapangan.
Bendera Merah Putih kecil dikibarkan bersama, lagu-lagu kebangsaan dilantunkan, sementara para pelajar menyambut dengan sorak dan senyum.
Sejumlah pelajar memanfaatkan momen tersebut untuk meminta foto bersama Bupati dan Hj Dian Rahmat. Wakil Bupati Tala HM Zazuli bersama Ketua GOW Tala Hj Wiwi Zazuli kemudian turut menyapa peserta.
Baca juga: Semarak Tala Ethnic Carniva 2026, Warga Tanahlaut Puas Saksikan Parade Kreativitas
Namun, perhatian terbesar justru tertuju pada barisan anak-anak TK/PAUD.
H Rahmat masuk ke tengah barisan anak-anak. Suasana sontak semakin riuh. Anak-anak tampak gembira, bahkan ada yang meminta kepalanya diusap Bupati.
Momen sederhana itu menunjukkan sisi lain perayaan kemerdekaan: ketika pemimpin daerah hadir bukan hanya sebagai pejabat di atas panggung, tetapi menjadi sosok yang bisa disentuh dan diajak berinteraksi langsung oleh anak-anak.
Kebersamaan kemudian berlanjut ke lokasi sajian makanan dan minuman gratis di halaman depan eks Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Jajaran SKPD Pemkab Tala menyiapkan beragam menu untuk peserta. Ada bakso, soto, gorengan, pentol, tahu, es krim, es dawet, nasi kemasan cup, aneka kue dan berbagai makanan-minuman lainnya.
Bupati H Rahmat bahkan ikut membagikan hidangan kepada para pelajar. “Ayo, ayo, sini sini. Ambil makanan dan minuman ini,” ajaknya.
Wabup HM Zazuli juga turut membantu membagikan sajian bersama Bupati H Rahmat.
Wajah ceria langsung memenuhi area makanan. Para pelajar menikmati hidangan sambil bercengkerama seusai mengikuti upacara.
“Senang banget. Kenyang banget, enak semua,” ujar M Rizki, salah seorang pelajar SD di Pelaihari.
Tak lama kemudian, sejumlah peserta upacara lainnya juga ikut menikmati hidangan gratis tersebut.
Momen tersebut mendapat apresiasi dari warga yang melihat langsung suasana seusai upacara.
Rudianoor, warga Pelaihari, menilai kegiatan semacam itu membuat perayaan kemerdekaan terasa lebih merakyat.
“Bagus sekali. Setelah upacara, masyarakat dan anak-anak bisa langsung berbaur. Bupati juga tidak hanya melihat dari jauh, tapi ikut membagikan makanan. Hal seperti ini membuat suasana kemerdekaan terasa lebih dekat,” ujarnya.
Senada, Nurhayati, warga Angsau, mengapresiasi keterlibatan para kepala daerah dalam menyapa pelajar, terutama anak-anak usia dini.
“Anak-anak pasti punya kenangan sendiri. Mereka bisa bertemu langsung dengan bupati, foto bersama, bahkan mendapat makanan gratis. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus ada karena membangun kedekatan sekaligus membuat anak-anak semakin mencintai suasana perayaan kemerdekaan,” katanya.
Bagi warga, kemeriahan HUT RI bukan semata soal rangkaian seremoni. Ketika pemimpin turun langsung menyapa, berbagi makanan dan bercengkerama bersama masyarakat, semangat kemerdekaan terasa hadir dalam bentuk yang sederhana tetapi berkesan.
Di Tala, pagi 17 Agustus itu akhirnya bukan hanya meninggalkan jejak upacara, tetapi juga cerita tentang pemimpin yang turun ke tengah rakyat dan kemerdekaan yang dirayakan bersama-sama.
(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)