BANJARMASINPOST.CO.ID - Kemampuan Ruben Onsu membiayai anak dipertanyakan, duda Sarwendah beri jawaban menohok usai dicibir haters.
Presenter Ruben Onsu baru saja merayakan momen ulang tahun ke-43 pada Sabtu (15/8/2026).
Bukan pesta mewah dan mengundang rekanan artis, namun Ruben mengisi momen ulang tahunnya dengan acara syukuran sederhana bersama para anak yatim.
Momen tersebut diunggah Ruben lewat media sosial instagram.
Terekam dalam unggahan tersebut momen saat Ruben bersama para anak yatim mendengarkan tausyiah hingga shalat berjamaah.
Postingan itu lantas menuai beragam reaksi dari netizen.
Banyak yang memuji Ruben karena tak menghamburkan uang untuk pesta mewah dan justru memilih untuk berbagi dengan anak-anak yatim.
Namun begitu, ada pula sebagian netizen yang justru mencibir Ruben dan menuding duda Sarwendah itu melakukan pencitraan.
Netizen itu bahkan menyebut Ruben seolah lebih mampu memberikan perhatian kepada anak-anak panti dibandingkan memenuhi kewajibannya terhadap anak kandung.
"Pencitraan banget, ketemu anak kandung aj kgk ada waktu, anak kandung aj kgk dibiayain," tulis salah seorang netizen, dikutip Minggu (16/8/2026).
Komentar tersebut rupanya mendapat perhatian Ruben.
Ia kemudian memberikan respons melalui Instagram Story dan menyinggung soal komentar yang menurutnya berisi fitnah.
Ruben mengingatkan agar seseorang tidak mudah memberikan penilaian terhadap kehidupan orang lain hanya berdasarkan apa yang terlihat di media sosial.
"Kalau berkomentar, tanpa tau permasalahannya di awal, akhirnya jadi menyimpulkan sendiri tpi berani menulis dgn percaya diri dan informasi yang diberikan salah, jatuhnya fitnah," tulis Ruben.
Ruben juga menegaskan bahwa dirinya masih mampu memberikan nafkah untuk anak-anaknya.
Pernyataan tersebut sekaligus membantah anggapan netizen yang menyebut dirinya tidak mampu memenuhi kebutuhan anak kandungnya.
"Jadi ini saya luruskan ya insyaAllah saya masih mampu, dan dari awal hanya minta waktu sesuai keputusan pengadilan," lanjutnya.
Ruben pun bingung kini dirinya malah disebut pencitraan karena membagikan momen kebersamaannya dengan anak-anak panti.
"Kok bisa ya sama anak panti dibilang pencitraan? sehat selalu ya, jangan lupa bahagia ya, krn kalau sudah bahagia gak pusing fitnah urusan orang lain terus," tutup Ruben.
Perseteruan Ruben dengan mantan istrinya, Sarwendah, belakangan memang menjadi sorotan.
Sebelumnya, Ruben mengajukan gugatan hak asuh anak karena merasa tak mendapatkan haknya sebagai ayah untuk bertemu kedua putrinya sejak cerai pada 2024 lalu.
Selain itu, Ruben juga mempermasalahkan dirinya yang tak pernah dilibatkan di dalam kepentingan yang berkaitan dengan anak.
Hingga akhirnya Ruben pun menduga adanya eksploitasi dan mengajukan gugatan hak asuh anak di PN Jakarta Selatan.
Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra buka suara melihat situasi perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah.
Hubungan Ruben dan Sarwendah sampai saat ini masih terus memanas. Bahkan di tengah bergulirnya gugatan hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ruben dan Sarwendah saling membuka aib masa lalu.
Berbagai permasalahan saat menjalin rumah tangga akhirnya mencuat ke publik.
Dari cekcok hingga adanya dugaan perselingkuhan pun kini juga menjadi sorotan.
Terkait hal tersebut, Jasra Putra kini memikirkan nasib anak-anak Ruben dan Sarwendah di tengah konflik kedua orang tuanya.
Jasra mengungkapkan, bahwa seharusnya Ruben maupun Sarwendah tetap memikirkan pengasuhan terbaik untuk anak.
"Buah hati ini butuh pengasuhan yang terbaik, buah hati ini butuh kedekatan, mohon konflik ini dilokalisir ya," ungkap Jasra, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Senin (17/8/2026).
Jasra kemudian menyinggung Ruben dan Sarwendah yang saling bongkar aib.
Menurutnya, hal tersebut nantinya akan berdampak ke anak karena adanya jejak digital.
"Kalau masing-masing menyampaikan aibnya ya tentu tidak ada orang yang tidak ada aibnya, apalagi dibangun sekian tahun bersama keluarga," ujarnya.
"Yang penting kami garis bawahi adalah aib ini nanti akan berdampak pada ananda, berdampak pada tumbuh kembang mereka," sambungnya.
Yang ditakutkan oleh pihak KPAI, ada kemungkinan anak-anak tersebut bakal mengalami perundungan di lingkungan sekolah maupun tempat lain.
"Bisa jadi muncul perundungan lainnya baik di sekolah maupun di lingkungan dia," ucap Jasra.
Ruben sebelumnya sempat melayangkan protesnya karena merasa tak mendapatkan haknya sebagai ayah untuk bertemu dengan kedua putrinya sejak cerai pada 2024.
Hingga akhirnya Ruben mengajukan gugatan hak asuh anak di PN Jakarta Selatan.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)