- Siapa yang Paling Butuh Rutin Asupan Vitamin B Kompleks? 1. Orang yang Sedang Hamil atau Menyusui 2. Lansia 3. Orang dengan Kondisi Tertentu 4. Vegetarian dan Vegan 5. Orang yang Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu
- Mengapa Vitamin B Begitu Penting? 1. Vitamin B1 (Tiamin) 2. Vitamin B2 (Riboflavin) 3. Vitamin B3 (Niasin) 4. Vitamin B5 (Asam Pantotenat) 5. Vitamin B6 (Piridoksin) 6. Vitamin B7 (Biotin) 7. Vitamin B9 (Folat) 8. Vitamin B12 (Kobalamin)
Vitamin B terdapat di banyak makanan, sehingga kebanyakan orang tidak akan berisiko mengalami kekurangan nutrisi ini selama menjalani pola makan yang seimbang.
Namun, beberapa kondisi dapat meningkatkan kebutuhan seseorang akan vitamin B, sehingga suplemen vitamin B kompleks mungkin dibutuhkan. Lantas, siapa saja yang sebaiknya mengonsumsinya?
Siapa yang Paling Butuh Rutin Asupan Vitamin B Kompleks?
Vitamin B memainkan banyak peran penting dalam tubuh. Dikutip dari laman Healthline, faktor-faktor tertentu, seperti usia, kondisi medis, penggunaan obat-obatan, serta kehamilan, mungkin membuat tubuh membutuhkan lebih banyak vitamin B. Simak kelompok orang yang membutuhkan vitamin B kompleks berikut ini.
1. Orang yang Sedang Hamil atau Menyusui
Selama menjalani kehamilan, kebutuhan tubuh akan vitamin B, khususnya B12 dan folat, akan meningkat. Sebab, vitamin-vitamin tersebut dibutuhkan untuk mendukung perkembangan janin.
Suplemen vitamin B kompleks sangat penting untuk wanita hamil dan menyusui. Kekurangan vitamin B12 atau folat selama kehamilan atau menyusui bisa menyebabkan kerusakan neurologis atau cacat lahir pada janin atau bayi.
2. Lansia
Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh untuk menyerap vitamin B12 menurun serta nafsu makan berkurang. Hal ini bisa menyulitkan sebagian orang untuk mendapat cukup vitamin B12 hanya melalui makanan.
Kemampuan tubuh dalam melepaskan vitamin B dari makanan untuk bisa diserap bergantung pada jumlah asam lambung yang memadai.
Kendati demikian, banyak orang dewasa yang lebih tua tidak memproduksi asam lambung yang cukup untuk menyerap vitamin B12 dengan baik.
3. Orang dengan Kondisi Tertentu
Orang dengan kondisi medis tertentu lebih rentan mengalami kekurangan nutrisi, seperti vitamin B. Dikutip dari laman Mayo Cinic, Cleveland Clinic, dan Medline Plus, berikut di antaranya:
- Penyakit celiac: Kondisi autoimun ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap gluten, terkadang menyebabkan kerusakan pada usus kecil.
- Penyakit Crohn: Jenis penyakit radang usus (Inflammatory Bowel Disease) yang menyebabkan pembengkakan dan iritasi jaringan.
- Hipotiroidisme: Kondisi ketika kelenjar tiroid tidak memproduksi atau melepaskan cukup hormon ke aliran darah.
- Anoreksia: Gangguan makan yang menyebabkan seseorang memiliki berat badan kurang dari yang dianggap sehat untuk usia dan tinggi badannya.
Selain itu, orang yang telah mengalami operasi penurunan berat badan tertentu juga lebih mungkin mengalami kekurangan vitamin B.
4. Vegetarian dan Vegan
Vitamin B12 bisa ditemukan secara alami dalam produk hewani seperti daging, susu, telur, dan makanan laut.
Orang yang menjalani pola makan vegan atau vegetarian ketat berisiko mengalami kekurangan vitamin B12 jika tidak memperoleh asupan yang cukup dari makanan yang telah diperkaya vitamin B12 maupun suplemen.
Mengonsumsi vitamin B kompleks setiap hari bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi penting, terutama bagi orang-orang yang memilih pola makan tanpa produk hewani.
5. Orang yang Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu
Obat-obatan yang umum diresepkan bisa menyebabkan seseorang kekurangan vitamin B.
Contohnya, penghambat pompa proton atau obat-obatan yang menurunkan asam lambung bisa mengurangi penyerapan vitamin B12. Sementara itu, metformin, obat diabetes yang populer, bisa menurunkan kadar vitamin B12 dan folat.
Mengapa Vitamin B Begitu Penting?
Vitamin B merupakan kelompok vitamin yang membantu metabolisme tubuh. Vitamin B kompleks terdiri dari 8 dari 12 vitamin esensial.
Dikutip dari laman Healthdirect, masing-masing vitamin B kompleks memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan.
1. Vitamin B1 (Tiamin)
- Membantu tubuh memecah dan melepaskan energi dari makanan.
- Menjaga kesehatan sistem saraf.
Dikutip dari studi yang diterbitkan di The Permate Journal, asupan harian vitamin B1 yang disarakan yaitu:
- Pria: 1,2 mg
- Wanita tidak hamil: 1,1 mg
- Wanita hamil: 1,4 mg.
Beberapa gejala kekurangan vitamin B1 di antaranya kelelahan, anoreksia, gangguan reaksi terhadap stres, serta mengalami penyakit beriberi hingga aritmia.
2. Vitamin B2 (Riboflavin)
- Menjaga kesehatan kulit, mata, dan sistem saraf.
- Membantu tubuh melepaskan energi dari makanan.
Asupan harian vitamin B2 yang disarakan yaitu:
- Pria: 1,3 mg
- Wanita tidak hamil: 1,1 mg
- Wanita hamil: 1,4 mg.
Efek dari kekurangan vitamin B2 bisa menimbulkan gejala kelelahan, migrain, anemia, hingga katarak.
3. Vitamin B3 (Niasin)
- Membantu tubuh melepaskan energi dari makanan.
- Menjaga sistem saraf dan kulit tetap sehat.
Asupan harian vitamin B3 yang disarakan yaitu:
- Pria: 16 mg
- Wanita tidak hamil: 14 mg
- Wanita hamil: 18 mg.
Kekurangan vitamin B3 bisa menyebabkan beberapa kondisi seperti dermatitis, kecemasan, depresi, hingga diare.
4. Vitamin B5 (Asam Pantotenat)
- Membantu tubuh melepaskan energi dari makanan.
Asupan harian vitamin B5 yang disarakan yaitu:
- Pria: 5 mg
- Wanita tidak hamil: 5 mg
- Wanita hamil: 6 mg.
Gejala dari kekurangan vitamin ini di antaranya dermatitis, diare, insomnia, hingga perubahan perilaku.
5. Vitamin B6 (Piridoksin)
- Membantu tubuh menggunakan dan menyimpan energi dari protein dan karbohidrat dalam makanan.
- Membantu tubuh memproduksi hemoglobin (yang membawa oksigen ke seluruh tubuh dalam sel darah merah).
Asupan harian vitamin B6 yang disarakan yaitu:
- Pria: 1-1,7 mg
- Wanita tidak hamil: 1-1,7 mg
- Wanita hamil: 1,9 mg.
Gejala yang bisa timbul karena kekurangan vitamin B6 meliputi anemia, gangguan kognitiv, neuropati perifer, dan kejang.
6. Vitamin B7 (Biotin)
- Membantu tubuh memproduksi asam lemak.
- Membantu sistem saraf berfungsi dengan baik.
Asupan harian vitamin B7 yang disarakan yaitu:
- Pria: 30 mcg
- Wanita tidak hamil: 30 mcg
- Wanita hamil: 30 mcg
Kekurangan vitamin B7 bisa menyebabkan bisa menimbulkan gejala dermatitis, kesemutan ekstre, depresi, lesu, dan kejang.
7. Vitamin B9 (Folat)
- Membantu tubuh membentuk DNA, RNA, dan sel darah merah yang sehat.
- Ketika seseorang hamil, vitamin ini menurunkan risiko cacat tabung saraf, seperti spina bifida, pada bayi dengan mendukung pertumbuhan sel yang cepat.
Asupan harian vitamin B7 yang disarakan yaitu:
- Pria: 400 mcg
- Wanita tidak hamil: 400 mcg
- Wanita hamil: 600 mcg
Gejala dari kekurangan vitamin B9 di antaranya anemia megalobastik, neuropati perifer, lesi sumsum tulang belakang hingga perubahan perilaku,
8. Vitamin B12 (Kobalamin)
- Membantu pembentukan sel darah merah dan menjaga kesehatan sistem saraf.
- Membantu melepaskan energi dari makanan.
- Membantu tubuh menggunakan folat.
Asupan harian vitamin B7 yang disarakan yaitu:
- Pria: 2,4 mcg
- Wanita tidak hamil: 2,4 mcg
- Wanita hamil: 2,6 mcg
Kekurangan dari vitamin ini dapat menimbulkan gejala yang sama dengan kurangnya vitamin B9 atau folat.





