Di tengah perayaan HUT RI ke-81 tahun, tak ada salahnya menengok kembali cerita masa perjuangan. Salah satunya tercermin lewat makanan yang dikonsumsi rakyat Indonesia puluhan tahun lalu saat berjuang.
Di balik perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, ada bekal makanan yang jadi sumber tenaga para pejuang dan rakyat untuk terus bertahan. Makanan tersebut jauh dari kesan mewah.
Pilihannya sederhana, meliputi singkong, ubi, jagung, hingga olahan seperti nasi oyek dan tiwul. Kini makanan tersebut mungkin terlihat biasa saja saat di meja makan, tapi di baliknya tersimpan cerita soal ketangguhan, keterbatasan, dan cara rakyat bertahan hidup di tengah perjuangan.
Dirangkum dari berbagai sumber, ini 5 makanan yang jadi santapan rakyat Indonesia di zaman perjuangan:
1. Ampok
Ampok goreng khas Blitar. Foto: Erliana Riady/detikcom
|
Dari Blitar, Jawa Timur, ada makanan khas yang dikonsumsi rakyat Indonesia bahkan sebelum merdeka. Namanya ampok atau orang awam biasanya menyebut nasi jagung.
Saat musim paceklik, makanan ini menjadi alternatif untuk petani pada zaman dulu. Sebab, hasil panen beras rendah, bahkan hampir tidak ada.
Jagung pun menjadi hasil bumi yang berlimpah. Saking berlimpahnya, jagung-jagung hasil panen yang sudah tua atau lapuk diambil, kemudian dikeringkan dan ditumbuk menjadi tepung kasar.
2. Telur asin
Telur asin juga jadi salah satu makanan yang dikonsumsi para pejuang saat melawan penjajah. Nutrisinya yang tinggi dan sifatnya yang awet menjadi alasan utama telur asin kerap jadi bekal ke medan perang.
Telur asin dibuat menggunakan telur bebek yang diasinkan dengan cara dibalur campuran bata, abu gosok, garam, dan air. Telur asin akan semakin lezat apabila proses pembaluran berlangsung lebih dari dua pekan.
3. Singkong, ubi, dan pisang rebus
Pisang rebus. Foto: Getty Images/iStockphoto/JokoHarismoyo
|
Umbi, seperti singkong dan ubi, jadi sumber karbohidrat andalan di masa lampau saat beras masih sulit didapat. Singkong dan ubi diolah dengan cara sederhana yaitu direbus. Keduanya bisa dibawa sebagai bekal perjuangan.
Selain itu, rakyat Indonesia zaman dulu juga sering mengonsumsi jagung rebus dan pisang rebus. Asupan keduanya bisa bantu memenuhi kebutuhan energi dengan cepat.
4. Gatot
Gatot adalah makanan tradisional dari singkong yang menjadi pengganti nasi bagi rakyat Indonesia, terutama di wilayah Jawa seperti Gunungkidul dan Wonogiri, saat masa krisis dan zaman kemerdekaan. Sebab pada saat itu beras dirampas penjajah atau sulit didapat.
Konon nama gatot berasal dari singkatan 'gagal total'. Istilah ini muncul karena kegagalan panen padi akibat cuaca atau tanah tandus. Petani akhirnya mengolah singkong sisa yang terkena basah dan menghitam menjadi makanan pengganti.
5. Tiwul
Tiwul bisa jadi pengganti nasi. Foto: dok. detikFood / Yenny Mustika Sari
|
Makanan khas Gunung kidul, Yogyakarta ini hadir saat Agresi Militer II pecah. Berawal dari salah satu tentara pasukan Jenderal Soedirman bernama Soepardjo Rustam yang dibekali tiwul.
Tiwul juga menjadi makanan pokok pengganti beras karena rakyat jelata dan pejuang sulit mendapatkan atau membeli beras yang dikuasai tentara penjajah, terutama saat era pendudukan Jepang.
Tiwul berbahan dasar singkong yang dikeringkan menjadi gaplek, lalu ditumbuk halus menjadi tepung dan dikukus. Sifatnya yang tahan lama juga membuat tiwul ideal sebagai bekal praktis pejuang kemerdekaan.








