Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Ada cerita yang mencuri perhatian di tengah perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Negeri Kwaos, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku.
Sebuah bendera merah putih berukuran empat meter dan lebar 3 meter setengah yang diklaim pemberian Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, tiba-tiba muncul dalam prosesi upacara di Lapangan Negeri Kwaos, Senin (17/8/2026).
Kemunculan bendera tersebut menjadi perhatian karena tidak banyak masyarakat yang mengetahui bahwa benda bersejarah itu masih tersimpan dan dijaga hingga saat ini.
Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, bendera itu dibawa keluar dari Balai Desa Negeri Kwaos, dengan iring-iringan tifa sawat dan tarian adat Boki Rei.
Dari kejauhan, para penari mengiringi langkah pembawa bendera hingga mendekati panggung utama.
Baca juga: Ada Panggung Mirip Mini IKN di SBT, Dibangun untuk Upacara HUT ke-81 RI
Baca juga: Upacara HUT ke-81 RI Khidmat, Merah Putih Berkibar di Lapangan Nusantara Masohi
Wakil Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Muhammad Miftah Thoha Rumarey Wattimena menyerahkan langsung bendera tersebut kepada Pasukan Paskibra secara simbolis untuk kibarkan.
Tokoh Pemuda Negeri Kwaos, Sahlan Masaa, membenarkan cerita mengenai asal-usul bendera tersebut.
Sahlan menyebut, bendera itu sebagai pemberian langsung Soekarno pada 1953 ketika sang Proklamator berkunjung ke wilayah Seram Timur.
"Ya, benar adanya itu dari peninggalan Soekarno. Ketika Soekarno datang ke Pulau Geser, meresmikan sekolah rakyat sekaligus pembebasan Irian Barat," ujarnya.
Menurut Sahlan, bendera tersebut diberikan kepada Raja Negeri Kwaos saat itu.
"Diberikan kepada Raja Negeri Kwaos bersama dengan warga yang hadir pada saat itu," katanya.
Kata dia, bendera tersebut sebelumnya pernah digunakan masyarakat pada era 1970-an dan 1980-an sebelum akhirnya tidak lagi dipakai memasuki era 1990-an.
Setelah tidak digunakan, bendera tersebut disimpan di Masjid Nurul Huda Desa Kwaos, dan dijaga hingga akhirnya kembali diperlihatkan kepada masyarakat dalam momentum HUT ke-81 RI.
Sahlan berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap bendera tersebut agar keberadaannya dapat dijaga dan dikenalkan sebagai bagian dari sejarah daerah.
"Harapannya adalah semoga pemerintah bisa bagian dari benda pusaka dari negara yang diberikan oleh presiden RI pertama," katanya.
Kemunculan bendera tersebut akhirnya menjadi salah satu peristiwa menarik dalam perayaan HUT ke-81 RI di Kwaos, sekaligus mengungkap adanya peninggalan yang selama ini tersimpan di tengah masyarakat.(*)