Alasan Megawati Tak Hadir Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Pimpin Upacara di Sekolah Partai
Laksmi Anindita August 17, 2026 08:38 PM

TRIBUNWOW.COM – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mengungkapkan alasan Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri tidak menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (17/8/2026).

Hasto menjelaskan bahwa Megawati memiliki misi khusus untuk menyampaikan amanat sejarah dan otokritik bangsa secara langsung kepada seluruh kader PDIP.

Pernyataan tersebut disampaikan Hasto usai menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 RI di pelataran Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

"Ibu Mega dari amanat beliau, kan, untuk menggambarkan bagaimana keadilan di dalam sejarah itu juga harus diwujudkan," kata Hasto.

Menurut Hasto, Megawati menyoroti sejarah bangsa yang dinilai telah diwarnai oleh berbagai manipulasi historis. Jika hal tersebut dibiarkan, generasi mendatang berisiko kehilangan jati dirinya.

Oleh karena itu, Megawati menggunakan momentum 17 Agustus di Sekolah Partai PDIP untuk mengingatkan kembali tentang rangkaian sejarah yang benar, sekaligus menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi agar Indonesia menjadi bangsa yang berdikari.

"Syaratnya percaya dulu pada kemampuan kita sendiri. Karena kita bisa merdeka bukan karena pemberian Jepang. Kita bisa menghadapi tentara sekutu pemenang Perang Dunia Kedua karena semangat yang berkobar-kobar," tutur dia.

"Itulah yang kemudian dirasakan hilang karena sejarah yang diputarbalikkan. Jadi Ibu punya suatu misi khusus untuk mengadakan upacara di Kantor DPP PDIP," lanjutnya.

Selain meluruskan sejarah, Hasto menyebut Megawati juga mengajak bangsa Indonesia untuk belajar dari negara-negara lain di dunia, seperti mempelajari inovasi dari Tiongkok, Jerman, dan Korea Selatan, serta mengambil pelajaran tentang militansi, patriotisme, dan rasa percaya diri dari Iran dan Korea Utara dalam menghadapi tantangan global.

Lebih lanjut, Hasto mengungkapkan bahwa pihak DPP PDIP secara khusus mengundang Megawati untuk hadir dan memimpin pelaksanaan upacara di Lenteng Agung.

"Kami yang mengundang Ibu Megawati Soekarnoputri. Sehingga acara hari ini disiarkan kepada seluruh pengurus partai di seluruh Indonesia, agar proklamasi itu membangkitkan suatu kesadaran kita bahwa Indonesia seharusnya menjadi contoh di dalam perjuangan agar rakyat Indonesia bisa merdeka, bisa berdaulat, bisa bebas berbicara, berserikat, diperlakukan setara, hukum harusnya berkeadilan," jelasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.