Aksi Polisi Kendari Bantu Keluarga Maling, Bayinya Demam Tinggi dan Tak Makan Dua Hari
Tribun-video August 17, 2026 08:42 PM
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baruTRIBUN-VIDEO.COM - Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan aksi simpati dari Kasat Reskrim Polresta Kendari, Kompol Welliwanto Malau.Sosok perwira menengah tersebut menolong istri AR, pelaku pencurian sepeda motor di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).Momen tersebut juga terekam kamera jurnalis TribunnewsSultra.com saat berada di lapangan untuk melakukan peliputan.Kisah pilu ini bermula pada Selasa, 7 Juli 2026, saat Tim Gabungan URC Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari bersama Intelmob Polda Sultra melakukan pengembangan kasus pencurian sepeda motor.Sejumlah petugas kemudian mendatangi kediaman AR di Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari.Saat proses penangkapan dan pengamanan berlangsung, polisi menerima informasi bahwa istri AR berada dalam kondisi sulit dan bayinya mengalami demam tinggi.Kompol Welliwanto kemudian mengambil langkah untuk membantu istri AR dengan membelikan bahan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan bayi.Kompol Welliwanto menceritakan peristiwa tersebut kepada Tim Saksi Kata TribunnewsSultra.com pada Sabtu, 18 Juli 2026.Ia menjelaskan AR diamankan di rumahnya oleh Satreskrim Polresta Kendari bersama Kepolisian Sektor (Polsek) Poasia.Usai mengamankan AR, Kompol Welliwanto memimpin tim menuju rumah tersangka di Nanga-nanga untuk melakukan pengembangan dan mencari barang bukti tambahan."Kami ke rumahnya di Nanga-nanga untuk pengembangan dan mencari bukti-bukti tambahan, mungkin di rumah dia ada barang-barang lain yang belum sempat kita ambil," ujarnya.Namun, setibanya di rumah AR, polisi justru mendapati kondisi keluarga tersangka yang sangat memprihatinkan."Kita tiba di salah satu perumahan, di sana, istrinya sudah dalam kondisi menangis," ujarnya.Kompol Welliwanto kemudian bertanya kepada istri AR mengenai penyebab dirinya menangis tersedu-sedu saat didatangi polisi.Setelah mengetahui kondisi istri AR, mantan Kapolsek Mandonga tersebut memerintahkan anggotanya untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan obat-obatan."Jadi saya spontanitas saja suruh beli makanan untuk si ibu. Si ibu menangis tersedu-sedu, bilang anaknya belum minum obat, setelah saya cek di kamar, ternyata anaknya demam tinggi," jelasnya.KDRT, Ancaman Pembunuhan, dan Sisi Gelap PelakuDi balik kondisi ekonomi yang menghimpit sang istri, penyelidikan polisi justru mengungkap fakta mengenai perilaku tersangka AR.Berdasarkan hasil pemeriksaan ponsel, AR diketahui bekerja di sektor pertambangan di Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng).Namun, uang hasil kerjanya diduga kuat tidak dikirimkan ke rumah, melainkan dihabiskan bersama pacarnya.Sang istri juga mengaku kerap menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)."Istri AR sempat mengalami kekerasan dalam rumah tangga, dia sempat ambil fotonya. Karena dia sering diancam kalau lapor polisi akan dibunuh pakai pisau," ujarnya.Tersangka AR bahkan berulang kali mengancam akan membunuh istri dan anaknya menggunakan pisau dapur jika berani melapor kepada polisi.Guna melancarkan ancaman tersebut, AR juga diduga merekam video hubungan intim mereka sebagai alat pemerasan agar aksi pencurian sepeda motor yang dilakukannya tidak terbongkar.Tersangka AR diketahui merupakan bagian dari komplotan yang telah beraksi di enam tempat kejadian perkara (TKP) di Kota Kendari dengan modus berpura-pura melakukan uji coba berkendara atau test drive sebelum membawa kabur sepeda motor korban.Polresta Kendari menyebut seluruh uang hasil kejahatan tersebut digunakan pelaku untuk mendanai kecanduan narkoba dan judi daring.Dipulangkan ke BaubauMengingat sang istri tidak memiliki kerabat di Kendari dan sempat dikucilkan keluarga akibat keputusannya menikah dengan pelaku, Kompol Welliwanto Malau mengambil inisiatif untuk membantu ibu dan anak tersebut.Polresta Kendari memfasilitasi tiket kapal laut untuk memulangkan ibu dan anak tersebut ke rumah kakaknya di Kota Baubau agar mendapatkan perawatan yang lebih layak.Saat ini, proses hukum terhadap tersangka AR dipastikan tetap berjalan di Polresta Kendari.Sementara itu, pemulihan trauma fisik dan psikologis sang istri terus dipantau melalui pihak keluarga."Sekarang dia sudah di Baubau, bersama sang kakak. Dia tidak diterima di keluarganya, karena dia lebih memilih sama suami, sudah diingatkan sama orangtuanya. Akhirnya ada kejadian begini," jelasnya.(*)Artikel ini telah tayang di TribunnewsSultra.com dengan judul Saksi Kata: Bikin Polisi Terenyuh, Getirnya Kisah Istri Maling di Kendari yang Bayinya Kelaparan, https://sultra.tribunnews.com/kendari/90483/saksi-kata-bikin-polisi-terenyuh-getirnya-kisah-istri-maling-di-kendari-yang-bayinya-kelaparan?page=all.Program: Saksi KataSumber: Tribunnews SultraEditor: Akmal Khoirul Habib#KompolWelliwantoMalau #PolrestaKendari #Kendari #SulawesiTenggara #AksiPolisi #KisahPolisi #PencurianMotor #KDRT #Keluarga #Baubau #SaksiKata
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.