Kilang Plaju Gandeng BKSDA Sumsel Rawat Gajah Sumatera di Suaka Margasatwa Padang Sugihan
Odi Aria August 18, 2026 11:27 AM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Menjaga gajah Sumatera bukan sekadar melindungi satwa, tetapi juga bagian dari upaya mempertahankan keseimbangan ekosistem dan kekayaan alam Sumatera Selatan.

Semangat tersebut mendorong Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju atau Kilang Plaju untuk terus mengambil bagian dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati, khususnya pelestarian gajah Sumatera di Sumsel.

Dalam momentum Hari Gajah Sedunia yang diperingati setiap 12 Agustus, Kilang Plaju kembali mengangkat pentingnya kepedulian terhadap keberadaan gajah Sumatera.

Kilang Plaju sebelumnya telah mendukung upaya konservasi gajah Sumatera di Pusat Latihan Gajah (PLG) Juar, Suaka Margasatwa Padang Sugihan, melalui sinergi bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan.

Dukungan tersebut telah dilakukan sejak 2018 dan mencakup berbagai aspek konservasi.

Di antaranya pengelolaan dan kesehatan gajah, peningkatan kapasitas mahout atau pawang gajah, hingga dukungan sarana dan prasarana yang menunjang aktivitas konservasi di kawasan PLG Juar.

Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Siti Fauzia, mengatakan pelestarian keanekaragaman hayati membutuhkan kolaborasi serta kepedulian dari berbagai pihak.

"Menjaga gajah bukan hanya tentang melindungi satu jenis satwa, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan alam dan ruang hidupnya. Dukungan yang telah dilakukan Kilang Plaju menjadi bagian dari komitmen kami untuk ikut mengambil peran dalam menjaga kekayaan alam Sumatera Selatan," ujar Siti.

Gajah Sumatera atau Elephas maximus sumatranus merupakan salah satu kekayaan hayati Indonesia yang keberadaannya perlu dijaga bersama.

Di kawasan PLG Juar, Suaka Margasatwa Padang Sugihan, tercatat terdapat 28 ekor gajah.

Dari jumlah tersebut, terdiri dari 14 ekor gajah jantan dan 14 ekor betina.

Keberadaan PLG Juar menjadi bagian penting dalam mendukung upaya perlindungan dan pengelolaan gajah Sumatera di Sumatera Selatan.

Menurut Siti, kepedulian terhadap lingkungan perlu terus ditumbuhkan agar upaya menjaga satwa tidak hanya dilakukan pada momentum tertentu.

"Kami berharap semangat menjaga gajah dan keanekaragaman hayati terus tumbuh di tengah masyarakat. Sebab, ketika kita menjaga alam hari ini, kita juga sedang memastikan generasi mendatang masih dapat mengenal dan hidup berdampingan dengan kekayaan alam Sumatera Selatan," katanya.

Bagi Kilang Plaju, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari upaya untuk tumbuh bersama masyarakat dan alam di sekitarnya.

Pelestarian gajah Sumatera pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan mempertahankan keberadaan satwa, tetapi juga menjaga habitat dan warisan alam agar tetap menjadi bagian dari kehidupan generasi mendatang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.