Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan pentingnya menjaga hubungan yang baik antara ulama dan pemerintah (umara) untuk menciptakan suasana dan menjaga kedamaian di Jakarta.
"Ini menunjukkan bahwa walaupun Jakarta kompleks, dinamikanya sangat berat, tetapi pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat bisa menjaga Jakarta menjadi jauh lebih baik, dan terutama adalah kehidupan beragama," kata Pramono di Jakarta International Veledrome, Jakarta Timur, Selasa.
Menurut dia, sinergi tersebut merupakan salah satu cerminan tata kelola pemerintahan yang berjalan dengan baik.
Dia pun mengapresiasi berbagai kegiatan yang diselenggarakan para ulama di Jakarta dan meyakini kegiatan itu turut menciptakan suasana kehidupan masyarakat yang semakin nyaman dan kondusif.
"Acara-acara seperti ini pasti akan membuat kenyamanan dalam kehidupan Jakarta semakin hebat," ujar Pramono.
Selain itu, dia juga bersyukur atas terjalinnya hubungan yang baik antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan para ulama.
Dia menilai keterbukaan dan transparansi pemerintah dalam membangun komunikasi dengan berbagai pihak turut menjaga stabilitas Jakarta di tengah tekanan ekonomi global.
"Saya ingin mengucapkan selamat karena bagaimanapun, Fuhab (Forum Ulama Habaib) ini adalah organisasi kemasyarakatan yang betul-betul pandangannya, cara berpikirnya, itu membuat kesejukan kehidupan di masyarakat, karena mereka betul-betul memegang teguh bahwa NKRI itu adalah harga mati," jelas Pramono.
Lebih lanjut, dia menambahkan Jakarta saat ini menjadi provinsi dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Indonesia, disusul Daerah Istimewa Yogyakarta.
Capaian tersebut menunjukkan Jakarta terus berkembang meski menghadapi kompleksitas dan dinamika perkotaan yang tinggi.

Sementara itu, Ketua Umum DPP FUHAB DKI Jakarta KH Muhammad Luthfi Zawawi menuturkan pelantikan itu merupakan pengukuhan kepengurusan Fuhab periode 2026-2031.
Dia menjelaskan penguatan struktur organisasi kini tidak hanya dilakukan di tingkat pusat, tetapi juga hingga kecamatan dan kelurahan. Sebanyak 267 kelurahan dan 44 kecamatan di seluruh DKI Jakarta kini memiliki kepengurusan Fuhab.
Pelantikan tersebut mencakup Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Fuhab di lima kota administrasi dan Kepulauan Seribu. Selain itu, kepengurusan Fuhab di wilayah penyangga, seperti Bogor Raya, Bekasi Raya, Tangerang Raya, dan Depok turut dikukuhkan.
Luthfi memandang perluasan struktur organisasi tersebut merupakan momentum bagi Fuhab untuk meningkatkan kontribusi dalam bidang sosial, pendidikan, dan dakwah.
"Momentum pelantikan ini akan menjadi pintu gerbang untuk Forum Ulama Habaib berjuang memberikan kontribusi yang terbaik buat bangsa dan negara, khususnya untuk kota yang kita cintai, yaitu Kota Jakarta," tutur Luthfi.
Ke depannya, kata dia, Fuhab berkomitmen memperkuat program pencegahan berbagai persoalan sosial di masyarakat, salah satunya, yaitu melalui kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberikan edukasi dan mencegah penyalahgunaan narkotika, mulai dari tingkat kelurahan hingga kota.
Tak hanya itu, FUHAB juga akan membantu menyosialisasikan sejumlah program Pemprov DKI kepada masyarakat, termasuk edukasi mengenai pemilahan sampah di lingkungan permukiman.
Dengan demikian, Luhfi berharap agar seluruh pengurus Fuhab dapat bersinergi dengan pemerintah serta organisasi kemasyarakatan lainnya untuk menjaga Jakarta sebagai kota yang maju, modern, global, berbudaya, dan berakhlak.
"Kita bersama-sama jaga kota yang kita cintai ini untuk menjadi kota yang modern, kota yang global, kota yang maju, kota yang berbudaya, dan kota yang berakhlakul karimah," ucap Luthfi.





