“Pintu Ditutup, Pembeli di Dalam” Tukang Parkir Warung Ketakutan Saat Orangutan Solo Safari Kabur
rival al manaf August 18, 2026 09:55 PM

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kepanikan terjadi di warung makan Ayam Tulang Lunak Bengawan setelah seekor orangutan milik Solo Safari yang lepas dari kandang bergerak hingga ke lokasi tersebut, Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Orangutan tersebut diketahui keluar dari kawasan Solo Safari dan sempat bergerak melewati sejumlah lokasi sebelum tiba di sekitar warung makan.

Kedatangan satwa itu membuat tukang parkir dan pengunjung memilih berlindung di dalam warung.

Juru parkir Ayam Tulang Lunak Bengawan, Eko, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan orangutan sempat merobohkan dua sepeda motor milik pengunjung sebelum masuk ke area warung.

Baca juga: HUT Ke-81 RI di Rumania, Perkuat Semangat Persatuan dan Kepedulian

Baca juga: Sosok Pria yang Aniaya Pengendara Mobil di Jalan Hayam Wuruk Pekalongan, Bukan Jukir Resmi

“Itu lompat pagar, timur warung, dia jalan sampai ke toko buah, menjatuhkan sepeda motor, dua motor, terus masuk ke sini,” ujar Eko, Selasa (18/8/2026).

Menurut Eko, orangutan tersebut awalnya terlihat bergerak dari arah timur warung setelah melompati pagar. Satwa itu kemudian berjalan menuju toko buah dan membuat dua sepeda motor roboh.

Situasi semakin membuat warga dan pengunjung khawatir ketika orangutan tersebut terus bergerak mendekati warung makan. Eko bersama pengunjung kemudian mengambil langkah untuk menghindari kemungkinan serangan.

Pintu warung langsung ditutup. Para pembeli yang saat itu berada di dalam warung memilih tetap bertahan di dalam sambil menunggu situasi aman.

“Tadi ya pembeli takut, pintu warung saya tutup, pembeli pada di dalam semua,” kata Eko.

Kendati sempat membuat panik, Eko memastikan tidak ada kerugian serius yang dialami pemilik warung maupun para pengunjung. Dua sepeda motor yang roboh juga tidak dipersoalkan oleh pemiliknya.

“Yang punya motor kelihatannya tidak mempersoalkan,” ujarnya.

Setelah meninggalkan warung, orangutan tersebut kembali bergerak menuju lokasi lain. Satwa itu kemudian diketahui berjalan hingga kawasan kos-kosan sebelum petugas Solo Safari berupaya mengamankannya.

Eko mengatakan petugas akhirnya datang untuk menangani orangutan tersebut. Satwa itu kemudian berhasil dilumpuhkan menggunakan obat bius.

Orangutan Dievakuasi Menggunakan Kendaraan Roda Tiga

Seorang anggota SAR UNS, Galih Pambuko, mengatakan orangutan tersebut sempat berpindah ke sejumlah tempat sebelum akhirnya berhasil diamankan petugas Solo Safari.

Menurut Galih, proses pelumpuhan dilakukan menggunakan tembakan bius. Ia melihat petugas menembakkan obat bius sebanyak dua kali kepada satwa tersebut.

“Pakai tembak, pakai bius saya lihat dua ditembak pakai bius. Orang utannya naik ke kendaraan roda tiga. Dia naik dulu kemudian dibius langsung pingsan di situ,” ungkap Galih.

Setelah orangutan tidak sadarkan diri, petugas tidak mengangkat satwa tersebut secara manual. Orangutan langsung dievakuasi menggunakan kendaraan roda tiga yang berada di lokasi.

“Evakuasinya nggak diangkat tapi langsung masuk roda tiganya itu. Langsung dibawa oleh petugas. Sekitar satu jam ada,” jelas Galih.

Pelarian orangutan milik Solo Safari tersebut pun akhirnya berakhir setelah petugas berhasil mengamankan satwa itu.

Sebelumnya, pergerakan orangutan dari kawasan Solo Safari hingga masuk ke sejumlah lokasi sempat membuat warga dan pengunjung panik.

Di warung Ayam Tulang Lunak Bengawan, kepanikan sempat membuat aktivitas makan berhenti.

Pengunjung memilih tetap berada di dalam ruangan dengan pintu ditutup hingga orangutan meninggalkan lokasi dan petugas datang mengamankannya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.