TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Terjadi kebakaran, di Jalan Akasia, RT 04, RW 07, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa (18/8/2026) malam WIB.
Saksi mata, Adhar (40), yang rumahnya berada tepat di belakang rumah korban, mengatakan, awalnya ia melihat asap hitam dari bangunan tersebut.
Menurut Adhar, asap terlihat sesaat setelah Magrib sekira pukul 17.55 WIB.
Tak lama kemudian, api muncul dari bagian atap rumah.
"Awalnya asap saja. Habis Magrib juga mulai kejadian. Tidak lama itu langsung terlihat api di bagian atapnya," kata Adhar.
Baca juga: Kronologi Kebakaran Jalan Akasia Palangka Raya, Api Diduga Muncul dari Atap
Melihat asap dan api mulai muncul, Adhar kemudian berteriak meminta warga sekitar untuk mengetahui adanya kebakaran.
Laporan kemudian diteruskan kepada kanal 112.
Di tengah situasi tersebut, Adhar juga melihat ada seseorang yang perlu dievakuasi dari bangunan di sekitar lokasi.
Ia bersama warga kemudian berupaya menyelamatkan orang tersebut yang diketahui mengalami kesulitan berjalan.
"Kita panggil anaknya. Begitu ada warga tadi kita minta bantu mengangkat orang itu ke sana," ujarnya.
Adhar mengatakan, rumahnya yang berada tepat di belakang bangunan terbakar tidak ikut terdampak api.
Sementara itu, bangunan yang terbakar terdiri dari dua bagian rumah yang berada dalam satu kawasan.
Adhar mengenal pemilik rumah tersebut sebagai Haji Basit.
Ia mengatakan, pemilik rumah biasanya sudah pergi ke pasar sekitar pukul 05.00 WIB dan baru kembali sekitar pukul 22.00 WIB.
"Biasanya orang ini jam 5 sudah ke pasar, jam 10 nanti baru pulang," katanya.
Karena mengetahui pemilik rumah biasanya sudah berada di pasar pada waktu tersebut, Adhar dan warga berupaya memastikan tidak ada orang yang masih berada di dalam rumah.
Ia sempat mencoba masuk dengan memecahkan kaca, tetapi terdapat kawat yang menghalangi akses masuk.
Setelah diperiksa, tidak ada respons dari dalam rumah.
Adhar membeberkan, api cepat membesar dan merambat ke bagian lain bangunan.
Setelah api membesar, bagian balok rumah ikut terbakar sehingga kobaran api terlihat semakin besar.
Ia juga menyebut, bagian bangunan yang terbakar berada di sekitar area dapur.
Adhar menuturkan, lokasi tersebut sebelumnya juga pernah mengalami kebakaran, meski kejadian sebelumnya tidak sampai menyebabkan kerusakan separah kebakaran kali ini.
Hingga petugas pemadam kebakaran melakukan penanganan, rumah Adhar yang berada di belakang bangunan korban tetap tidak terdampak api.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pemadaman pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palangka Raya, Alfrianto memperkirakan lebih kurang 45 persen bagian bangunan mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Lebih lanjut, Alfrianto menambahkan, proses pemadaman berlangsung sekitar 50 menit sejak laporan diterima hingga penanganan api selesai.
Namun, petugas dan relawan menghadapi kendala ketersediaan air di lokasi. Kondisi cuaca yang kering membuat pasokan air menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman.
"Karena dengan kondisi kita saat ini yang kering, hampir tidak ada air. Jadi kendala di lapangan, kami dari relawan dan juga petugas pemadam itu kesulitan air," ujarnya.
Api bisa dipadamkan sekira pukul 18.50, setelah operasi pemadaman selama 55 menit.
Selanjutnya, petugas langsung melakukan penilaian untuk memastikan kondisi bangunan benar-benar aman sebelum meninggalkan lokasi.
Adapun penyebab kebakaran Alfrianto menduga karena korlseting listrik.
Namun, ia juga belum bisa menyimpulkan sebelum hasil penyelidikan pihak berwajib keluar.
"Kita masih belum bisa menyimpulkan apakah itu diduga korsleting listrik. Tapi dari informasi yang ada dan kita nilai, kemungkinan besar korsleting. Nanti pihak yang berwajib yang akan menyampaikan penyebab kebakaran," tutupnya.