Alasan Mori dan Iqbal Dinyatakan Tidak Lolos Jadi Calon Ketua KONI NTB
Wahyu Widiyantoro August 19, 2026 10:04 AM

TRIBUNLOMBOK.COM — Dua bakal calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB), H Mori Hanafi dan Lalu Muhamad Iqbal tidak lolos jadi calon Ketua KONI NTB. 

Keduanya dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi oleh Tim Penyaringan dan Penjaringan (TPP) KONI NTB. 

Keputusan ini disampaikan setelah keduanya resmi mendaftarkan diri dengan menyerahkan berkas serta uang pendaftaran sebesar Rp200 juta.

Ketua TPP KONI NTB, Andik Budi Hariono, mengonfirmasi hasil validasi dan verifikasi tersebut pada Selasa (18/8/2026).

"Setelah kami melakukan validasi dan verifikasi keduanya dinyatakan tidak memenuhi syarat," kata Andik.

Mori Kurang Dukungan dari Syarat Minimal

Andik menjelaskan bahwa alasan Mori Hanafi dinyatakan tidak memenuhi syarat adalah karena dukungan yang diperolehnya dari KONI Kabupaten/Kota tidak mencukupi ambang batas minimal 30 persen. 

Dari total 10 KONI Kabupaten/Kota di NTB, hanya dua yang secara resmi mendukungnya untuk maju, yakni KONI Sumbawa dan KONI Lombok Barat.

Baca juga: Gubernur Iqbal Resmi Daftar Jadi Calon Ketua KONI NTB

Baca juga: Mori Hanafi Resmi Daftar Calon Ketua KONI NTB, Kantongi Dukungan Puluhan Cabor-KONI Kabupaten/Kota

Sebelumnya Mori sempat mengantongi dukungan tambahan dari KONI Kabupaten Dompu dan KONI Kabupaten Lombok Utara. 

Namun, dalam perkembangan prosesnya, kedua KONI kabupaten tersebut justru beralih mendukung Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sehingga dukungan resmi yang tersisa bagi Mori tidak lagi memenuhi persyaratan minimal yang ditetapkan.

Iqbal Tidak Punya Pengalaman di Struktur KONI atau Cabor

Sementara itu, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dinyatakan tidak memenuhi syarat dengan alasan yang berbeda, yakni karena tidak memiliki pengalaman sebagai Ketua KONI Kabupaten/Kota, maupun sebagai ketua cabang olahraga (cabor) prestasi. 

Persyaratan pengalaman kepemimpinan di struktur organisasi olahraga ini menjadi salah satu kriteria administratif yang wajib dipenuhi setiap calon Ketua KONI NTB, dan Iqbal belum memenuhi kriteria tersebut meski menjabat sebagai kepala daerah.

TPP Serahkan ke KONI NTB

Andik menegaskan bahwa tugas TPP hanya sebatas melakukan proses penjaringan, verifikasi, dan validasi berkas pendaftaran, tanpa memiliki kewenangan untuk menentukan langkah selanjutnya pascakeputusan ini.

"Hasil penjaringan sudah kami sampaikan ke KONI, tugas kami hanya sampai disini," kata Andik.

Buka TPP Baru atau Lanjutkan Musoprov Tanpa Kandidat

Setelah kedua bakal calon dinyatakan tidak memenuhi syarat, langkah selanjutnya sepenuhnya menjadi kewenangan KONI NTB. 

Terdapat dua opsi yang kini terbuka, yakni membuka kembali proses TPP baru untuk menjaring calon-calon lain, atau tetap melanjutkan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musoprov) meski tanpa kandidat calon ketua yang telah memenuhi syarat.

Dua figur yang sebelumnya dianggap paling potensial, yakni petahana Mori Hanafi dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, sama-sama gugur di tahap verifikasi administrasi. 

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.