TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Lapangan Desa Sarjo, Kecamatan Sarjo, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, dipenuhi sampah usai digunakan sebagai lokasi berbagai perlombaan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pantauan di lokasi, Rabu (19/8/2026), kondisi lapangan terlihat cukup memprihatinkan. Sampah plastik, gelas dan botol air mineral, kantong plastik, kertas, serta berbagai jenis sampah bekas aktivitas warga tampak berserakan hampir di seluruh area lapangan.
Sampah terlihat menumpuk di sejumlah titik, mulai dari bagian tengah hingga sisi lapangan. Beberapa tumpukan sampah bahkan terlihat bercampur dengan tanah dan rumput yang kering.
Baca juga: Seminggu WiFi IndiHome Gangguan, Pelanggan di Jalan Sultan Hasanuddin Pasangkayu Kecewa
Baca juga: 10 Cakades di Polman Tak Lolos, Inspektorat Tolak Beri Surat Bebas Temuan Penyalahgunaan Keuangan
Kondisi tersebut semakin jelas terlihat karena area lapangan yang cukup luas tampak kosong setelah rangkaian kegiatan perlombaan berakhir.
Di tengah lapangan juga masih terlihat sejumlah fasilitas sederhana yang sebelumnya digunakan untuk mendukung kegiatan perlombaan. Beberapa meja dan bangku tampak masih berada di lokasi, sementara sampah berserakan di sekelilingnya.
Teriknya matahari turut membuat suasana di lokasi terasa panas dan kering. Cahaya matahari pagi hingga siang menerangi area lapangan yang dipenuhi sisa-sisa sampah setelah selama beberapa hari menjadi pusat keramaian masyarakat.
Sejumlah bendera Merah Putih dan umbul-umbul yang masih terpasang menjadi penanda bahwa lokasi tersebut baru saja digunakan untuk memeriahkan perayaan kemerdekaan.
Mira, salah seorang warga Desa Sarjo, mengatakan kondisi lapangan yang dipenuhi sampah setelah kegiatan perayaan sebenarnya bukan hal baru.
Menurutnya, sampah biasanya akan menumpuk setelah kegiatan yang melibatkan banyak orang selesai dilaksanakan.
"Sudah biasa kondisi seperti ini kalau habis acara. Apalagi lombanya ramai, banyak orang datang," kata Mira.
Ia menyebut berbagai perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI baru saja dilaksanakan di lapangan tersebut.
Kegiatan itu berlangsung cukup meriah selama sekitar sepekan. Antusiasme masyarakat juga terlihat tinggi karena perlombaan tidak hanya diikuti atau disaksikan oleh warga Desa Sarjo.
Warga dari sejumlah desa lain turut datang untuk menyaksikan dan meramaikan berbagai kegiatan yang digelar di lapangan tersebut.
Ramainya masyarakat yang datang membuat aktivitas jual beli makanan dan minuman di sekitar lokasi juga ikut meningkat.
Namun, di sisi lain, banyaknya pengunjung meninggalkan persoalan sampah yang harus segera ditangani setelah kegiatan berakhir.
Mira mengatakan, setelah seluruh rangkaian perlombaan selesai, masyarakat kini mulai melakukan pembersihan lapangan.
"Kalau hari ini tinggal dibersihkan. Nanti gotong royong bersama masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, kegiatan gotong royong menjadi salah satu cara warga untuk mengembalikan kondisi lapangan agar kembali bersih dan dapat digunakan untuk aktivitas masyarakat.
Pembersihan juga dinilai penting agar sampah yang berserakan tidak semakin menumpuk dan mengganggu lingkungan sekitar.
Warga berharap setelah kegiatan besar atau perayaan yang melibatkan banyak orang, kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya dapat terus ditingkatkan.
Pasalnya, lapangan desa tidak hanya digunakan untuk perlombaan dan kegiatan perayaan, tetapi juga menjadi ruang publik yang dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai aktivitas sehari-hari.
Dengan adanya gotong royong, warga berharap lapangan Desa Sarjo dapat kembali bersih dan nyaman setelah menjadi pusat keramaian selama perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan