TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sebanyak lima jemaah korban dugaan penelantaran travel umrah PT. Gema Suara Talbia Jambi diperiksa di gedung Kejaksaan Tinggi Jambi.
Pemeriksaan terkait dugaan penelantaran jemaah umrah ini digelar pada Rabu (19/6/2026).
Kabarnya 5 korban dimintai keterangan dan klarifikasinya terkait dugaan penelantaran yang dilakukan PT Gema Suara Talbia atau Gema Talbia.
Korban penelantaran jemaah umrah Gema Talbia melapor ke Polda Jambi.
Untuk diketahui, total pendaftar umrah sebanyak 103 jemaah.
Berhasil berangkat ke Makkah 23 jemaah (keberangkatan 4 Agustus 2026), gagal berangkat (hanya sampai Jakarta) 28 jemaah, dan belum diberangkatkan 52 jemaah.
Sebelumnya, diketahui ada 21 jemaah umrah yang terlantar dan tidak mendapatkan fasilitas sesuai saat melaksanakan ibadah di Tanah Suci.
Rombongan jemaah umrah tersebut diketahui mengikuti paket perjalanan umrah bersama Travel Gema Talbia.
Baca juga: Jemaah Umrah Terlantar, Pembimbing Desak Travel Gema Talbia Ganti Rp193,4 Juta
Baca juga: BNNP Jambi Musnahkan 2,2 Kg Sabu dan 706 Ribu Ekstasi
Pembimbing jemaah umrah yang juga menjadi korban, Ahmad Abdul Malik, tiba di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin Jambi pada Jumat (14/8/2026) bersama para jemaah lansia.
Pembimbing jemaah umrah, Ahmad Abdul Malik, mendesak pihak Travel Gema Talbia bertanggung jawab atas dugaan penelantaran jemaah di Tanah Suci.
Dia juga meminta Travel Gema Talbia mengembalikan uang jemaah yang terpaksa digunakan untuk membayar sejumlah fasilitas, seperti penginapan, bus, hingga makanan selama perjalanan umrah.
Malik mengatakan, setidaknya total Rp193,4 juta uang jemaah digunakan untuk membayar penginapan hingga bus selama di Tanah Suci.
"Iya, itu uang yang harus dia (pihak Travel Gema Talbia) ganti itu dari iuran jamaah," kata Abdul Malik kepada Tribunjambi.com, Sabtu (15/8/2026). (*)
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: Refly Harun Sebut Penyidikan Roy Suryo di Kasus Ijazah Jokowi Cacat Hukum
Baca juga: Update Tragedi HUT RI di Papua: Pos TNI Diserang, 9 Warga Dibawa Paksa