TRIBUNJATENG.COM, PANGANDARAN - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 129 UIN Saizu Purwokerto mengaktifkan kembali program Bank Sampah di Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.
Program tersebut diperkuat melalui sosialisasi pengelolaan sampah, pelibatan kader Posyandu, serta pemetaan titik pengambilan sampah di sejumlah wilayah desa.
Kegiatan yang menjadi bagian dari Program Unggulan KKN Saizu Berdampak Angkatan ke-58 itu dilaksanakan pada Jumat (21/8/2026).
Kegiatan menyasar kader dari delapan Posyandu dan masyarakat Desa Karangbenda sebagai upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih teratur dan berkelanjutan.
Program Bank Sampah sebenarnya telah dirintis sebelumnya di Desa Karangbenda. Namun, pelaksanaannya belum berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN 129 untuk berkolaborasi dengan pemerintah desa, kader Posyandu, masyarakat, dan Bank Sampah Induk Sahate Pangandaran guna menghidupkan kembali program tersebut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi bersama Direktur Bank Sampah Sahate Pangandaran, Rian Hidayat.
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat dan kader Posyandu mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah, jenis sampah yang dapat dikumpulkan, serta mekanisme penyaluran sampah kepada Bank Sampah Sahate Pangandaran.
Koordinator Desa KKN Kelompok 129, Yazid Isnan Romadon, mengatakan pengaktifan kembali Bank Sampah dilakukan karena program tersebut sebelumnya sudah pernah dirintis, tetapi belum berjalan maksimal.
"Bank Sampah di Desa Karangbenda sebelumnya sudah ada, tetapi belum berjalan secara maksimal. Melalui program ini, kami berusaha membantu mengaktifkannya kembali dengan melibatkan kader Posyandu, pemerintah desa, dan masyarakat agar pengelolaannya dapat berjalan secara rutin dan berkelanjutan," ujarnya.
Setelah sosialisasi, mahasiswa KKN bersama pihak terkait melakukan pemetaan titik pengambilan sampah di sejumlah wilayah Desa Karangbenda.
Pemetaan ini menjadi bagian penting untuk membangun mekanisme pengumpulan sampah yang lebih mudah diakses masyarakat.
Sesuai dengan rencana yang disusun, pengambilan sampah akan dilakukan satu bulan sekali pada titik-titik yang telah ditentukan.
Masyarakat dapat mengumpulkan sampah yang telah dipilah terlebih dahulu sebelum membawanya ke titik pengambilan.
Selanjutnya, sampah akan diangkut oleh petugas desa untuk diteruskan kepada Bank Sampah Sahate Pangandaran dan dikelola lebih lanjut di Bank Sampah Induk Sahate Pangandaran.
Sistem tersebut membentuk pembagian peran yang lebih jelas.
Masyarakat menjadi sumber sekaligus pemilah sampah, kader Posyandu berperan sebagai penggerak dan penyampai informasi, pemerintah desa mendukung proses pengangkutan, sedangkan Bank Sampah Sahate Pangandaran menjadi mitra dalam pengelolaan sampah.
Melalui program ini, mahasiswa KKN 129 UIN Saizu berharap kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan semakin meningkat. Pengaktifan kembali Bank Sampah juga diharapkan dapat mengoptimalkan potensi dan aset yang telah dimiliki Desa Karangbenda.
Kolaborasi antara masyarakat, kader Posyandu, pemerintah desa, mahasiswa KKN, dan mitra pengelola menjadi kunci keberlanjutan program.
Dengan adanya sistem dan pembagian peran yang jelas, program Bank Sampah diharapkan tidak berhenti setelah masa KKN berakhir.
Program tersebut diharapkan dapat terus berjalan sebagai bagian dari upaya masyarakat Desa Karangbenda menjaga lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan.
Melalui langkah tersebut, KKN 129 UIN Saizu tidak hanya menghadirkan kegiatan edukasi mengenai sampah, tetapi juga mendorong terbentuknya sistem pengelolaan lingkungan yang melibatkan masyarakat secara aktif. (***)