TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Pemkab Wonosobo telah menyiapkan lahan untuk mendukung pengembangan Universitas Tidar (Untidar) Magelang di Kabupaten Wonosobo.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan, Pemkab Wonosobo sebelumnya telah menghibahkan lahan hampir lima hektare untuk Untidar.
Selain lahan dari Pemkab Wonosobo, Untidar kemudian menambah sekira tiga hektare lahan.
Dengan demikian, total lahan yang tersedia untuk pengembangan Untidar di Wonosobo mencapai sekira delapan hektare.
Baca juga: Untidar Magelang Siapkan Pengembangan Kampus di Wonosobo, Bupati Afif Dukung Kerja Sama
"Dulu menghibahkan tanah hampir lima hektare, kemudian Untidar menambah sekira tiga hektare. Jadi totalnya delapan hektare," kata Bupati Afif seusai audiensi bersama jajaran Untidar di Ruang Pinggitan Pendopo Bupati Wonosobo, Rabu (26/8/2026).
Afif menjelaskan, lokasi lahan tersebut berada di Wonolelo. Dari kawasan tersebut, lokasi tepatnya berada di arah Jalur Lingkar Selatan sebelum menuju Sport Center (GOR Wonolelo).
"Lokasi sudah ada di Wonolelo, arah ke Jalur Iingkar Selatan sebelum sport center," ujarnya.
Menurut Bupati Afif, lahan tersebut merupakan bagian penting dari dukungan Pemkab Wonosobo terhadap pengembangan Untidar di Wonosobo.
Dukungan itu juga memiliki latar belakang sejarah. Wonosobo sebelumnya ikut berkontribusi dalam proses penegerian Untidar dengan memberikan hibah tanah.
Karena itu, Pemkab Wonosobo berharap lahan yang sudah tersedia tidak berhenti sebagai aset, tetapi segera dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan.
Bupati Afif menyebut pemanfaatan lahan tersebut nantinya dapat diarahkan untuk berbagai kebutuhan akademik, mulai dari laboratorium hingga kegiatan perkuliahan.
"Ini besar harapan kami masyarakat Wonosobo ini, tanah itu segera termanfaatkan untuk kegiatan laboratorium, perkuliahan, dan lain sebagainya," kata Afif.
Rektor Untidar Magelang, Prof Sugiyarto mengatakan, pihaknya sudah memiliki lahan di Wonosobo dan berkomitmen untuk mulai memanfaatkannya.
Namun, Untidar tidak ingin melakukan pembangunan secara terburu-buru tanpa mempertimbangkan keberlanjutan kegiatan di lokasi tersebut.
"Kami mulai dari yang kecil yang bisa digarap bersama-sama dan nanti sifatnya sustainable, berkelanjutan itu akan lebih bagus," ujar Sugiyarto.
Dia menjelaskan, Untidar sebenarnya telah menganggarkan pembangunan awal pada 2026. Salah satu rencana yang disiapkan adalah membuat gapura sebagai penanda kawasan Untidar di Wonosobo.
Akan tetapi, rencana tersebut belum dapat berjalan sesuai harapan karena adanya efisiensi anggaran.
"Tahun ini sebenarnya kami sudah menganggarkan untuk memulai bikin gapura. Tapi nampaknya kemarin kena efisiensi," ujarnya.
• Jelang Pilkades Serentak 2026, Polres Wonosobo Matangkan Pengamanan
Sugiyarto menyebut kebutuhan anggaran pembangunan gapura mencapai lebih dari Rp1 miliar. Sementara anggaran yang tersedia baru sekira Rp400 juta.
Karena kondisi tersebut, Untidar akan kembali menyusun perencanaan untuk pengembangan di Wonosobo agar tahapan pembangunan bisa dilakukan secara realistis.
Sugiyarto berharap pengembangan Untidar di Wonosobo dapat mulai direalisasikan pada 2027 dengan perencanaan yang lebih matang.
"Untuk itu mudah-mudahan mulai 2027 betul-betul terealisasi," katanya.
Menurutnya, kegiatan Untidar ke depan tidak harus terpusat di kampus utama di Magelang. Lahan yang telah tersedia di Wonosobo dapat menjadi salah satu lokasi pengembangan kegiatan akademik.
"Kami kuliah tidak terpusat di Magelang," ujarnya.
Meski demikian, Sugiyarto menegaskan Untidar akan lebih dahulu melakukan diskusi dan konsultasi dengan Pemkab Wonosobo sebelum menentukan bentuk pengembangan yang akan dijalankan.
Dia tidak ingin pembangunan fisik dilakukan dalam skala besar, tetapi kemudian tidak diikuti kegiatan yang mampu bertahan dalam jangka panjang.
"Dan kami tidak mau grusah-grusuh, kami akan lebih sering diskusi, konsultasi," katanya.
Pengembangan secara bertahap dinilai menjadi pilihan yang lebih tepat agar kegiatan Untidar di Wonosobo dapat berjalan secara berkelanjutan.
Ke depan, lahan sekira delapan hektare tersebut diharapkan menjadi bagian dari pengembangan Untidar di Wonosobo, sekaligus memperluas manfaat perguruan tinggi negeri bagi masyarakat di wilayah Wonosobo. (*)
Baca juga: Disparbud Wonosobo Apresiasi Potensi Lokal di Marrystone Culture Carnival ke-8