Bupati Kediri Mas Dhito Doakan Warga Terdampak Bencana NTT dan Sumatra, Berempati dengan Korban
Rendy Nicko August 20, 2026 01:44 AM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengajak seluruh anggota legislatif dan jajaran Pemerintah Kabupaten Kediri mendoakan warga di sejumlah wilayah Indonesia yang terdampak bencana.

Ajakan tersebut disampaikan Mas Dhito sebelum membacakan sambutan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Kediri di Ruang Tegowangi, Selasa siang (18/8/2026) kemarin. 

Dalam kesempatan itu, Mas Dhito menyampaikan rasa duka dan empati kepada masyarakat yang terdampak bencana, khususnya warga di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sumatra.

"Mari sejenak kita berdoa bersama kepada seluruh saudara-saudara kita yang ada di NTT, Sumatra dan daerah lainnya yang mengalami bencana," ajak Mas Dhito.

Baca juga: 5 Titik Tiang Serat Optik Tak Berizin Dapat Peringatan dari Dinas PUPR dan Satpol PP Tulungagung

Menurutnya, kondisi di NTT masih perlu menjadi perhatian. Pasalnya, setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7, aktivitas gempa susulan masih terjadi di wilayah tersebut.

Bahkan, Mas Dhito menyebut gempa susulan masih dirasakan ketika masyarakat mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

"Kemarin saat kita upacara ternyata masih ada gempa susulan," tambahnya.

Tak hanya mengajak peserta rapat paripurna untuk berdoa, Mas Dhito juga memimpin langsung doa bersama tersebut. Doa dipanjatkan agar masyarakat yang terdampak bencana diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah.

"Saya memandu secara agama Islam, kita doakan bersama semoga yang berpulang dalam keadaan husnul khatimah dan keluarganya dikuatkan," ucapnya.

Doa bersama yang berlangsung secara spontan itu diikuti dengan khidmat oleh seluruh anggota DPRD, jajaran Pemkab Kediri, serta tamu undangan yang hadir dalam rapat paripurna.

Sikap tersebut menjadi bentuk empati Pemkab Kediri terhadap masyarakat di daerah lain yang tengah menghadapi situasi sulit akibat bencana.

Setelah doa bersama, rapat paripurna dilanjutkan dengan agenda penyampaian pendapat Bupati Kediri terhadap dua Raperda usulan DPRD Kabupaten Kediri.

Dua Raperda tersebut yakni Raperda tentang Kesejahteraan Sosial serta Raperda tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.

Mas Dhito menilai kedua Raperda tersebut relevan dengan kondisi masyarakat saat ini dan penting untuk diperhatikan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

"Dua Raperda itu usulan DPRD Kabupaten Kediri dan saya rasa relevan dengan kondisi sekarang," ungkapnya.

Selain memberikan pendapat terhadap dua Raperda usulan DPRD, dalam rapat tersebut Bupati Kediri juga menyampaikan penjelasan terhadap tiga Raperda yang diajukan oleh pemerintah daerah.

Ketiganya yakni Raperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah, Raperda tentang Penataan dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan, serta Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.